Toto's posts with tag: uneg-uneg
Assalamu'alaikum Bismillah...  Memperebutkan makanan di jaman sekarang ini sungguh bagaikan fear factor, yang sempat tayang itu. saling jegal, saling sikut, saling ancam udah teramat sering kita dengar, bahkan tega untuk saling bunuh. Hanya untuk mempertahankan hidup.... Bosan mendengarnya..., iyah..., cuman mendengar, enggak membaca, enggak menonton... Ini tadi..., mbukak roling door, ternyata ada lagi yang mati..., entah yang keberapa. Ada yang gagal kembali pulang, ada yang berhasil kembali pulang, meski meninggalkan bekas darah di lantai. Namun ada pula yang harus tewas secara mengenaskan, seperti yang satu ini. Mereka telah memiliki komunitas yang sepertinya besar. Setiap hari Otto bersihkan bekas jejak langkah dan hasil kerja mereka, namun tiap malam pula mereka kembali menghapus hasil kerja Otto. Tinggal kuat-kuatan azah, siapa lebih rajin dari siapa. Wassalam...
Assalamu'alaikum..... Bismillah.... Haidyuh....., alhamdulillah jas hujan selalu ada di bagasi Mio, bila tidak, bisa basah kuyup nich. Pas masih di jalan, kok ya mak bresss...., air tertumpah dari langit nan kelabu. Sedikit basah sich..., lha wong turunnnya tanpa woro-woro, langsung bress gitu.... Semoga yang di pilem "The Day After Tomorrow" enggak terjadi dalam 25 tahun ini. Ngeri booo, bila orang China berduyun-duyun ke selatan... Judul enggak nyambung dengan paragraf pembuka..., emang sengaja....  Terhitung semenjak tanggal 13 Agustus 2008, Otto secara resmi menggunakan Kartu Halo dari Telkomsel sebagai salah satu bagian dari alat komunikasi Otto. Kartu Halo ini Otto pasangkan dengan Sony Ericsson G502 dan difungsikan sebagai koneksi internet, menggantikan Speedy. Seperti yang Otto tulis pada bagian ini, sekarang total menggunakan Halo. Harapan ternyata harus tenggelam padan kenyataan. Masih bisa tersenyum, karena menyadari di mana Otto hidup dan bekerja. Sadar sepenuhnya...  Pada posting sebelum ini, Om Edwin menanyakan apakah koneksinya bagus. Otto jawab dengan postingan ini. Monggo diperhatikan gambar berikut: Itu yang Otto dapatkan. Supaya berimbang, Otto sampaikan juga peralatan yang Otto gunakan: Komputer : Celeron, CPU 733, RAM 512OS : Ubuntu Hardy HeronPonsel : Sony Ericsson G502Bluetooth : ESS-3883G/UMTS : Tertera pada layar ponselOperator : Telkomsel - Halo Bebas AbonemenPaket : Unlimited 256 kbps (nyuba yang murah, cuman 125 rebu sebulan) Wassalam
Assalamu'alaikum... Bismillah... Duduk tercenung di depan monitor, merenung tulisan teman-teman pembaca di tulisan Otto sebelum ini. Mudah karena terbiasa adalah inti dan kesimpulan dari komentar yang ada. Otto sepakat sepenuhnya dengan hal tersebut. Hal tersulit dari melakukan sesuatu adalah memulainya, meski teramat sangat kecil sekalipun. Bila awal dulu Otto udah kenal dengan Mac, sebelum kenal dengan Windows, bisa jadi akan menilai Windows itu mah katrok, enggak elegan sama sekali, ngirit dan pelit banget. Bila Linux sudah matang seperti windows saat ini saat awal kenal komputer, bisa jadi Otto akan melihat DOS itu adalah sesuatu yang aneh, yang tidak bisa dibanggakan sama sekali. Kebiasaan... Otto akui, memang masih sangat lebih mudah menggunakan Windows, dengan segala kerumitan yang ditimbulkannya. Aplikasi pendukung yang free sudah semakin banyak untuk Windows, dan Otto berterimakasih untuk para pembuatnya. Saat ini, bagi sebagian pengguna PC, operating system di luar Windows adalah alternatif saja, karena berbagai alasan. Bagian terberat adalah memulai sesuatu. Sulit bagi Otto untuk menulis secara netral, karena walau bagaimanapun, hingga awal 2007, Otto adalah pengguna bajakan. Itu artinya selama 15 tahun menggunakan piranti lunak bajakan untuk bekerja dengan komputer. Hingga menelan pil pahit, terjaring operasi dari kepolisian. Kapok...??? Mungkin tidak, karena masih banyak dari yang bajakan itu yang Otto butuhkan dan belum menemukan yang setara dari yang tidak berbayar. Sekali lagi karena kebiasaan. Pengolah gambar, syukurnya sudah banyak yang free. Sound editor juga sudah banyak yang free. Aplikasi konverter juga ada yang free. Untuk keperluan toko, Otto sangat bersyukur, demikian banyak yang free, jadi tidak sulit untuk menginstallnya di komputer. Yang agak sulit dulunya adalah membiasakan karyawan toko dengan aplikasi tersebut. Meski jauh-jauh hari Otto sudah menggunakan aplikasi tersebut untuk belajar saja, tetap saja kesulitan untuk menurunkan ilmu kepada para karyawan, hingga hanya dasarnya saja yang Otto berikan, untuk improvisasi Otto serahkan sepenuhnya kepada mereka. Dan ternyata itu malah lebih berhasil, daripada Otto jelaskan panjang lebar. Satu hal yang mengganggu adalah, pendaftaran windows yang hanya berlaku sebanyak 5 kali, dan setelah itu membutuhkan validasi lagi. Hal yang merepotkan, dan itu menimpa komputer Celeron tempat Otto bekerja. belajar dengan instalasi, lalu un-install, dan seterusnya dan seterusnya membuat sampah yang sangat banyak di registry-nya Windows, dan itu memperlambat kerja. Hasilnya adalah format dan install lagi, dan mulai dari awal lagi. Hanya dalam setahun, disk windows tersebut sudah tidak valid lagi. Beli lagi adalah buang uang tiada guna. Karena itu Otto mulai melirik Ubuntu, dan mulai belajar menggunakannya Benar adanya. Yang terberat dan tersulit adalah melakukan migrasi. Otto akui..., secara licik, di luar urusan editing situs, Otto menggunakan Ubuntu, sedangkan untuk editing situs, dengan terpaksa Otto berpindah ke windows. Semoga nantinya ada aplikasi editor yang setara dengan dreamweaver di Ubuntu. Bekerja dengan was-was tidak baik untuk kesehatan jiwa. Otto kini memang "sedikit" terbiasa dengan Ubuntu, meski perilaku windows masih saja ada. Semoga ke depan..., Otto bisa sepenuhnya menggunakan Ubuntu, sebagaimana Otto menggunakan Windows dulunya Wassalam
Assalamu'alaikum.... Bismillah...  Pak Pae a.k.a. Juragan Lanang, kemarin memberi kesempatan Otto mencoba ponsel Sony Ericsson G502 milik beliau. Jelas, dengan senang Otto menyambut kesempatan tersebut. Setelah juragan melakukan koneksi ke Telkomsel menggunakan komputer sementara ponsel dipakai sebagai modem, mulai dech Otto melakukan percobaan dengan acak donlot suatu file. Kecepatan yang diperoleh dari server luar negeri, entah di mana itu, mendapat kecepatan sekitar 35 KBps (280 kbps). Suatu angka yang langka bila menggunakan speedy, padahal bandwidth speedy di angka 1024 kbps Menggoda..... Lha hari ini, kecepatan donlotnya speedy masih belon beranjak dari satuan, gimana enggak tergoda. Jadi jalan-jalan dulu ke halaman Telkomsel, cari-cari informasi dari dalam. Secara yang ditawarkan kecepatannya tidak lebih tinggi dari speedy untuk yang basic dan advance. Yang jadi perhatian Otto yang utama adalah, berapakah bandwidth yang disediakan Telkomsel untuk jalur ke luar negeri...??? Gak masalah kecepatan up-to 256 kbps (32 kBps) atau up-to 512 kbps (64 kBps) selama koneksi ke luar negeri enggak beda jauh dengan kecepatan tersebut. Bukannya apa sich..., karena kebutuhan data lebih banyak dari luar negeri. Youtube, rapidshare, 4share, ziddu serta beberapa lagi khan luar negeri semua tuch. Bila ternyata nantinya kecepatannya sama azah dengan Speedy yang hanya jago kandang..., percum tak bergun donk.... Hem..... Masih mikir nich...... Wassalam..... Image taken from Itechnews, without permission and knowing
 | Done | Jul 16, '08 12:24 PM for everyone |
Assalamu'alaikum... Bismillah... Alhamdulillah..... Selesai lagi satu tugas Otto, membuat pesanan Pak Faizal (juragan lanang), forum untuk SCA-Cellular. Tugas telah dilaksanakan. Menggunakan CMS phpBB versi 3, Otto tempatkan di sub-domain: http://forum.sca-cellular.com. Selanjutnya, terserah juragan, hendak dibuat seperti apa, yang pasti, Otto sudah sampaikan bahwa untuk merawat forum ini Otto tidak mampu (tapi administrator masih Otto pegang), dikarenakan pekerjaan di sca-cellular (wap, news portal, online shop, data base, download area) masih keteteran. Wassalam...
Assalamu'alaikum..... Bismillah.... Internet adalah sebuah media atau alat bantu yang perkembangannya sangat cepat, bukan lagi perkembangan secara evolusi, namun udah bisa dikatakan sebagai revolusi, dimana jarak bukan lagi jadi masalah bagi penggunanya. Sebagai sebuah alat, maka fungsi dan kegunaanya sangat tergantung dari para penggunanya. Sebuah parang, alat, bisa digunakan untuk memangkas ranting atau menebang pohon bambu, di satu sisi, dan bisa digunakan sebagai alat jagal di sisi yang lain. Apa yang tidak bisa kita peroleh menggunakan media bernama internet. Internet bagi yang baru kenal, bisa menimbulkan rasa ingin tahu, dan rasa ingin tahu itu bisa ke arah yang baik dan bisa pula ke arah yang buruk. Otto saat pertama kenal internet, sekitar tahun 1997, saat itu kecepatan untuk donlot masih satuan KBps, bukan belasan seperti sekarang, dan itu udah top-markotop (dari mas Basuki Alm, Pelawak). Pertama yang dilakukan jelas surfing dengan disambi sembarang kalir karena kecepatan yang teramat sangat bekicot. Tahun 2000 mulai menjelajah ke area merah, dan lebih banyak chatting daripada petting. Sekarang..., yang terkait dengan browser sepertinya udah Otto lakuin. Di luar browser, seperti hack dan crack belon Otto pelajari. Area merah, hijau, putih dan banyak warna pelangi udah Otto rasakan. Seiring berjalannya waktu, layanan yang memanfaatkan internet semakin berkembang, dan salah satunya adalah blog ini. Blog, atau ada pula yan gmenyebutnya Weblog, merupakan istilah yang pertama kali "ditemukan" oleh john Barger pada bulan Desember 1997. john Barger menggunakan istilah Weblog (dari web + log) untuk menyebut website-website yang berupa catatan harian seorang websurfer (serupa dengan Captain's Log dalam sebuah pelayaran).Blog pertama kemungkinan besar adalah halaman "What's New" pada browser Mosaic yang dibuat oleh Marc Andersen pada tahun 1993. Bila pembaca masih ingat, Mosaic merupakan browser pertama sebelum kehadiran Internet Explorer, bahkan sebelum muncul Netscape. Kemudian pada bulan Januari 1994, Justin Hall memulai website pribadinya yang bernama Justin's Home Page. Tak lama kemudian, website tersebut berubah menjadi "Links from Underground" yang mungkin dapat disebut sebagai blog pertama seperti yang dikenal saat ini. Taken from Majalah Chip, Spesial Blogging.
Membuat blog adalah sangat mudah saat ini. Kita tinggal mendaftar, maka kita akan segera memperoleh akun sesuai yang kita minta. Namun, sangat sulit untuk mengisi dan menjaganya tetap hidup. Seperti layaknya peliharaan, maka blog pun bisa mati bila kita tidak melakukan perawatan secara rutin. Pada bagian inilah yang menuntut perjuangan sangat keras dari pemilik blog. Blog yang terawat akan tampak demikian hidup dengan salah satu acuannya adalah jumlah pengunjung, bahkan jumlah pemberi komentar. Namun itu bukan merupakan patokan, karena terkadang pemilik blog hanyalah seorang penghobi untuk menulis segala sesuatunya di blognya, jadi dia tidak terlalu perduli dengan mereka-mereka yang memberi komentar atau berkunjung. Terkadang jalan singkat dipilih untuk meramaikan blog kita, yang terkadang mengganggu pihak lain. Internet adalah media yang seakan tanpa batas, tanpa aturan, namun sesungguhnya di sana ada banyak aturan. Copy-paste adalah salah satu jalan singkat untuk meramaikan blog. Ada banyak alasan mengapa melakukan copy-paste. Salah satunya adalah menyebarkan tulisan orang laen di dalam grup kita. Contoh sederhana adalah copy-paste tulisan atau artikel dari wordpress ke multiply, atau sebaliknya atau model seperti itu. Hal tersebut adalah sah-sah saja, selama mengikuti etika "bermasyarakat" Di dalam penulisan blog, sangat wajar bila ego pemilik blog berbicara, bahkan untuk copy-paste sekalipun. Comot sedikit, ubah sedikit, tambahi dengan berbagai bumbu, supaya lebih nikmat dan lezat serta enak dipandang, namun tetap saja akan ada yang tahu bila tulisan tersebut "mengambil" dari suatu sumber. Sumber inilah yang semestinya dicantumkan. Tulisan Om Poetoe, menggaris bawahi penulisan sumber. Hal yang paling berat adalah menghilangkan ego, dan menghargai orang lain. Bagi Otto, ini hal yang mudah saja, karena sedari awal udah menjadi pakem bagi Otto untuk copy-paste, hingga ada julukan "SCP", Sarjana Copy Paste. Jadi malu dengan gelar itu....??? Walach....., siapa sich yang kenal Otto, enggak ada...., jadi enggak ada reputasi yang musti dipertahankan. Copy-paste, yang kemudian disingkat menjadi copas seakan hal yang lumrah bagi Otto. Memberikan kredit kepada penulis yang tulisannya Otto jadikan referensi dan copas menjadi kebiasan. Kembali ke tulisan Om Poetoe. Beliau menulis posting tersebut mungkin dalam kondisi jengkel yang teramat sangat, bahkan mungkin marah, hingga menulis "Mental Orang Indonesia". Sedikit rasa tidak nyaman membaca judul tersebut, karena itu seakan bermakna "Mental Semua Orang Indonesia", padahal hanya sebagian kecil saja. Masih teramat sangat banyak mereka-mereka yang bermental mulia di negeri ini, yang sayangnya tertutupi oleh mental-mental bobrok. Jadi, mungkin bagi para pembaca, mohon dipahami bila seorang blogger sedang marah, terkadang tulisannya menghakimi. Otto bisa memahami sepenuhnya kejengkelan Om Poetoe melihat sekilas kondisi blog yang kebetulan beliau amati. Pemilik blog tersebut berusaha supaya blognya bisa berisi dan agak berbobot, dengan seakan-akan menulis sesuatu yang orisinil, namun malah menabrak dinding etika dalam bermasyarakat di dunia maya. Tulisan Otto yang orisinal tidak ada, karena Otto akui, akan selalu ada bagian dimana tulisan pihak lain mewarnai, entah sedikit, entah banyak akan selalu ada, karena kemampuan Otto untuk merangkai tulisan sangatlah rendah, jadi harus dibantu oleh tulisan yang laen. Bila ada pihak lain yang kemudian melakukan copas dan bersumber dari tulisan Otto, andai saja....., dan tidak mencantumkan nama Otto di sana...., ya silahkan azah......, selama masih menyebutkan sumber-sumber di mana Otto mengutip kata dan kalimatnya. Tidak jelek melakukan copy-paste, namun alangkah lebih baiknya bila kita mewarnai sumber penulisan tersebut dengan pemikiran kita sendiri, atau pemikiran kita yang didasari atas sumber pihak laen sebagai kerangka berpikir. Bila Anda menghargai diri Anda dan orang laen, maka orang laen pun akan menghargai Anda. Wassalam... Sumber penulisan: 1. Blog Putu Permana2. Majalah Chip
Assalamu'alaikum....Bismillah....Hati ini mulai tergerak, bergandeng tangan, melukis jemari dengan kata terangkai kalimatJenuh menyeruak, bermain ceria di jiwaSesaat wajahnya terlintas di mata hati, ceria seperti dulu aku mengenalnyaKini entah dimana dirinya berada, jauh-dekat, tiada lagi rasaRasa ini bergolak, dalam gelombang kerinduan Kerinduan akan dekapan cinta, kehangatan rasa sayang Bagai selimut yang menghangatkan dikala malam-malam dingin Bagai tetes embun yang segar dikala siang-siang nan gerah
Duhai kasih, rengkuhlah diriku Duhai cinta, belailah hatiku Telah beku, kering dan keras Hati ini
Malam tahajudku Bersimpuh, pasrah Memohon, meminta, mengemis Kepada-Mu wahai yang memiliki segalanya
Lirih hati ini bersenandungMenyanyikan lagi lagu cintaYang pernah menghiasi ruang kosongDihati yang kesepianDuhai gadis dalam lautan jilbab Teduh hatimu tempat aku bernaung Tenang jiwamu tempat aku menepi Binar matamu adalah cahaya jiwaku
Ya Allah, ya Rabbku, pemilik jiwa, hati dan cinta Aku memohon kepadamu Turunkanlah satu bidadari surgamu Meneduhi hati yang tengah bergolak ini
Wassalam
Assalamu'alaikum... Bismillah..... Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran: Pasal 36 Ayat 1 UU Nomor 32 Tahun 2002 berbunyi "isi siaran wajib mengandung informasi, pendidikan, hiburan, dan manfaat untuk pembentukan intelektualitas, watak, moral, kemajuan, kekuatan bangsa, menjaga persatuan dan kesatuan, serta mengamalkan nilai-nilai agama dan budaya Indonesia" Jelas sekali bukan, bahwa sinetron tidak ada yang memiliki kriteria tersebut. namun pada kenyataanya tidak ada satupun sinetron yang ditindak oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Hingga saat ini KPI hanya menyoroti hal-hal yang menonjolkan adegan berbau vulgar, seks, pelecehan, dan kekerasan. Ironis, karena bila mengacu pada hal tersebut, maka semestinya tidak ada tayangan pilem-pilem hollywood di tipi-tipi. Otto memahami sepenuhnya bahwa aturan, dalam hal ini UU Penyiaran, yang ada dibuat dalam kondisi ideal, dengan pemikiran yang mendalam tanpa melihat hal-hal yang berlaku di lapangan nantinya. Aturan tersebut tidak didukung dengan kriteria yang jelas tentang hal-hal yang nantinya menimbulkan pelanggaran. Otto udah jarang menyaksikan televisi, sesekali azah. Otto jarang menyaksikan televisi karena terlalu berhamburannya sinetron yang bagi Otto betul-betul sajian yang berorientasi pada uang, bukan pada mutu. Semakin tinggi rating, maka bisa dipastikan sinetron tersebut dianggap bermutu. Padahal untuk penilaian mutu udah ada standarnya, yaitu UU penyiaran tersebut, bukan rating, yang respondennya azah enggak jelas, serta prosedur pengambilan sampelnya juga tidak jelas sama sekali. Dulu..., dulu sekali...., Otto udah seneng dengan kehadiran TPI, saat masih numpang di TVRI. Sekarang, TPI bukan lagi Televisi Pendidikan Indonesia, karena udah menjadi setasiun televisi yang mengedepankan uang. Karyawan SCA yang telah dikaruniai anak sering mengeluhkan tayangan sinetron yang jauh dari kesan mendidik ke arah yang baik. Otto merasa apa yang dikhawatirkan para orang tua itu sangat beralasan. Karena sebagai orang tua yang harus mendidik dan menghidupi keluarga seringkali harus berbenturan dengan televisi yang lebih sering di tonton oleh anak-anak mereka, bersama pengasuh mereka. Orang tua khan kerja. Yang tidak bekerja.., mungkin isteri, pun harus bersirobok dengan tayangan televisi seusai menyelesaikan pekerjaan yang bejibun di rumah. Otto bukan tidak menghargai jerih payah mereka yang menghasilkan sinetron tersebut, hanya saja berharap, para kreator bisa membuat sinetron yang lebih mendidik. Acuan Otto adalah Si Unyil jaman dulu, Si Huma. Acara itu sangat cocok untuk perkembangan anak. Bila kemudian dikembalikan kepada para kreator sinetron, mungkin akan diabaikan saja, karena darimana mereka mendapatkan uang bila tidak menuruti rating. Mengerikan. Tingkat pendidikan warganegara Indonesia masih sangat rendah, masih sangat mudah dibodohi, masih sangat mudah dimanfaatkan untuk kepentingan segelintir golongan. Bila kemudian sinetron tetep itu-itu azah, maka Otto yakin negara dan bangsa ini tidak akan pernah bisa maju berkembang dan besar dalam arti sesungguhnya. Dengan tingkat pendidikan yang sangat rendah begini, tontonan apapun di tipi akan mereka terima tanpa diolah dulu. Dan enaknya, tidak akan ada yang peduli dengan itu semua. Sudah ada lembaga pengatur penyiaran, namun apa yang ada masih jauh panggang daripada api. Harapan sepertinya tinggal harapan, selama uang yang menjadi target. Karyawan SCA udah 2 yang berlangganan televisi digital, untuk mengurangi efek negatif dari tayangan sinetron tersebut. Kapankah para kreator menyadari bahwa perubahan mutu sinetron ada di tangan mereka. Otto kini sudah tidak lagi berpikir bahwa uang akan bisa meningkatkan mutu, karena sudah banyak industri yang menggratiskan layanannya dan masih bisa menghasilkan produk yang bermutu. Lihatlah lingkungann open source. Baiklah, televisi kita udah memberikan banyak layanan gratis, namun yang Otto tekankan adalah mutu. Adalah tugas seluruh elemen bangsa dan negara ini untuk mengarahkan calon penghuni bangsa dan negara ini ke arah yang baik, bukan malah turut serta menghancurkan mereka dengan menciptakan tayangan yang merusak, mengotori otak dan mental mereka yang tengah berkembang. Wassalam... NB: Ide berasal dari kompas
Assalamu'alaikum... Bismillah.... Hai..hai....., pembaca setia, selamat berjumpa lagi dengan tulisan Otto. Meski ada beberapa teman yang mendapat musibah, semoga musibah dapatlah mendatangkan makna dalam hidup dan kehidupan para pembaca semua. Bagi yang baru saja lulusan, selamat aza dech, enggak perlu merayakannya dengan berlebihan. Cukup alinea pembukaanya, sekarang ke inti tulisan. Dua bulan yang lalu, Otto menanyakan kepada 2 Juragannya Otto, situs SCA hendak diarahkan ke mana, serta apa misi dan visi yang hendak disampaikan kepada para surfer. Saat itu alasan Otto bertanya adalah dikarenakan situs tersebut hanya sebagai pos pengeluaran azah bagi perusahaan. Dengan guyon, juragan menjawab enggak apa, khan murah, cuman 160 rebu pertiga bulan. Ha..ha....  Emang murah sich..., tapi bagi Otto, tetep azah enggak nyaman. Otto yang ditugasi membuat, merawat dan memperoleh bayaran dari situ namun belum bisa mempertanggungjawabkan sebgaimana semestinya.  Otto tidak bisa bekerja bila tidak ada batasan atau rel yang menjadi acuan dalam bekerja. Selama 6 bulan keberadaan situs tersebut, Otto terus-terusan mencoba-coba resep manakah yang sesuai, hingga akhirnya bosan, karena arah yang tidak jelas, yang berujung pada situs hanya sebagai status " Ini lho SCA punya situs.." namun kosong, tidak ada isinya. Parah khan.... Bila sudah demikian, Otto jadi asal-asalan azah ngurus situs, meski dengan beban yang berat, khan Otto dibayar.  Sisi non-kreatif dalam perawatan situs adalah hal yang sangat mengganggu, Otto akui itu. Karena itu, Otto membutuhkan pihak laen yang bisa memberikan ide untuk bisa Otto terapkan, dan dalam hal ini juragan. Dengan semakin sibuknya mereka berdua, maka semakin sulit bagi Otto mengembangkan situs tersebut.  Hingga suatu hari, tertuang pada posting tanggal 13 Juni. Pada malam harinya, Otto kembali bertemu dengan Juragan (Pak Paedi saja, karena Ibu Paedi ada acara), dimana beliau mengutarakan apa yang beliau inginkan terhadap situs SCA. Apa-apa saja yang mesti ada di situs, apa-apa saja yang harus Otto kerjakan. Dari sana, Otto bisa merancang apa yang mesthi Otto kerjakan.  Langkah awal, meski Otto masih merasa ada yang kurang, entah di mana, adalah tampilan pada posting ini.  Akhirnya, jawaban yang mengambang 2 bulan lalu, sekarang menjadi jawaban pasti, dan menjadi acuan bagi Otto untuk "memoles" situs SCA. Rancangan-rancangan segera dibuat, dipresentasikan dan dipublikasikan. Harapan..., semoga saat satu tahunnya situs SCA, Otto berhasil " memberi nuansa baru". Semoga.. Demikian tulisan Otto untuk sementara ini. Terimakasih udah bersedia "ngangok" Goeboeg Otto Wassalam.
Assalamu'alaikum... Bismillah..... Ehm...., selama ini, beberapa kali Otto ditraktir makan ama teman-teman. Biasa azah..., akan menjadi luar biasa kalo Otto yang nraktir.... He..he....... Ngelantur...... Hampir 2 bulan ini Otto tenggelam mempelajari PHP yang kemudian 2 bulan ke depan disambung dengan MySQL. Bagi seseorang yang tidak memiliki latar belakang ilmu komputer sama sekali, ini adalah suatu hal yang berat. Sungguh.... Rerata Otto hanya memiliki waktu efektif untuk belajar di rumah 2 jam (saja) dikarenakan sering-sering udah capai atau tergoda untuk membuka Goeboeg, ech..., multiply dink. Hal ini juga menandakan rendahnya kedisilipnan Otto dalam belajar. Target Otto untuk menyelesaikan pembelajaran PHP dan MySQL adalah 4 bulan. Tujuan Otto belajar 2 hal itu adalah melakukan persiapan diri menyongsong digitalisasi serta online-nya system administrasi SCA, entah kapan itu, karena dari beberapa pembicaraan dengan juragan, SCA hendak dibuat lebih ringkas, mengurangi hal manual. Lha kok kemarin..., Ibu Juragan nanya "Om Botol..., kok mobistore dan SCA-2 tidak disertakan di site SCA..??" Nach loch..!!!!  Opo orak mumet....... SCA-1 saja, tempat dimana Otto berdomisili masih belon seluruhnya kelar Otto tampilkan di site, sekarang ada pertanyaan gitu. Mikir lagi nich...., mana yang hendak diprioritaskan. Jawaban Otto pada juragan gampang azah, yang mobistore dalam tahap perancangan karena beberapa ramuannya udah siap. Sedangkan SCA-2 yang notabene service-an belon ada perancangan, bahkan ide sekalipun enggak ada. Insya Allah setahun SCA-Cellular.com mobistore akan Otto tampilkan secara penuh. Itu janji Otto. Ternyata harus Otto sampaikan gimana repotnya Otto ngurusi beberapa hal dalam satu waktu secara bersamaan. Juragan udah menanyakan, yang itu artinya adalah penugasan bagi Otto. Dari hati terdalam, timbul keraguan, haruskah Otto melonggarkan PHP dan MySQL untuk lebih konsentrasi ke mobistore, ataukah tetep belajar dengan hasil yang entah kapan digunakan, dan setengah hati ngurus promo mobistore. Satu lagi tantangan. Otto enggak ada (lagi-lagi) dasar membuat situs. ENGGAK ADA...  Bondhone mung nekad lan tekad. Sinau karo mlaku..., yen iso karo mlayu..... Ach..., emang harus dibicarakan dengan para juragan, mana yang ingin mereka dahulukan. Beginilah nasib batur a.k.a babu.... Wassalam....
Assalamu'alaikum.... Bismillah.... Udah kadung gila..., sekalian azah nulis ide gila...., gak apa khan. Sekali waktu nulis yang nggilani, daripada terus-terusan nulis yang enggak mutu. Tadi ada teman yang menunjuk tulisan dari Okezone, enggak terlalu memperhatikan tanggal berapa posting tersebut, ini judulnya: BBM Naik, Malaysia Potong Gaji Menteri. Kalo di Indonesia, karena sudah parah, dan jumlah menteri hanya belasan, gimana kalo: Gaji anggota DPR dan DPRD sama dengan UMR. Tunjangan hanya diberikan saat dibutuhkan, dan ada bukti penggunaan atau hendak digunakan untuk apa
Wassalam.....
Assalamu'alaikum..... Bismillah..... Please..., katakan kepadaku kalo Linux itu enggak asyiiik.... Please.... Please..., katakan bila banyak pilihan malah bikin bingung..... Please.... Weleh..weleh....... Dalam keterpurukan ekonomi, entah karena apa, apa karena MOG dengan Giant-nya baru azah di buka yak..., Otto masih menyempatkan diri bermain dengan Ubuntu Blekok.... Permainan hari ini adalah instalasi Google Earth, Opera dan Installjammer. Google Earth..., Otto kalah..., karena selalu Logout-login. Masih terlalu tangguh bagi Otto... Opera..., libas azah..., dengan senyam-senyum dan bersenandung lirih lagu-lagu Iwan Fals. InstallJammer..., sepertinya seri dech...., berhasil nginstall, cuman kemudian mentok ini aplikasi gimana mengoperasikannya.... Google Earth, Otto mendapatkan binary file, apa ya binnary file itu..., pokoknya extensinya bin, yang artinya instalasi tidak dilakukan dengan cara add/remove program atau menggunakan sypnatic. Namun menggunakan perintah lisan, chmod +x namapalikasi.bin. Lalu instal dengan perintah ./namaaplikasi.bin. Otto sarankan, menempatkan file .bin nya di folder dimana hendak digunakan. Otto membuat folder baru. Disini nich kalo Otto: /home/toto/Programs. Demi kerapihan... Opera..., aplikasi web browser, tahu donk.... Bersanding tidak terlalu mesra dengan sang Musang, aplikasi ini relatif mudah instalasi di Blekok, karena menyertakan paket instalasi debian (.deb), jadi bisa instalasi melalui sypnatic. Wes hewes hewes..., bablas instalasine..... Bisa berjalan seperti yang diharapkan... InstallJammer...., kalo yang satu ini sich..., katanya untuk bisa melakukan instalasi lintas platform. Enggak jelas juga maksudnya, karena Otto cuba install Google earth liwat dia..., InstallJammer emoh nginstall. Lalu..lalu.... Installjammer, installernya juga berextensi bin, jadi caranya sama dengan yang Otto lakuin terhadap GoogleEarth. Untuk yang Google apa karena monitor atau VGA-nya ya kurang mendukung. Besok atau kapan lach nyuba di rumah, karena resolusi layar yang dirumah udah bisa Otto tingkatkan ke 1024 x 768, dan mungkin masih bisa dinaikkan lagi. Mending, dibanding dengan 800 x 600 saat awal instalasi.... Wassalam..... NB: Heron sebangsa burung leher panjang seperti Blekok, meski enggak bener-bener sama, sedikit banyak Otto paksakan....
 Assalamu'alaikum.... Bismillah.... Setelah tadi pagi bobok jam 2 dini hari karena menemukan beberapa hal menarik yang menggoda. Hari ini, satu karyawan libur, pembeli kadang banyak, kadang dikit, membuat tidak stabilnya penampilan Otto. He..he..... Pengaruh ngantuk ini demikian menguasai hingga mengganggu kinerja Otto. Pengennya nyemil mlulu.... Setelah pagi dibuka berjibaku dengan dinginnya air bak mandi, siangan dikit dengan rasa kantuk. Menderita banget ya.... Libur masih selasa, tapi tubuh ini udah pengen istirahat dari ruang yang perputaran udaranya jelek banget. Ugh..., mengeluh thok ae... Wassalam.....
Assalamu'alaikum.... Bismillah....  Final Euro 2008 sebentar lagi dimulai loh..., pasar taruhan udah panas, dan yang menjadi perbincangan di hari pertama ini adalah Portugal. Bagi yang melek bola lebih memperhitungkan Portugal akan mengalahkan Turki, meski belon sampai menggulung apalagi menggunduli. Namun, dalam taruhan tidak segampang itu..., karena ada aturan yang njlimet-mumet-membingungkan. Bagi Otto..., EGP...... (jadi teringat ada tulisan tentang bola yang belon selesai)  Sore hari tadi saat jam istirahat, juragan lanang mendapatkan maenan baru, dan seperti biasa, Otto nimbrung dengan penuh rasa ingin tahu, kalo enggak bisa dibilang mengganggu kesenangan orang laen. Juragan memasang CCTV untuk SCA-2 yang bisa diakses melalui jaringan, melalui kode akses 192.168.1.100, dan hanya bisa menggunakan Internet Explorer. MENJENGKELKAN...... Dan yang lebih menjengkelkan adalah bahwa saat mengetahui bila alamat tersebut diakses oleh 2 atau lebih komputer, maka hanya 1 saja yang bisa mengakses. Supaya komputer yang lain bisa mengakses, maka alamat 192.168.1.100 harus dijadikan Gateway, yang artinya enggak akan bisa internetan dimana gateway yang digunakan adalah 192.168.1.254. Penyelesaiannya adalah harus ada satu komputer switch. Satu hal yang enggak akan terlaksana, karena komputer di SCA-2 full-book semua.  Karena pengen...., maka Otto dengan senangnya menginstall Wine (lagi) supaya bisa membuka Internet Explorer. Wine udah terbuka, IE-nya (bawaan dari Wine) enggak bisa terbuka karena (sepertinya) dukungan prosesor dan memory dari komputer Otto yang tidak memadai. Oh..., iya.... Ngingetin azah, bagi teman-teman yang hendak menambah aplikasi, mohon untuk memindah server dari Indonesia ke USA atau server utama, karena beberapa library Ubuntu dari server Indonesia belum tersedia. Kerepotan berikutnya adalah, aplikasi pengintai untuk Toko Mobistore yang hendak dipasang hanya bisa berjalan di platform Windows.  Halach...., hare gene enggak memberi pilihan bijaksana..... Itu artinya akan ada pengeluaran baru untuk membeli sebuah operating system yang kosong melompong. Jelas sangat banyak aplikasi yang harus ditambahkan untuk menopang serta menjaga kesinambungan jalannya operating system tersebut. Menyedihkan.... Antivirus (mungkin Avast), OpenOffice.Org (orang kantoran butuh tuch), FireFox (tidak bisa internetan tanpanya), selebihnya belon kepikiran, pokoknya yang halal. Sesaaat...!!!! Menyusahkan sekali sich.....Godaan paling besar bagi Otto bila sudah ada Wine adalah, menerjang semua aturan yang ada dengan melakukan instalasi aplikasi atau permainan bajakan yang banyak di wilayah windust tersebut...  Wassalam....
Assalamu'alaikum.... Bismillah.....  Sehari kemarin Otto udah cerita kalo barusan n ginstall Xubuntu, alternatif dari Ubuntu yang menggunakan desktop XFCE. Ulasan di posting sebelum ini, Otto tulis bila Xubuntu ditujukan untuk komputer yang katrok, lawas, lambat, lemot, dan itu tidak salah, karena Xubuntu r ingan dalam pengoperasian. Cuba, Shinichi Kudo protes kalo kata cuba tuch mirip dengan orang Malingsia, coba kita amati perkakas di dalamnya. Selain penampilan yang ringan, ehm..., boleh dikatakan enggak mewah sama sekali, seperti Gnome kan. Ada begitu banyak fasilitas yang dipangkas pada distro ini, yang cukup mengganggu bagi Otto. File manager yang tidak lagi mengenali komputer lain di jaringan. Hardisk juga enggak di kenali di folder media secara langsung, mungkin butuh di mounting dulu. Awan kelabu bagi new comer.... Tidak ada add-remove program, meski ada synaptic. Untuk seorang awam, synaptic bukanlah perkakas yang bersahabat..., cenderung menakutkan, dengan berbagai istilah yang bikin kepala cemut-cemut. Lebih mudah bila add-remove program disertakan. Ini lebih nyaman bagi yang baru mengenal Ubuntu Aplikasi office.., meski tidak mengusung Open Office, masih layak untuk digunakan, mengingat XFCE khan hadir untuk keringanan. Ini juga menandakan bila Open Source tuch ada demikian banyak alternatif, enggak melulu itu..itu azah. Pengaturan dislpay, seperti distro-distro yang laen..., jangan berharap menemukan hal yang memudahkan pengaturan resolusi layar. Otto menggunakan NVIDIA RAM 128, dengan 128 bit, tetep maksimal resolusi 800x640. Menyebalkan, bukankah begitu.... Bagi yang awam...., ini sangat menggoda untuk tidak lagi menggunakan Linux... Cilaka..... Walau XUbuntu telah hadir sedari Ubuntu 5.10 kode Breezy Badger, namun perkembangannya tidak seperti yang diharapkan, karena pada dasarnya setelah Otto rasa, masih lebih baik menggunakan Ubuntu,mengingat fasilitas yang lebih lengkap. Apalagi setelah instalasi Ubuntu 8.04, kecepatan di berbagai lini aplikasi enggak jauh beda. Jadi untuk apa susah-susah menggunakan Xubuntu, bila harus melakukan instalasi banyak hal untuk bisa bekerja dengan nyaman, bila di Ubuntu telah tersedia. Kesimpulan: Xubuntu hampir mengecewakan XFCE karena masih jauh panggang daripada api. Meskipun sebagai desktop alternatif, paling tidak fasilitas umum yang ada pada KDE dan atau Gnome disertakan, tidak sertamerta dihapus yang malah mengganggu. Wassalam
Assalamu'alaikum.... Bismillah.....
Ada-ada azah kelakuan bila pengen menarik perhatian Otto. Sering komputer di toko tuch berulah. Saat Otto sakit..., ada azah yang enggak beres, jadi Otto harus menahan sakit untuk membetulkan dirinya.
Pagi ini berencana meng-up-grade Celeron Otto dari FF ke HH. Motherboard bersedia membaca hardisk, namun tidak bersedia booting, tidak ada GRUB sama sekali..., cuman kelip-kelip kecil di pojok kiri atas monitor. Menggunakan CD-Live HH, hardisk mau kebaca, termasuk file-file system. Mencuba instalasi...
Ini bagian yang enggak Otto mengerti. HH seakan tidak membaca HD, ada pesan kesalahan pada ATA1, menggunakan distro turunan ubuntu apapun. EDHIYAN....
Opo orak mumet....
Putus asa..., Otto nyomot HD yang berisi windust, berharap HD terbaca..., dan alhamdulillah, HD Otto terbaca..., jelas cuman data..., yang EXT3 khan kebacanya enggak dikenali... Satu klik dari Otto, menghancurkan seluruh data di HD :Delete Logical Drive...
Bagoooeeeezzzzz.....
Cuman..., setelah itu...., instalasi HH berjalan dengan normal....
Ada apakah gerangan....???
Ach..., gak masalah..., pokok Ubuntu udah terinstall dan berjalan dengan baik..., untuk data..., tinggal dibalikin azah dari back-up. Beres khan...
Wassalam....
Assalamu'alaikum... Bismillah...  Hai..hallo..., jumpa lagi dengan Toto Suharyanto yang lagi libur dari kerjaan di toko. Seharian ini cuman keluyuran tanpa membawa tustel jadi enggak ada foto yang dibagi. Innalillahi wainnailaihi roji'un  Kabar duka datang dari keluarga Om Korbanlondoireng, setelah sebelumnya beliau juga mengalami musibah. Sungguh Allah menunjukkan kebesarannya di hadapan kita. Sungguh kita bukanlah apa-apa, jadi apa yang hendak kita sombongkan, bila satu-satunya yang sangat berharga ternyata hanyalah titipan: Hidup. Otto termenung sesaat, merenung kembali apa yang telah Otto hasilkan, supaya saat tiba waktunya ada yang dibawa sebagai bekal. Hasilnya: enggak ada apa-apa, bahkan bukan nol, kosong, tidak ada apa-apa. Sungguh Allah mencintai Om Londo. Ini adalah misteri Illahi, tiada seorang pun yang sanggup untuk memecahkannya. Tidak akan ada maju atau mundur barang sedetik, bila tiba waktunya.   Selanjutnya..... Siang tadi, Otto jalan-jalan ke toko buku Toga mas, dengan besar harapan Hardy Heron telah tersedia di sana sebagai bonus dari majalah Info Linux. Taraaaa.......!!! Dia ada di sana, teronggok di tengah kumpulan buku yang belon diatur. Ambil satu, bawa ke kasir, gesek, bawa pulang. Ternyata...., ada bonus Mandriva Spring 2008.1.  He..he...., senangnya hati ini, sekali tepuk mendapatkan 2 distro yang menarik, bagi Otto.  Kendala yang ada adalah:  Dua-duanya DVD, artinya, Otto belon bisa menginstallnya di rumah karena komputer rumah masih menggunakan CD-ROM. Rencananya, DVD tersebut akan Otto pecah menjadi serpihan CD yang bisa diinstall di komputernya Otto.  Selanjutnya..., ada berita kurang menyenangkan lagi. Penjual batagor goreng di hutan kota Malabar selama 3 hari ini enggak jualan. Pindah kemanakah gerangan dirinya...? Teman-teman yang tahu persis keberadaan penjual itu..., mohon PM Otto ya..., pengen nich....  Teruzzz, membayar Speedy melalui ATM  , lalu telpon temin, ngajak makan siang barengan, dia engak bisa karena shift siang  . Yawda..., pulang azah, makan siang di rumah, pake telor rebus. Nasi dan telor rebus thok..... Alhamdulillah masih bisa makan....  Tidur siang, bangun setengah lima, ke toko, memeriksa kondisi, apakah pegawai kerja atau cuman internetan enggak mutu. Ada penugasan baru dari Juragan Perempuan. Toko sepi...., mungkin karena orang-orang masih nganyari MOG (Malang olympic Garden) yang ada Giant Super Mall di dalamnya. Duch.....  Sampai rumah, ngebaca sebentar info linux, ngepost tulisan ini..., lalu bobok. Besok masih kerja... Wassalam.....
Assalamu'alaikum.... Bismillah....
Subuh...., 04:30, terbangun mendadak, karena T-39 berada persis di depan hidung Otto. Menggeliat dengan semarak, menarik napas sebentar, alhamdulillah bisa bangun. Push-up, 5 kali azah...., beranjak menuju kamar kecil, wudhu, sholat.
Bobok lagih....
Bangun dengan tenang pukul tujuh pagi, push-up lagi, 5 kali (juga), menengok jendela, cahaya mentari menerobos dengan leluasa jendela ruang tamu yang lebar. Mengapa selalu indah begitu ya....
Padahal Otto kalo pagi selalu berantakan, enggak indah sama sekali he..he.....
Mandi, pukul 8, boker..., lhadhalah...., banyu (air) mati. Seeeppp....... Nggebyur dengan air apa adanya, koret-koret..... Baguuuzzzz...., syukur syabunnya baru.....
Perjalanan ke toko..., ugh..., ada acara NU di tengah jalan, nutup jalan, jalan muter, jalan macet, biasa..., manusia tidak tahu diri selalu merusak paginya Otto.....
Listrik mati, apalagi berita baiknya selain yang satu ini. Yup..., listrik mati..., syukurnya pertokoan, jadi ada generator. Bisa ngetik tulisan yang enggak bermutu sama sekali ini.
Oh iya..., nanti malem harus isi bensin lagi, enggak ngurus..., tetep ngisi 10 rebu.
Bensin naik, listrik mati, air mampet, gaji tetep, bonus enggak keluar (omzet turun), satu pegawai sakit enggak masuk kerja, akhir bulan Mei masih azah jomblo. Apa lagi yang lebih buruk.....
Wassalam.
NB: Lupa belon sarapan...., beli dulu ach
Assalamu'alaikum.... Bismillah.....
Sungguh, berharap datangnya kedamaian dan ketenangan bagai berharap bertelornya ayam blorok. Namun, tidak ada salahnya berharap..., karena mungkin itu satu-satunya sesuatu yang bisa membuat kita bertahan dalam dunia yang penuh dengan carut marut.
Aku telah duduk di sini selama 8 tahun, terpenjara dalam rutinitas yang kalian sebut pekerjaan. Berbohong, membohongi, onani dengan diri sendiri. Katakan aku baik-baik saja, katakan itu, untuk menyangkal bila aku tidak baik-baik. Katakan aku brengsex, untuk menutupi kerendahan hatiku. Apa yang tampak bukanlah apa yang tampak.
Mungkinkah dengan berbohong, utopia tentang damai akan tergapai. Mungkinkan dengan onani ketenangan bisa diraih, tanpa melukai yang laen.
Andai masing-masing diantara kalian tidak salingmenyapa, tidak saling mengenal, mungkinkah tidak terciptanya senjata yang mematikan. Mungkinkah tidak terciptanya teori-teori yang bisa membunuh.
Propietary ada di sini. Berdiri dengan gagah, berselimut kepongahan. Hanya aku yang boleh mengubahnya, kalian, berdiri saja di sana. Lihat, tunggu dan bayarlah hasil karyaku. Gunakan seperti aku menggunakannya, jangan melihat bagaimana yang lain menggunakannya. Uangmu, untuk satu karyaku. Kau ingin lebih..., bayarlah.... Ada yang salah dengan itu.... Tidak..... Karena kamu tidak bisa membuatnya..... Jadi...., bayarlah......
Di sana, Open Source menggeliat. Berteriak lantang. Hentikan mencuri. Kami sediakan apa yang kamu kehendaki. Ambillah diriku, peluk diriku, nikmati tubuhku. Engkau bisa membuatnya, sekehendak dirimu. Atau hal ini malah membuatmu tak menentu. Karena kamu terbiasa menerima, tanpa berpikir bagaimana membuatnya. Aku tahu bagaimana rasanya terpenjara. Beku di sudut ruang gelap tak bertepi. Aku disini.., rasakan kebebasanmu.
Demikian kami katakan "Software proprietary hanya ditujukan bagi user yang ingin memakai saja. Artinya, user tidak berhak untuk mengembangkan aplikasi tersebut, dan harus membayar mahal untuk lisensi updatenya"
Ini pula yang kami katakan "Sedangkan open source, user dimungkinkan untuk mengembangkan aplikasi lebih lanjut apabila ia mengetahui service code-nya. Jadi, user tidak hanya memakai tetapi juga dimungkinkan untuk ikut serta dalam pengembangannya"
Kalian yang memilih. Kalian adalah pasar. Walau bagaiamanapun, kami adalah yang terbaik bagi kalian. Karena inilah, kami kalian benturkan. Tiada guna, karena kami berdiri pada kaki kami masing-masing. Karena kalian adalah pasar.
Wassalam
NB: Lagi bingung hendak nulis apa, tapi pengen nulis, luar biasa khan...., memaksa otak sedemikian hingga...
Assalamu'alaikum... Bismillah.... !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) Semakin hari semakin kurasa bila hidup ini menjadi seperti robot. Rutinitas ya itu-itu azah. Bobok, bangun, kerja, bobok lagi. Masih bersyukur memiliki kerja. Pas sekolah dulu enggak kepikiran bila hidup itu ternyata membosankan. Apakah emang Otto yang membikin hidupnya jadi membosankan, ataukah Otto di harapkan menemukan hal-hal yang tidak membosankan..? Entahlah.... Menengok kebelakang juga tampak bahwa yang dialami juga itu-itu azah. Adakah yang laen...? Enggak ada tuch.... Berhenti mengeluhkan hidup robotik, mari mengeluh yang laen. Teknologi broadband membawa cakrawala baru dalam dunia hiburan. Walaupun demikian, karena di Indonesia sewa broadband masih cukup tinggi, maka belum bisa diharapkan akan baiknya mutu siaran streaming yang menggunakan jalur broadband. Namun cukuplah untuk dinikmati saat di ruang kerja tidak ada layanan televisi Berikut, Otto tuliskan alamat TV Streaming Indonesia yang sudah Otto coba:
| Televisi | URL | Windows | Linux | Metro TV
| rtsp://202.58.181.190/broadcast/metro
| - Media Player Classic (disarankan) - Real One Player | - MPlayer (Ubuntu) | | Trans TV | rtsp://202.58.181.190/broadcast/trans | - Media Player Classic (disarankan) - Real One Player
| - MPlayer (Ubuntu) | SCTV
| rtsp://202.58.181.190/broadcast/sctv | - Media Player Classic (disarankan) - Real One Player
| - MPlayer (Ubuntu)
| | RCTI | rtsp://202.58.181.190/broadcast/rcti | - Media Player Classic (disarankan) - Real One Player
| - MPlayer (Ubuntu)
| | Global TV | rtsp://202.58.181.190/broadcast/global | - Media Player Classic (disarankan) - Real One Player
| - MPlayer (Ubuntu)
|
Mengeluh-mengeluh....
Manusiawi kan..., atau tidak..... Enggak tahulah..... Wassalam....
| |