Toto's posts with tag: tulisan gak mutu
Assalamu'alaikum..... Bismillah.... Haidyuh....., alhamdulillah jas hujan selalu ada di bagasi Mio, bila tidak, bisa basah kuyup nich. Pas masih di jalan, kok ya mak bresss...., air tertumpah dari langit nan kelabu. Sedikit basah sich..., lha wong turunnnya tanpa woro-woro, langsung bress gitu.... Semoga yang di pilem "The Day After Tomorrow" enggak terjadi dalam 25 tahun ini. Ngeri booo, bila orang China berduyun-duyun ke selatan... Judul enggak nyambung dengan paragraf pembuka..., emang sengaja....  Terhitung semenjak tanggal 13 Agustus 2008, Otto secara resmi menggunakan Kartu Halo dari Telkomsel sebagai salah satu bagian dari alat komunikasi Otto. Kartu Halo ini Otto pasangkan dengan Sony Ericsson G502 dan difungsikan sebagai koneksi internet, menggantikan Speedy. Seperti yang Otto tulis pada bagian ini, sekarang total menggunakan Halo. Harapan ternyata harus tenggelam padan kenyataan. Masih bisa tersenyum, karena menyadari di mana Otto hidup dan bekerja. Sadar sepenuhnya...  Pada posting sebelum ini, Om Edwin menanyakan apakah koneksinya bagus. Otto jawab dengan postingan ini. Monggo diperhatikan gambar berikut: Itu yang Otto dapatkan. Supaya berimbang, Otto sampaikan juga peralatan yang Otto gunakan: Komputer : Celeron, CPU 733, RAM 512OS : Ubuntu Hardy HeronPonsel : Sony Ericsson G502Bluetooth : ESS-3883G/UMTS : Tertera pada layar ponselOperator : Telkomsel - Halo Bebas AbonemenPaket : Unlimited 256 kbps (nyuba yang murah, cuman 125 rebu sebulan) Wassalam
Assalamu'alaikum... Bismillah.... Setelah bergumul dan bergulat dengan segala kesenangan dan kegembiraan yang dibalut ama sedikit bumbu kebingungan, Otto berhasil melakukan konfigurasi dial-up telkomselflash menggunakan Soner G502 Otto. Yang lebih menyenangkan lagi adalah, Otto juga berhasil membuat komputer Celeron dengan distro Ubuntu tersebut menjadi router. Seneng..., aseli seneng.... Karena tidak memiliki ilmunya, maka Otto harus keluar masuk forum Linux serta ubuntu forum untuk mendapatkan ilmunya. Dan inilah hasilnya... Pertama, kita mendeteksi adanya ponsel yang hendak kita jadikan modem dengan perintah: ~$ sudo hcitool scan Maka akan kita peroleh daftar ponsel yang kita cari. Otto mendapatkan alamat MAC G502 Otto "00:1E:DC:EA:B0:BE" yang jelas berbeda dengan ponsel Anda. Langkah selanjutnya adalah melakukan editing pada file rfcomm.conf. Perintah yang diberikan melalui jendela terminal: ~$ sudo gedit /etc/bluetooth/rfcomm.conf Dan inilah hasil editing pada Celeron. Bisa disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang Anda peroleh di lapangan... # # RFCOMM configuration file. #
rfcomm0 { # Automatically bind the device at startup bind yes;
# Bluetooth address of the device device 00:1E:DC:EA:B0:BE; <-- Alamat MAC # RFCOMM channel for the connection channel 1; <-- Chanel yang kita peroleh dari perintah ~$sudo sdptool browse 00:1E:DC:EA:B0:BE # Description of the connection comment "Toto"; } Lalu....., kita lakukan editing pada wvdial.conf. Perintahnya... ~$sudo gedit /etc/wvdial.conf Dan inilah hasilnya... [Dialer Toto.BT] <-- untuk koneksi menggunakan Bluetooth Modem = /dev/rfcomm0 Phone = *99# Username = '' <<-- blank, permintaan dari Telkomsel, bisa disesuaikan dengan operator Password = '' <<-- blank, permintaan dari Telkomsel, bisa disesuaikan dengan operator New PPPD = yes Dial Command = ATDT Baud = 1381800 Dial Command = ATDT Init1 = AT Init2 = ATZ Init3 = ATM0 Init4 = at+cgdcont=1,"ip","internet" <<-- "internet" adalah apn, bisa disesuaikan FlowControl = crtcts Modem Type = USB Modem
[Dialer Toto.Cab] <<-- bila ingin koneksi menggunakan kabel data Modem = /dev/ttyACM0 Phone = *99# Username = '' Password = '' # New PPPD = yes # Dial Command = ATDT Baud = 1381800 Dial Command = ATDT Init1 = AT Init2 = ATZ Init3 = ATM0 Init4 = at+cgdcont=1,"ip","internet" # FlowControl = crtcts Modem Type = USB Modem Selesai dah.... Tinggal manggil azah..., apa kebutuhannya Semisal karena kondisi baterai tinggal dikit, ya..., koneksi menggunakan kabel data azah: ~$wvdial Toto.Cab Bila pengen pake bluetooth, ya ubah sedikit: ~$wvdial Toto.BT Untuk menghentikan hubungan, berikan azah perintah CTRL+C di jendela yang sama, selesai dah. Untuk menjadikan router, tulisannya laen hari azah ya.... Semoga membantu Wassalam
Bahan bacaan: 1. Forum Linux 2. Forum Ubuntu
Assalamu'alaikum... Bismillah... Duduk tercenung di depan monitor, merenung tulisan teman-teman pembaca di tulisan Otto sebelum ini. Mudah karena terbiasa adalah inti dan kesimpulan dari komentar yang ada. Otto sepakat sepenuhnya dengan hal tersebut. Hal tersulit dari melakukan sesuatu adalah memulainya, meski teramat sangat kecil sekalipun. Bila awal dulu Otto udah kenal dengan Mac, sebelum kenal dengan Windows, bisa jadi akan menilai Windows itu mah katrok, enggak elegan sama sekali, ngirit dan pelit banget. Bila Linux sudah matang seperti windows saat ini saat awal kenal komputer, bisa jadi Otto akan melihat DOS itu adalah sesuatu yang aneh, yang tidak bisa dibanggakan sama sekali. Kebiasaan... Otto akui, memang masih sangat lebih mudah menggunakan Windows, dengan segala kerumitan yang ditimbulkannya. Aplikasi pendukung yang free sudah semakin banyak untuk Windows, dan Otto berterimakasih untuk para pembuatnya. Saat ini, bagi sebagian pengguna PC, operating system di luar Windows adalah alternatif saja, karena berbagai alasan. Bagian terberat adalah memulai sesuatu. Sulit bagi Otto untuk menulis secara netral, karena walau bagaimanapun, hingga awal 2007, Otto adalah pengguna bajakan. Itu artinya selama 15 tahun menggunakan piranti lunak bajakan untuk bekerja dengan komputer. Hingga menelan pil pahit, terjaring operasi dari kepolisian. Kapok...??? Mungkin tidak, karena masih banyak dari yang bajakan itu yang Otto butuhkan dan belum menemukan yang setara dari yang tidak berbayar. Sekali lagi karena kebiasaan. Pengolah gambar, syukurnya sudah banyak yang free. Sound editor juga sudah banyak yang free. Aplikasi konverter juga ada yang free. Untuk keperluan toko, Otto sangat bersyukur, demikian banyak yang free, jadi tidak sulit untuk menginstallnya di komputer. Yang agak sulit dulunya adalah membiasakan karyawan toko dengan aplikasi tersebut. Meski jauh-jauh hari Otto sudah menggunakan aplikasi tersebut untuk belajar saja, tetap saja kesulitan untuk menurunkan ilmu kepada para karyawan, hingga hanya dasarnya saja yang Otto berikan, untuk improvisasi Otto serahkan sepenuhnya kepada mereka. Dan ternyata itu malah lebih berhasil, daripada Otto jelaskan panjang lebar. Satu hal yang mengganggu adalah, pendaftaran windows yang hanya berlaku sebanyak 5 kali, dan setelah itu membutuhkan validasi lagi. Hal yang merepotkan, dan itu menimpa komputer Celeron tempat Otto bekerja. belajar dengan instalasi, lalu un-install, dan seterusnya dan seterusnya membuat sampah yang sangat banyak di registry-nya Windows, dan itu memperlambat kerja. Hasilnya adalah format dan install lagi, dan mulai dari awal lagi. Hanya dalam setahun, disk windows tersebut sudah tidak valid lagi. Beli lagi adalah buang uang tiada guna. Karena itu Otto mulai melirik Ubuntu, dan mulai belajar menggunakannya Benar adanya. Yang terberat dan tersulit adalah melakukan migrasi. Otto akui..., secara licik, di luar urusan editing situs, Otto menggunakan Ubuntu, sedangkan untuk editing situs, dengan terpaksa Otto berpindah ke windows. Semoga nantinya ada aplikasi editor yang setara dengan dreamweaver di Ubuntu. Bekerja dengan was-was tidak baik untuk kesehatan jiwa. Otto kini memang "sedikit" terbiasa dengan Ubuntu, meski perilaku windows masih saja ada. Semoga ke depan..., Otto bisa sepenuhnya menggunakan Ubuntu, sebagaimana Otto menggunakan Windows dulunya Wassalam
Assalamu'alaikum.... Bismillah....  Pagi yang cerah..., dan senyum di bibir merah..., waduh..., penggalan lagunya Chrisye (Alm) mengenai pagi yang cerah terngiang di otak nich, meski Otto belon merasakan pengalaman malam pertama yang sesungguhnya. Sesungguhnya yang menemani Otto mengetik tulisan ini adalah lagu rock tahun '80-an dari musisi manca negara, macam Meat Loaf, Deff Lepard, Queen, Skid Row, Van Hallen and many more. Yang sarapan..., selamat menikmati..., yang lagi baca koran..., monggo sambil nyruput kopinya. Lagu yang bersemangat, meski kadang isinya tuch ngenes. Mendengarkan lagu yang diputar melalui pemutar Winamp adalah pilihan tersendiri di kala mengerjakan tugas menggunakan komputer. Otto yakin bila para pembaca Goeboeg ini akrab dengan komputer, kotak pintar di hadapan Anda-Anda sekalian ini. Namun kotak ini tidaklah ada artinya tanpa nyawa yang bernama Operating System.  Dulu..., dulu sekali, saat jaman Otto masih SMP, perkenalan dengan komputer pertama kali masih menggunakan DOS (Disk Operating System) menggunakan disk tipis yang lebar itu, yang berbunyi mendesah-desah saat beroperasi. Beberapa tahun kemudian disk besar tersebut mengecil, masuk ke dalam disk kecil kapasitas 1,4 Mega Byte. Iyah bener..., 1,4 MB saat itu udah sangat besar, dan operating system yang digunakan udah Windows ver.3.1.1. Tampilannya udah lebih nyaman di mata, dengan beberapa perintah yang tinggal klik. Yakin dech..., jaman itu enggak kenal sama sekali dengan kata bajakan. Pokok pakai. Teman-teman yang sebaya dengan Otto mungkin mengalaminya jugah. Kisaran tahun 1995, Otto mendengar sebuah operating lain, yang menyerupai dengan DOS, menggunakan perintah text untuk menjalankan komputer, namanya Linux. Jelas bukan apa-apa dengan kerepotan yang ditimbulkan bila dibandingkan dengan operating system Windows '95 saat itu. Tahun-tahun berikutnya adalah tahun-tahun menyenangkan, berkenalan dengan gadis binal nan liar tak terkontrol bernama " Virus" Virus jaman itu tidak semengerikan jaman sekarang. Kini..., setelah lelah dengan segala razia dan tetek-bengeknya, Otto memilih hal yang masih dianggap aneh. Lagi-lagi, bagi kebanyakan dari kita, hal yang baru dan tidak lumrah adalah aneh, Otto menggunakan Linux, masih tidak lebih dan tidak kurang dari Otto menggunakan Windows, masih menjadi operating system saja. Tidak seperti jaman kita-kita yang kenal operating system itu-itu azah, sekarang udah ada pilihan untuk operating system sebuah komputer. Dan bagi lingkungan pendidik (sekolah, keluarga dll) yang udah melek komputer, adalah kewajiban bagi mereka untuk memperkenalkan secara dini operating system-operating system tersebut. Dan yang lebih utama adalah yang halal, bukan yang haram. Yang orisinal, bukan yang bajakan. Dulu..., mungkin sekarang masih, teman-teman yang sekolah yang terkait dengan komputer tentu kenal dengan yang namanya assembler. Assembler juga merupakan bahsa yang bisa dipahami oleh prosesor. Dengan menggunakan assembler, kita bisa tahu isi dan struktur dari sebuah komputer. Operating system yang bagus, semestinya juga menyertakan hal ini, tanpa rumit-rumit. Dan itu bisa ditemui di Linux. Nach..., mulai dech masuk pada pokok pembicaraan. Banyak diantara kita yang sayang membelanjakan segepok rupiah untuk membeli suatu operating system, lebih baik beli yang murah, meski itu bajakan, karena berpikir hanya digunakan untuk keperluan rumahan. Bagi Otto pribadi..., itu adalah cara berpikir yang keliru saat ini. Bila cara berpikir itu tahun '90-an, mungkin masih Otto anggap sah-sah saja, karena belon ada operating system alternatif yang mudah penggunaanya selain windows yang berbayar.  Mengapa Linux...? Sebuah tanya, dengan sekian banyak jawab, tinggal pilih. Otto jawab ya, beberapa azah.. Lupakan tentang virus... Yup..., saat ini, lupakan tentang virus dan kerabatnya. Tentu di Linux, sebagai operating system ancaman adanya virus tidak tertutup, alih-alih terdengar "Baiklah, tidak terlalu sering khan.." namun akan terdengar lebih sebagai "Bila kamu benar-benar mendapati virus di Linux, sampaikan kepada kami". System operasi Linux memiliki cara instalasi yang lebih aman tinimbang windows, hingga yakin dech, virus tidak akan misa melakukan instalasi dirinya sendiri, layaknya kejadian di windows. Stabil, amat stabil...Sekalli kita install Linux di komputer kita, bila masih kita gunakan selama 5 tahun lagi, maka kecepatan proses tidak akan jauh berbeda saat awal kita gunakan setelah isntalasi, meski sudah sekian aplikasi kita installkan ke dalamnya. Linux penjaga komputer Anda.... Pengalaman Otto sendiri nich. Semenjak marak penggunaan removable media, ancaman terhadap kemanan windows meningkat teramat sangat tajam. Trojan, worm, adware, spyware, sebutkan saja apa yang terlintas akan dengan mudah menginfeksi windows. Karena itu, Otto harus melakukan pencegahan akan hal itu dengan melakukan kerjaan yang sangat menyita waktu, yang semestinya bisa digunakan untuk hal yang laen. Install, firewall, install antivirus, install anti ad-aware, install firefox, dan cerewet kepada para karyawan mengenai bahaya yang bisa ditimbulkan bila teledor. Dengan Linux, sekali install operating system..., udah..., tinggal mengerjakan yang lain. Gratis, halal dan thoyib....Ha..ha......, ini dia yang seeep....... Untuk windows home edition, di Malang, dibandrol kisaran 800 rebu rupiah. Yang didapatkan hanyalah sebuah operating system.... Mau..?? Bebas...Linux dan aplikasi "Open Source" adalah "bebas". Artinya, lisensi mereka adalah "lisensi bebas" dan kebanyakan dari mereka malah GPL (General Public License). Status dari lisensi model ginian adalah kita bebas mendistribusikan, bebas "mengintip" isi aplikasi, bebas merubah isi dari aplikai tersebut lalu mengedarkannya, selama masih dalam koridor GPL. Apa sich keuntungan kita dengan kebebasan ini. Saat ini mungkin belum terasa, namun coba tahun-tahun-tahun ke depan, dikala harga aplikasi berbayar semakin tidak terjangkau, razia bajakan semakin menggila (mungkin bisa mencapai pengguna rumahan), maka kebebasan inilah yang akan menguntungkan kita. Lengkap...Serba ada, dan itu hanya dalam satu keping disc kapasitas 750 Mega Byte. Melakukan instalasi windows adalah langkah awal dari sekian langkah yang buang-buang waktu dan tenaga yang berharga. Install anti-virus, install anti ad-aware, install aplikasi perkantoran (pengolah kata, spread sheet, aplikasi presentasi), pengolah gambar, instant messenger. Otto membutuhkan waktu sekitar 1 jam 45 menit untuk melengkapi itu semua. Dengan Linux, install selama 30 menit, lalu langsung bisa mengerjakan administrasi toko. Up-date hanya dengan satu "klik"Windows menyediakan up-date yang bagus untuk dirinya. boleh dikatakan, masih yang terbagus. Lalu..., bagaimana dengan aplikasi yang terinstall di dalamnya. Ini dia yang bikin repot. Sekian banyak aplikasi terinstall, maka sekian banyak pula "klik" up-date yang harus dilakukan. Semoga tikus kita sehat.... Dengan Linux, apa yang terisntall di dalamnya, dapat dengan mudah kita lakukan up-date, dengan satu menu up-date yang terintegrasi. Mudah.... Mengapa beli, bila ada yang gratis...Yang gratis..., yang gratis..... Itu bila kita menggunakan Linux. Dalam satu keping disk, kita akanmendapatkan kebutuhan mendasar dari komputer kita. Bila membayar, paling cuman untuk membeli disk kosong untuk menggandakan Linux dari teman kita. Ech..., udah jam 7 pagi...., saatnya mandi, karena hendak keluyuran pagi.... Sebenarnya masih banyak yang hendak Otto copas, hanya karena keterbasan waktu, jadi silakan para pembaca langsung menuju alamat yang Otto tulis di bawah itu. Wassalam.... NB: Ide tulisan ini berasal dari pembicaraan Otto dengan A'an. A'an ingin memperkenalkan komputer kepada anaknya. Otto menyarankan menggunakan Linux untuk hal tersebut, dan tentu saja disambut dengan tawa sinis-meremehkan (hal yang udah biasa Otto terima). Otto jelaskan kepadanya, bahwa anak tuch amanah yang harus di jaga, jangan di isi dengan hal-hal yang terkait dengan bajakan. A'an menjawab dengan tangkas, khan masih kecil, enggak tahu itu bajakan atau bukan. Urusanya nanti kalo dia udah mengerti. Dari sini Otto hanya tersenyum. Karakter karyawan adalah harus melihat bukti, bukan sekedar kata. Tanggung jawab Otto sebagai atasan untuk mencontohkan yang baik kepada karyawan, dan salah satunya adalah Linux, meski sering-sering sulit, karena kebiasaan dengan kemudahan yang diberikan windows. Mereka tidak tahu betapa sulitnya sebenarnya merawat windows itu. Sekali install Linux, baik orang tua maupun anaknya bisa belajar dan bermain bersama, tanpa bayang bajakan atau ori. Mengenalkan komputer melalui Linux sedari dini, akan membuat anak kritis dan tidak mudah menyerah bila menghadapi masalah. Link terkait dengan tulisan ini: 1. Why linux is better2. Why Linux will always better3. Top 10 reasons why LinuxImage taken from 1. For Tux2. Image mengapa Linux3. DOS4. Jamuan pagi hari.
Assalamu'alaikum.... Bismillah... Hai..hai....., pembaca setia Goeboeg Otto, aseli..., Otto kangen menyapa kalian, kangen gaya ngintip kalian. Mohon ma'af..., beberapa hari ke depan belon bisa nge-post dikarenakan koneksi yang masih dudul dan dibatasi. Ini lagi usaha untuk mendapatkan koneksi independen yang bisa diandalkan. Mana KTP belon Otto urus pulah..., payah nich Otto....  Wokeee...., kemarin tuch Otto ngingetin karyawan yang tugasnya ngurus pajak, khan udah lebih dari tanggal 20. Otto: " Yek opo, An..., pajek-e wis dibayar po hurung..??"A'an: "Nyantai ae Mas, sampek tanggal 30 kok. Terus khan sangsi dihapuskan..he.he..."Otto: " iyo yo.... Saking negoro kangelan enthuk pendapatan, nganti pajek wae rak ono sangsi. Dhuwite akeh dibuang percuma mbayar anggota DPR/D. Padahal wis suwe tak wanti-wanti..., anggota dewan kuwi gajine cukup 2 kali UMR wae."A'an: "Alah mas To..., gaji sak ono ae korupsi, opo manech UMR" dengan tawa sinis.Otto:" An..., korupsi ki hudu perkoro gaji, korupsi ki perkoro moral. Di gaji piro wae, lek gak ndhuwe moral korupsi, yo rak korupsi. Digaji podho gedhene karo pengeluaran negara, tetep wae korupsi. Koyok awakmu kabeh ning kene iki. Gaji UMR..., yo rak onok sing korupsi.Didik: " Bener mas To. Dadi moral-e dhisik sing digenahno..."Otto: " Cuman..., sayange sing dadi conto orak adoh-adoh moral-e soko sing kudu nyonto. Wis, pancen lingkaran setan sing awet."Itulah sekelumit percakapan sore kemarin. Ada bagian yang Otto edit karena bisa menimbulkan kemarahan beberapa pihak. Cari aman azah...  Korupsi adalah masalah moral. Bila moral yang terbentuk tidak kenal yang namanya korupsi, maka tidak akan ada itu korupsi. Korupsi berawal dari hal yang sangat kecil. Korupsi waktu adalah yal yang sering kita temui. Pada saat jam kerja, masih banyak para pegawai negeri yang membaca koran di mejanya. Itu adalah salah satu bentuk korupsi waktu. Dan ini adalah awal dari korupsi yang lebih besar. Pendidikan moral terkadang dikaitkan dengan pendidikan agama, pengenalan kepada Tuhan, yang tidak tidur yang mengawasi kita sepanjang hayat kita. Di banyak negara yang sekuler, moral terlepas dari agama, namun mereka menerapkan kode yang bila di telisik lebih jauh, berdasar dari ajaran agama pula. Di negara kita tercinta, masih sangat sulit untuk mengkombinasikan ajaran agama di sekolah hingga bisa terkait dengan kehidupan sosial-bermasyarakat. Saat mereka di pesantren, mereka demikian tekun menjalankan beberapa perintah agama, namun sering saat mereka bersepeda motor tanpa mengenakan helm, atau membuang sampah sembarangan. Ironis. Agama hanya menjadi pelengkap KTP bagi sebagian besar pemilik KTP Indonesia. Tidak benar-benar mereka jalankan. Hal-hal kecil memang sering tidak diperhatikan, namun hal yang besar tidak akan terjadi tanpa dimulai oleh yang kecil. Teramat disayangkan, sebuah negara yang memiliki segalanya menjadi miskin dikarenakan orang-orang yang bermoral bejat mengurus negara dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya. Sementara mereka yang bermoral tinggi terpuruk dalam keterpasungan, di kotak-kotak dalam penjara yang tak nampak. Udah ach..., semakin ngglambyar nanti tulisannya.... Wassalam....
 | Done | Jul 16, '08 12:24 PM for everyone |
Assalamu'alaikum... Bismillah... Alhamdulillah..... Selesai lagi satu tugas Otto, membuat pesanan Pak Faizal (juragan lanang), forum untuk SCA-Cellular. Tugas telah dilaksanakan. Menggunakan CMS phpBB versi 3, Otto tempatkan di sub-domain: http://forum.sca-cellular.com. Selanjutnya, terserah juragan, hendak dibuat seperti apa, yang pasti, Otto sudah sampaikan bahwa untuk merawat forum ini Otto tidak mampu (tapi administrator masih Otto pegang), dikarenakan pekerjaan di sca-cellular (wap, news portal, online shop, data base, download area) masih keteteran. Wassalam...
Assalamu'alaikum..... Bismillah.... Internet adalah sebuah media atau alat bantu yang perkembangannya sangat cepat, bukan lagi perkembangan secara evolusi, namun udah bisa dikatakan sebagai revolusi, dimana jarak bukan lagi jadi masalah bagi penggunanya. Sebagai sebuah alat, maka fungsi dan kegunaanya sangat tergantung dari para penggunanya. Sebuah parang, alat, bisa digunakan untuk memangkas ranting atau menebang pohon bambu, di satu sisi, dan bisa digunakan sebagai alat jagal di sisi yang lain. Apa yang tidak bisa kita peroleh menggunakan media bernama internet. Internet bagi yang baru kenal, bisa menimbulkan rasa ingin tahu, dan rasa ingin tahu itu bisa ke arah yang baik dan bisa pula ke arah yang buruk. Otto saat pertama kenal internet, sekitar tahun 1997, saat itu kecepatan untuk donlot masih satuan KBps, bukan belasan seperti sekarang, dan itu udah top-markotop (dari mas Basuki Alm, Pelawak). Pertama yang dilakukan jelas surfing dengan disambi sembarang kalir karena kecepatan yang teramat sangat bekicot. Tahun 2000 mulai menjelajah ke area merah, dan lebih banyak chatting daripada petting. Sekarang..., yang terkait dengan browser sepertinya udah Otto lakuin. Di luar browser, seperti hack dan crack belon Otto pelajari. Area merah, hijau, putih dan banyak warna pelangi udah Otto rasakan. Seiring berjalannya waktu, layanan yang memanfaatkan internet semakin berkembang, dan salah satunya adalah blog ini. Blog, atau ada pula yan gmenyebutnya Weblog, merupakan istilah yang pertama kali "ditemukan" oleh john Barger pada bulan Desember 1997. john Barger menggunakan istilah Weblog (dari web + log) untuk menyebut website-website yang berupa catatan harian seorang websurfer (serupa dengan Captain's Log dalam sebuah pelayaran).Blog pertama kemungkinan besar adalah halaman "What's New" pada browser Mosaic yang dibuat oleh Marc Andersen pada tahun 1993. Bila pembaca masih ingat, Mosaic merupakan browser pertama sebelum kehadiran Internet Explorer, bahkan sebelum muncul Netscape. Kemudian pada bulan Januari 1994, Justin Hall memulai website pribadinya yang bernama Justin's Home Page. Tak lama kemudian, website tersebut berubah menjadi "Links from Underground" yang mungkin dapat disebut sebagai blog pertama seperti yang dikenal saat ini. Taken from Majalah Chip, Spesial Blogging.
Membuat blog adalah sangat mudah saat ini. Kita tinggal mendaftar, maka kita akan segera memperoleh akun sesuai yang kita minta. Namun, sangat sulit untuk mengisi dan menjaganya tetap hidup. Seperti layaknya peliharaan, maka blog pun bisa mati bila kita tidak melakukan perawatan secara rutin. Pada bagian inilah yang menuntut perjuangan sangat keras dari pemilik blog. Blog yang terawat akan tampak demikian hidup dengan salah satu acuannya adalah jumlah pengunjung, bahkan jumlah pemberi komentar. Namun itu bukan merupakan patokan, karena terkadang pemilik blog hanyalah seorang penghobi untuk menulis segala sesuatunya di blognya, jadi dia tidak terlalu perduli dengan mereka-mereka yang memberi komentar atau berkunjung. Terkadang jalan singkat dipilih untuk meramaikan blog kita, yang terkadang mengganggu pihak lain. Internet adalah media yang seakan tanpa batas, tanpa aturan, namun sesungguhnya di sana ada banyak aturan. Copy-paste adalah salah satu jalan singkat untuk meramaikan blog. Ada banyak alasan mengapa melakukan copy-paste. Salah satunya adalah menyebarkan tulisan orang laen di dalam grup kita. Contoh sederhana adalah copy-paste tulisan atau artikel dari wordpress ke multiply, atau sebaliknya atau model seperti itu. Hal tersebut adalah sah-sah saja, selama mengikuti etika "bermasyarakat" Di dalam penulisan blog, sangat wajar bila ego pemilik blog berbicara, bahkan untuk copy-paste sekalipun. Comot sedikit, ubah sedikit, tambahi dengan berbagai bumbu, supaya lebih nikmat dan lezat serta enak dipandang, namun tetap saja akan ada yang tahu bila tulisan tersebut "mengambil" dari suatu sumber. Sumber inilah yang semestinya dicantumkan. Tulisan Om Poetoe, menggaris bawahi penulisan sumber. Hal yang paling berat adalah menghilangkan ego, dan menghargai orang lain. Bagi Otto, ini hal yang mudah saja, karena sedari awal udah menjadi pakem bagi Otto untuk copy-paste, hingga ada julukan "SCP", Sarjana Copy Paste. Jadi malu dengan gelar itu....??? Walach....., siapa sich yang kenal Otto, enggak ada...., jadi enggak ada reputasi yang musti dipertahankan. Copy-paste, yang kemudian disingkat menjadi copas seakan hal yang lumrah bagi Otto. Memberikan kredit kepada penulis yang tulisannya Otto jadikan referensi dan copas menjadi kebiasan. Kembali ke tulisan Om Poetoe. Beliau menulis posting tersebut mungkin dalam kondisi jengkel yang teramat sangat, bahkan mungkin marah, hingga menulis "Mental Orang Indonesia". Sedikit rasa tidak nyaman membaca judul tersebut, karena itu seakan bermakna "Mental Semua Orang Indonesia", padahal hanya sebagian kecil saja. Masih teramat sangat banyak mereka-mereka yang bermental mulia di negeri ini, yang sayangnya tertutupi oleh mental-mental bobrok. Jadi, mungkin bagi para pembaca, mohon dipahami bila seorang blogger sedang marah, terkadang tulisannya menghakimi. Otto bisa memahami sepenuhnya kejengkelan Om Poetoe melihat sekilas kondisi blog yang kebetulan beliau amati. Pemilik blog tersebut berusaha supaya blognya bisa berisi dan agak berbobot, dengan seakan-akan menulis sesuatu yang orisinil, namun malah menabrak dinding etika dalam bermasyarakat di dunia maya. Tulisan Otto yang orisinal tidak ada, karena Otto akui, akan selalu ada bagian dimana tulisan pihak lain mewarnai, entah sedikit, entah banyak akan selalu ada, karena kemampuan Otto untuk merangkai tulisan sangatlah rendah, jadi harus dibantu oleh tulisan yang laen. Bila ada pihak lain yang kemudian melakukan copas dan bersumber dari tulisan Otto, andai saja....., dan tidak mencantumkan nama Otto di sana...., ya silahkan azah......, selama masih menyebutkan sumber-sumber di mana Otto mengutip kata dan kalimatnya. Tidak jelek melakukan copy-paste, namun alangkah lebih baiknya bila kita mewarnai sumber penulisan tersebut dengan pemikiran kita sendiri, atau pemikiran kita yang didasari atas sumber pihak laen sebagai kerangka berpikir. Bila Anda menghargai diri Anda dan orang laen, maka orang laen pun akan menghargai Anda. Wassalam... Sumber penulisan: 1. Blog Putu Permana2. Majalah Chip
Assalamu'alaikum... Bismillah....
Ini jugah dari milis, cuman karena Otto males meng-Indonesiakan, jadi copas azah aselinya. Udah banyak sebenarnya tulisan yang nadanya serupa, cuman kok ya gak kapok-kapok gitu lho, tetep azah membandel.
Silakan, yang bisa bahasa Indonesia, tolong Indonesiakan ya.....
Makasih....
Subject: Problems with my new computer
Dear Mr Bill Gates, We have bought a computer for our home and we have found some problems, which I want to bring to your notice
1. There is a button 'start' but there is no 'stop' button. We request you to check this.
2. We find there is 'Run' in the menu. We request you to change that to 'sit', so that we can click that by sitting.
3. One doubt is whether any 're-scooter' is available in system? I find only 're-cycle', but I own a scooter at home.
4. There is 'Find' button but it is not working properly. My wife lost the door key and we tried a lot trace the key with this ' find' button, but was unable to trace. Please rectify this problem.
5. My child learnt 'Microsoft word' now he wants to learn 'Microsoft sentence', so when you will provide that?
6. I bought computer, CPU, mouse and keyboard, but there is only one icon which shows 'My Computer'; when you will provide the remaining items?
7. It is surprising that windows says 'My Pictures' but there is not even a single photo of mine. So when will you keep my photo in that.
8. There is 'Microsoft Office' what about 'Microsoft Home'? since I use the PC at home only.
9. You provided 'My Recent Documents'. When you will provide 'My Past Documents'?
10. You provide 'My Network Places'. For God Sake! Please do not provide 'My Secret Places'. I do not want to let my wife know where I go after my office hours.
Regards, Banta Singh
Last one to Mr Bill Gates : Sir, how is it that your name is Gates but you are selling WINDOWS?
Wassalam....
Assalamu'alaikum..... Bismillah....
Ada-ada azah teman-teman di milis ini. Entah dia dapet dari mana, cuman Otto membacanya dipaksa untuk tersenyum.
Huahahaaaa.......
Apakah Otto bekerja pada orang bodoh, ataukah Otto bodoh sehingga tidak tahu bila dirinya bodoh dan tidak mengambil sikap sebagai orang bodoh. Bodoh-pinter, apa sih bedanya...???
He..he......
Silakan di baca, sambil tersenyum azah, tidak usah serius, kalo serius nanti bisa-bisa kita akan menjadi orang pinter....., atau bodoh...... atau apalah........ Ha..ha.........
ORANG BODOH AKHIRNYA PEGANG PERANAN
1. Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya dia bisnis. Agar bisnisnya berhasil, tentu dia harus rekrut orang Pintar. Walhasil Boss-nya orang pintar adalah orang bodoh.
2. Orang bodoh sering melakukan kesalahan, maka dia rekrut orang pintar yang tidak pernah salah untuk memperbaiki yang salah. Walhasil orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk keperluan orang bodoh.
3. Orang pintar belajar untuk mendapatkan ijazah untuk selanjutnya mendapatkan kerja. Orang bodoh berpikir secepatnya mendapatkan uang untuk membayari proposal yang diajukan orang pintar.
4. Orang bodoh tidak bisa membuat teks pidato, maka disuruh orang pintar untuk membuatnya.
5. Orang Bodoh kayaknya susah untuk lulus sekolah hukum (SH). Oleh karena itu orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk membuat undang-undangnya orang bodoh.
6. Orang bodoh biasanya jago cuap-cuap jual omongan, sementara itu orang pintar percaya. Tapi selanjutnya orang pintar menyesal karena telah mempercayai orang bodoh. Tapi toh saat itu orang bodoh sudah ada diatas.
7. Orang bodoh berpikir pendek, untuk memutuskan sesuatu dipikirkan panjang-panjang oleh orang pintar, walhasil orang orang pintar menjadi staffnya orang bodoh.
8. Saat bisnis orang bodoh mengalami kelesuan, dia PHK orang-orang pintar yang berkerja. Tapi orang-orang pintar DEMO, walhasil orang-orang pintar "meratap-ratap" kepada orang bodoh agar tetap diberikan pekerjaan.
9. Tapi saat bisnis orang bodoh maju, orang pinter akan menghabiskan waktu untuk bekerja keras dengan hati senang, sementara orang bodoh menghabiskan waktu untuk bersenang-senang dengan keluarganya.
10. Mata orang bodoh selalu mencari apa yang bisa dijadikan duit. Mata orang pintar selalu mencari kolom lowongan perkerjaan.
11. Bill Gates (Microsoft), Dell, Hendri (Ford),Thomas Alfa Edison, Tommy Suharto, Liem Siu Liong (BCA group). Adalah orang-orang bodoh (tidak pernah dapat S1) yang kaya. Ribuan orang-orang pintar bekerja untuk mereka. Dan puluhan ribu jiwa keluarga orang pintar bergantung pada orang bodoh.
PERTANYAAN:
1. Jadi mending jadi orang pinter atau orang bodoh?? 2. Pinteran mana antara orang pinter atau orang bodoh?? 3. Mulia mana antara orang pinter atau orang bodoh?? 4. Susah mana antara orang pinter atau orang bodoh??
Kesimpulan:
1. Jangan lama-lama jadi orang pinter, lama-lama tidak sadar bahwa dirinya telah dibodohi oleh orang bodoh. 2. Jadilah orang bodoh yang pinter dari pada jadi orang pinter yang bodoh. 3. Kata kunci nya adalah "resiko" dan "berusaha", karena orang bodoh berpikir pendek maka dia bilang resikonya kecil, selanjutnya dia berusaha agar resiko betul-betul kecil. Orang pinter berpikir panjang maka dia bilang resikonya besar untuk selanjutnya dia tidak akan berusaha mengambil resiko tersebut, dan mengabdi pada orang bodoh.
Wassalam....
Assalamu'alaikum... Bismillah..... Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran: Pasal 36 Ayat 1 UU Nomor 32 Tahun 2002 berbunyi "isi siaran wajib mengandung informasi, pendidikan, hiburan, dan manfaat untuk pembentukan intelektualitas, watak, moral, kemajuan, kekuatan bangsa, menjaga persatuan dan kesatuan, serta mengamalkan nilai-nilai agama dan budaya Indonesia" Jelas sekali bukan, bahwa sinetron tidak ada yang memiliki kriteria tersebut. namun pada kenyataanya tidak ada satupun sinetron yang ditindak oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Hingga saat ini KPI hanya menyoroti hal-hal yang menonjolkan adegan berbau vulgar, seks, pelecehan, dan kekerasan. Ironis, karena bila mengacu pada hal tersebut, maka semestinya tidak ada tayangan pilem-pilem hollywood di tipi-tipi. Otto memahami sepenuhnya bahwa aturan, dalam hal ini UU Penyiaran, yang ada dibuat dalam kondisi ideal, dengan pemikiran yang mendalam tanpa melihat hal-hal yang berlaku di lapangan nantinya. Aturan tersebut tidak didukung dengan kriteria yang jelas tentang hal-hal yang nantinya menimbulkan pelanggaran. Otto udah jarang menyaksikan televisi, sesekali azah. Otto jarang menyaksikan televisi karena terlalu berhamburannya sinetron yang bagi Otto betul-betul sajian yang berorientasi pada uang, bukan pada mutu. Semakin tinggi rating, maka bisa dipastikan sinetron tersebut dianggap bermutu. Padahal untuk penilaian mutu udah ada standarnya, yaitu UU penyiaran tersebut, bukan rating, yang respondennya azah enggak jelas, serta prosedur pengambilan sampelnya juga tidak jelas sama sekali. Dulu..., dulu sekali...., Otto udah seneng dengan kehadiran TPI, saat masih numpang di TVRI. Sekarang, TPI bukan lagi Televisi Pendidikan Indonesia, karena udah menjadi setasiun televisi yang mengedepankan uang. Karyawan SCA yang telah dikaruniai anak sering mengeluhkan tayangan sinetron yang jauh dari kesan mendidik ke arah yang baik. Otto merasa apa yang dikhawatirkan para orang tua itu sangat beralasan. Karena sebagai orang tua yang harus mendidik dan menghidupi keluarga seringkali harus berbenturan dengan televisi yang lebih sering di tonton oleh anak-anak mereka, bersama pengasuh mereka. Orang tua khan kerja. Yang tidak bekerja.., mungkin isteri, pun harus bersirobok dengan tayangan televisi seusai menyelesaikan pekerjaan yang bejibun di rumah. Otto bukan tidak menghargai jerih payah mereka yang menghasilkan sinetron tersebut, hanya saja berharap, para kreator bisa membuat sinetron yang lebih mendidik. Acuan Otto adalah Si Unyil jaman dulu, Si Huma. Acara itu sangat cocok untuk perkembangan anak. Bila kemudian dikembalikan kepada para kreator sinetron, mungkin akan diabaikan saja, karena darimana mereka mendapatkan uang bila tidak menuruti rating. Mengerikan. Tingkat pendidikan warganegara Indonesia masih sangat rendah, masih sangat mudah dibodohi, masih sangat mudah dimanfaatkan untuk kepentingan segelintir golongan. Bila kemudian sinetron tetep itu-itu azah, maka Otto yakin negara dan bangsa ini tidak akan pernah bisa maju berkembang dan besar dalam arti sesungguhnya. Dengan tingkat pendidikan yang sangat rendah begini, tontonan apapun di tipi akan mereka terima tanpa diolah dulu. Dan enaknya, tidak akan ada yang peduli dengan itu semua. Sudah ada lembaga pengatur penyiaran, namun apa yang ada masih jauh panggang daripada api. Harapan sepertinya tinggal harapan, selama uang yang menjadi target. Karyawan SCA udah 2 yang berlangganan televisi digital, untuk mengurangi efek negatif dari tayangan sinetron tersebut. Kapankah para kreator menyadari bahwa perubahan mutu sinetron ada di tangan mereka. Otto kini sudah tidak lagi berpikir bahwa uang akan bisa meningkatkan mutu, karena sudah banyak industri yang menggratiskan layanannya dan masih bisa menghasilkan produk yang bermutu. Lihatlah lingkungann open source. Baiklah, televisi kita udah memberikan banyak layanan gratis, namun yang Otto tekankan adalah mutu. Adalah tugas seluruh elemen bangsa dan negara ini untuk mengarahkan calon penghuni bangsa dan negara ini ke arah yang baik, bukan malah turut serta menghancurkan mereka dengan menciptakan tayangan yang merusak, mengotori otak dan mental mereka yang tengah berkembang. Wassalam... NB: Ide berasal dari kompas
Assalamu'alaikum.... Bismillah... Salam hangat dari Toto Suharyanto untuk semua pengunjung setia Goeboegnya Otto. Hem..., pagi terbangun 1/2 lima (biasanya juga jam segitu), sholat subuh, lalu leyeh-leyeh sebentar untuk jam 5 pulang ke rumah. Hari ini, karyawan SCA-Group plesir ke pantai dekatnya Balekambang, Otto lupa namanya, jadi sebelum terlupa, Otto mampir ke Alfamart untuk beli sedikit bekal diperjalanan nanti.
Sesampainya di rumah..., mbukak Speedy, ngecek Email, ngecek eMPi, lalu disambung dengan menyalakan YM!
Di YM! ada satu undangan dan satu offline message.
Otto akan menulis yang offline message ini. Pengirimnya cuman satu orang dan selama ini, emang selalu satu orang itu. Entah apa tujuannya serta latar belakang dia melakukan hal ini. Baiklah, layanan YM! ini memang gratis, terserah kita hendak nulis apapun di situ. Demikian juga, terserah kita, bila merasa terganggung dengan offline yang isinya cuman itu-itu azah, kita bisa menghapus orang tersebut dari "keanggotaan" YM! kita. Itu sangat sederhana dan gampang.
Tidak ada permasalahan di situ. Otto kok jadi mikir..., nich orang pengen banget SKSD (Sok Kenal Sok Dekat). Mbok ya-o, enggak usah ngirim ke semua napa sich..., atau enggak usah ngirim pesan yang tidak ada gunanya. Bukankah status on-line atau off-line kita tampak di "daftar hadir"YM! Anda off, Anda On, Anda jungkir balik khan tampak. Beberapa teman Otto ngirim pesan saat Otto off, dan isinya emang terkadang menggelikan, kalo yang ini sich Otto welcome azah, karena selalu ada yang baru. Dan yang lebih penting, tidak "send all".
Jadi.....
Wassalam.....
NB: Mohon untuk tidak mengambil kesimpulan sebelum segala sesuatunya jelas.
Assalamu'alaikum... Bismillah.... Antivirus..... Hem.......... Bagi pengguna operating system keluaran Microsoft, tentu sangat mengenal antivirus. Vista sekalipun. Jaman dahulu kala, bagi Otto, antivirus diinstal setelah berhasil melakukan instalasi operating system, dalam hal ini windows, sebelum melakukan pekerjaan yang laen, instal driver VGA misalnya. Antivirus laksana pakaian yang melindungi sebuah operating system dari sesuatu yang bisa merusak kinerja system tersebut. Ada begitu banyak antivirus, namun pertanyaanya: Mana yang sesuai...? Dulu sekali, saat pertama berkenalan dengan OS Windows, antivirus yang dikenal cuman Norton Antivirus, belon kenal dengan yang laen-laen. Dan jaman itu enggak perduli dengan bajakan atau enggak bisa di update, pokok pasang dulu. Virus jaman itu enggak seheboh sekarang. Beberapa dari kami malah bisa membuatnya, meski kecil-kecilan dan untuk pamer semata, belum sampai merusak. Sekarang, ada AVG, NAV, Avast, Shopos, PCMAV dan laen-laen. Gak masalah pilih yang mana, karena pada dasarnya cara kerja virus serta antivirus itu sama. Pilih satu, dan selalu lakukan up-date, itu akan lebih baik, daripada pilih dua namun enggak pernah up-date. Namun, Otto ingatkan, di jaman sekarang, tolong gunakan saja yang Home Edition atau yang Free Edition bila tidak mau (mampu) menggunakan yang berbayar. Bukan sok alim atau gimana, karena sekecil apapun, menggunakan yang bajakan adalah mencuri. Sungguh enggak nyaman menggunakan curian. Meski kita mencurinya dari perusahaan yang gedhe magrong-magrong, dimana dana riset satu perusahaan bisa 1/5 dari APBN Indonesia. Hanya untuk riset. Bagi pengguna AVG, tentu selama 1 bulan ini selalu ada penawaran untuk Up-Grade ke AVG versi 8. AVG versi ini menyertakan versi free-nya, dengan pembatasan fasilitas sebagaimana yang tercantum pada situsnya. File installer untuk AVG ini sebesar 48 MB. Anda bisa mengunduhnya di sini. Yang menarik perhatian Otto adalah, adanya aplikasi antivirus untuk Linux. Pertama mendapatkannya dari Avast. Sebenarnya enggak aneh bila kemudian di Linux ada antivirus, bukankah Linux dengan distro-distronya juga merupakan operating system. Jadi wajarlah bila kemudian ada beberapa perusahaan yang membuat antivirus untuk kalangan Linux. Bukan berarti Linux sudah rentan virus seperti Windows atau Vista, karena bila Anda sudah berada di dalam Linux, maka Anda akan merasakan bagaimana instalasi suatu aplikasi, dimana Andalah pemegang kendali intalasi tersebut, tidak ada klik and run, seperti pada windows. Hanya aplikasi yang Anda tahu betul yang akan Anda instalasikan kepada operating System Linux Anda. Bagi Otto, antivirus di Linux adalah sebagai pembantu untuk membersihkan virus yang bersarang di removable media yang terlalu riskan untuk dibersihkan melalui antivirus pada windows, apalagi menggunakan antivirus yang free. Terus terang, belom pernah melakukan instalasi antivirus pada Ubuntu-nya Otto. Dan bila benar, maka ini adalah pengalaman terbaru melakukan instalasi antivirus di Ubuntu. Dari semua cerita di atas, yang penting adalah perilaku kita dalam berkomputer. Antivirus up-date bagaimanapun, terkadang masih bisa meloloskan virus, yang kebetulan virus lokal, dan baru bisa benar-benar bersih beberapa hari kemudian, setelah up-date yang kesekian. Di SCA, removable media dari berbagai model pelanggan tentu membuat resiko tertular virus sangat tinggi, apalagi saat benar-benar ada pelanggan yang minta tolong untuk dibersihkan virus dari removable media mereka. Enaknya adalah terdapat dual operating system, jadi kebocoran bisa sangat kecil. Wassalam....
Assalamu'alaikum... Bismillah.... Hai..hai....., pembaca setia, selamat berjumpa lagi dengan tulisan Otto. Meski ada beberapa teman yang mendapat musibah, semoga musibah dapatlah mendatangkan makna dalam hidup dan kehidupan para pembaca semua. Bagi yang baru saja lulusan, selamat aza dech, enggak perlu merayakannya dengan berlebihan. Cukup alinea pembukaanya, sekarang ke inti tulisan. Dua bulan yang lalu, Otto menanyakan kepada 2 Juragannya Otto, situs SCA hendak diarahkan ke mana, serta apa misi dan visi yang hendak disampaikan kepada para surfer. Saat itu alasan Otto bertanya adalah dikarenakan situs tersebut hanya sebagai pos pengeluaran azah bagi perusahaan. Dengan guyon, juragan menjawab enggak apa, khan murah, cuman 160 rebu pertiga bulan. Ha..ha....  Emang murah sich..., tapi bagi Otto, tetep azah enggak nyaman. Otto yang ditugasi membuat, merawat dan memperoleh bayaran dari situ namun belum bisa mempertanggungjawabkan sebgaimana semestinya.  Otto tidak bisa bekerja bila tidak ada batasan atau rel yang menjadi acuan dalam bekerja. Selama 6 bulan keberadaan situs tersebut, Otto terus-terusan mencoba-coba resep manakah yang sesuai, hingga akhirnya bosan, karena arah yang tidak jelas, yang berujung pada situs hanya sebagai status " Ini lho SCA punya situs.." namun kosong, tidak ada isinya. Parah khan.... Bila sudah demikian, Otto jadi asal-asalan azah ngurus situs, meski dengan beban yang berat, khan Otto dibayar.  Sisi non-kreatif dalam perawatan situs adalah hal yang sangat mengganggu, Otto akui itu. Karena itu, Otto membutuhkan pihak laen yang bisa memberikan ide untuk bisa Otto terapkan, dan dalam hal ini juragan. Dengan semakin sibuknya mereka berdua, maka semakin sulit bagi Otto mengembangkan situs tersebut.  Hingga suatu hari, tertuang pada posting tanggal 13 Juni. Pada malam harinya, Otto kembali bertemu dengan Juragan (Pak Paedi saja, karena Ibu Paedi ada acara), dimana beliau mengutarakan apa yang beliau inginkan terhadap situs SCA. Apa-apa saja yang mesti ada di situs, apa-apa saja yang harus Otto kerjakan. Dari sana, Otto bisa merancang apa yang mesthi Otto kerjakan.  Langkah awal, meski Otto masih merasa ada yang kurang, entah di mana, adalah tampilan pada posting ini.  Akhirnya, jawaban yang mengambang 2 bulan lalu, sekarang menjadi jawaban pasti, dan menjadi acuan bagi Otto untuk "memoles" situs SCA. Rancangan-rancangan segera dibuat, dipresentasikan dan dipublikasikan. Harapan..., semoga saat satu tahunnya situs SCA, Otto berhasil " memberi nuansa baru". Semoga.. Demikian tulisan Otto untuk sementara ini. Terimakasih udah bersedia "ngangok" Goeboeg Otto Wassalam.
Assalamu'alaikum.... Bismillah.... Udah kadung gila..., sekalian azah nulis ide gila...., gak apa khan. Sekali waktu nulis yang nggilani, daripada terus-terusan nulis yang enggak mutu. Tadi ada teman yang menunjuk tulisan dari Okezone, enggak terlalu memperhatikan tanggal berapa posting tersebut, ini judulnya: BBM Naik, Malaysia Potong Gaji Menteri. Kalo di Indonesia, karena sudah parah, dan jumlah menteri hanya belasan, gimana kalo: Gaji anggota DPR dan DPRD sama dengan UMR. Tunjangan hanya diberikan saat dibutuhkan, dan ada bukti penggunaan atau hendak digunakan untuk apa
Wassalam.....
 | Malangku | Jun 9, '08 11:35 PM for everyone |
Assalamu'alaikum.... Bismillah... Inilah yang kurindu Sejuk Segar Dingin Mentari malu-malu bersembunyi di balik jubah awan kelabu Sungguh..., inilah udara Kota Malang yang kurindu Sejuk Segar Dingin
Wassalam....
Assalamu'alaikum..... Bismillah..... Please..., katakan kepadaku kalo Linux itu enggak asyiiik.... Please.... Please..., katakan bila banyak pilihan malah bikin bingung..... Please.... Weleh..weleh....... Dalam keterpurukan ekonomi, entah karena apa, apa karena MOG dengan Giant-nya baru azah di buka yak..., Otto masih menyempatkan diri bermain dengan Ubuntu Blekok.... Permainan hari ini adalah instalasi Google Earth, Opera dan Installjammer. Google Earth..., Otto kalah..., karena selalu Logout-login. Masih terlalu tangguh bagi Otto... Opera..., libas azah..., dengan senyam-senyum dan bersenandung lirih lagu-lagu Iwan Fals. InstallJammer..., sepertinya seri dech...., berhasil nginstall, cuman kemudian mentok ini aplikasi gimana mengoperasikannya.... Google Earth, Otto mendapatkan binary file, apa ya binnary file itu..., pokoknya extensinya bin, yang artinya instalasi tidak dilakukan dengan cara add/remove program atau menggunakan sypnatic. Namun menggunakan perintah lisan, chmod +x namapalikasi.bin. Lalu instal dengan perintah ./namaaplikasi.bin. Otto sarankan, menempatkan file .bin nya di folder dimana hendak digunakan. Otto membuat folder baru. Disini nich kalo Otto: /home/toto/Programs. Demi kerapihan... Opera..., aplikasi web browser, tahu donk.... Bersanding tidak terlalu mesra dengan sang Musang, aplikasi ini relatif mudah instalasi di Blekok, karena menyertakan paket instalasi debian (.deb), jadi bisa instalasi melalui sypnatic. Wes hewes hewes..., bablas instalasine..... Bisa berjalan seperti yang diharapkan... InstallJammer...., kalo yang satu ini sich..., katanya untuk bisa melakukan instalasi lintas platform. Enggak jelas juga maksudnya, karena Otto cuba install Google earth liwat dia..., InstallJammer emoh nginstall. Lalu..lalu.... Installjammer, installernya juga berextensi bin, jadi caranya sama dengan yang Otto lakuin terhadap GoogleEarth. Untuk yang Google apa karena monitor atau VGA-nya ya kurang mendukung. Besok atau kapan lach nyuba di rumah, karena resolusi layar yang dirumah udah bisa Otto tingkatkan ke 1024 x 768, dan mungkin masih bisa dinaikkan lagi. Mending, dibanding dengan 800 x 600 saat awal instalasi.... Wassalam..... NB: Heron sebangsa burung leher panjang seperti Blekok, meski enggak bener-bener sama, sedikit banyak Otto paksakan....
 Assalamu'alaikum.... Bismillah.... Setelah tadi pagi bobok jam 2 dini hari karena menemukan beberapa hal menarik yang menggoda. Hari ini, satu karyawan libur, pembeli kadang banyak, kadang dikit, membuat tidak stabilnya penampilan Otto. He..he..... Pengaruh ngantuk ini demikian menguasai hingga mengganggu kinerja Otto. Pengennya nyemil mlulu.... Setelah pagi dibuka berjibaku dengan dinginnya air bak mandi, siangan dikit dengan rasa kantuk. Menderita banget ya.... Libur masih selasa, tapi tubuh ini udah pengen istirahat dari ruang yang perputaran udaranya jelek banget. Ugh..., mengeluh thok ae... Wassalam.....
Assalamu'alaikum.... Bismillah....  Final Euro 2008 sebentar lagi dimulai loh..., pasar taruhan udah panas, dan yang menjadi perbincangan di hari pertama ini adalah Portugal. Bagi yang melek bola lebih memperhitungkan Portugal akan mengalahkan Turki, meski belon sampai menggulung apalagi menggunduli. Namun, dalam taruhan tidak segampang itu..., karena ada aturan yang njlimet-mumet-membingungkan. Bagi Otto..., EGP...... (jadi teringat ada tulisan tentang bola yang belon selesai)  Sore hari tadi saat jam istirahat, juragan lanang mendapatkan maenan baru, dan seperti biasa, Otto nimbrung dengan penuh rasa ingin tahu, kalo enggak bisa dibilang mengganggu kesenangan orang laen. Juragan memasang CCTV untuk SCA-2 yang bisa diakses melalui jaringan, melalui kode akses 192.168.1.100, dan hanya bisa menggunakan Internet Explorer. MENJENGKELKAN...... Dan yang lebih menjengkelkan adalah bahwa saat mengetahui bila alamat tersebut diakses oleh 2 atau lebih komputer, maka hanya 1 saja yang bisa mengakses. Supaya komputer yang lain bisa mengakses, maka alamat 192.168.1.100 harus dijadikan Gateway, yang artinya enggak akan bisa internetan dimana gateway yang digunakan adalah 192.168.1.254. Penyelesaiannya adalah harus ada satu komputer switch. Satu hal yang enggak akan terlaksana, karena komputer di SCA-2 full-book semua.  Karena pengen...., maka Otto dengan senangnya menginstall Wine (lagi) supaya bisa membuka Internet Explorer. Wine udah terbuka, IE-nya (bawaan dari Wine) enggak bisa terbuka karena (sepertinya) dukungan prosesor dan memory dari komputer Otto yang tidak memadai. Oh..., iya.... Ngingetin azah, bagi teman-teman yang hendak menambah aplikasi, mohon untuk memindah server dari Indonesia ke USA atau server utama, karena beberapa library Ubuntu dari server Indonesia belum tersedia. Kerepotan berikutnya adalah, aplikasi pengintai untuk Toko Mobistore yang hendak dipasang hanya bisa berjalan di platform Windows.  Halach...., hare gene enggak memberi pilihan bijaksana..... Itu artinya akan ada pengeluaran baru untuk membeli sebuah operating system yang kosong melompong. Jelas sangat banyak aplikasi yang harus ditambahkan untuk menopang serta menjaga kesinambungan jalannya operating system tersebut. Menyedihkan.... Antivirus (mungkin Avast), OpenOffice.Org (orang kantoran butuh tuch), FireFox (tidak bisa internetan tanpanya), selebihnya belon kepikiran, pokoknya yang halal. Sesaaat...!!!! Menyusahkan sekali sich.....Godaan paling besar bagi Otto bila sudah ada Wine adalah, menerjang semua aturan yang ada dengan melakukan instalasi aplikasi atau permainan bajakan yang banyak di wilayah windust tersebut...  Wassalam....
Assalamu'alaikum.... Bismillah.... Di tengah sepinya toko..., diantara kegiatan mencari aplikasi dan permainan baru, Otto menyempatkan diri menyapa pembaca setia. Hai.... He..he...... Dari tempatnya Pak Dhe Bambang, beliau menulis satu kata yang menarik, yang Otto dengar dari ayah atau ibu Otto. mBediding. Sebuah kata yang tidak pernah Otto dengar lagi. Seperti yang ditulis oleh Pak Dhe, mbediding adalah sebutan untuk kondisi lingkungan yang dingin yang membuat badan menggiggil (kathuk'en). Dan itu selalu terjadi pada saat penerimaan mahasiswa/siswa baru. Jadi bagi mereka pendatang di kota Malang akan mendapati kondisi dingin sebagaimana seharusnya kota Malang. Dan bagi mereka yang di ospek, selamat menikmati dinginnya pagi. Wassalam.
Assalamu'alaikum.... Bismillah.....
Ada-ada azah kelakuan bila pengen menarik perhatian Otto. Sering komputer di toko tuch berulah. Saat Otto sakit..., ada azah yang enggak beres, jadi Otto harus menahan sakit untuk membetulkan dirinya.
Pagi ini berencana meng-up-grade Celeron Otto dari FF ke HH. Motherboard bersedia membaca hardisk, namun tidak bersedia booting, tidak ada GRUB sama sekali..., cuman kelip-kelip kecil di pojok kiri atas monitor. Menggunakan CD-Live HH, hardisk mau kebaca, termasuk file-file system. Mencuba instalasi...
Ini bagian yang enggak Otto mengerti. HH seakan tidak membaca HD, ada pesan kesalahan pada ATA1, menggunakan distro turunan ubuntu apapun. EDHIYAN....
Opo orak mumet....
Putus asa..., Otto nyomot HD yang berisi windust, berharap HD terbaca..., dan alhamdulillah, HD Otto terbaca..., jelas cuman data..., yang EXT3 khan kebacanya enggak dikenali... Satu klik dari Otto, menghancurkan seluruh data di HD :Delete Logical Drive...
Bagoooeeeezzzzz.....
Cuman..., setelah itu...., instalasi HH berjalan dengan normal....
Ada apakah gerangan....???
Ach..., gak masalah..., pokok Ubuntu udah terinstall dan berjalan dengan baik..., untuk data..., tinggal dibalikin azah dari back-up. Beres khan...
Wassalam....
| |