Toto's posts with tag: speedy
Assalamu'alaikum..... Bismillah.... Haidyuh....., alhamdulillah jas hujan selalu ada di bagasi Mio, bila tidak, bisa basah kuyup nich. Pas masih di jalan, kok ya mak bresss...., air tertumpah dari langit nan kelabu. Sedikit basah sich..., lha wong turunnnya tanpa woro-woro, langsung bress gitu.... Semoga yang di pilem "The Day After Tomorrow" enggak terjadi dalam 25 tahun ini. Ngeri booo, bila orang China berduyun-duyun ke selatan... Judul enggak nyambung dengan paragraf pembuka..., emang sengaja....  Terhitung semenjak tanggal 13 Agustus 2008, Otto secara resmi menggunakan Kartu Halo dari Telkomsel sebagai salah satu bagian dari alat komunikasi Otto. Kartu Halo ini Otto pasangkan dengan Sony Ericsson G502 dan difungsikan sebagai koneksi internet, menggantikan Speedy. Seperti yang Otto tulis pada bagian ini, sekarang total menggunakan Halo. Harapan ternyata harus tenggelam padan kenyataan. Masih bisa tersenyum, karena menyadari di mana Otto hidup dan bekerja. Sadar sepenuhnya...  Pada posting sebelum ini, Om Edwin menanyakan apakah koneksinya bagus. Otto jawab dengan postingan ini. Monggo diperhatikan gambar berikut: Itu yang Otto dapatkan. Supaya berimbang, Otto sampaikan juga peralatan yang Otto gunakan: Komputer : Celeron, CPU 733, RAM 512OS : Ubuntu Hardy HeronPonsel : Sony Ericsson G502Bluetooth : ESS-3883G/UMTS : Tertera pada layar ponselOperator : Telkomsel - Halo Bebas AbonemenPaket : Unlimited 256 kbps (nyuba yang murah, cuman 125 rebu sebulan) Wassalam
Assalamu'alaikum... Bismillah.... !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) Semakin hari semakin kurasa bila hidup ini menjadi seperti robot. Rutinitas ya itu-itu azah. Bobok, bangun, kerja, bobok lagi. Masih bersyukur memiliki kerja. Pas sekolah dulu enggak kepikiran bila hidup itu ternyata membosankan. Apakah emang Otto yang membikin hidupnya jadi membosankan, ataukah Otto di harapkan menemukan hal-hal yang tidak membosankan..? Entahlah.... Menengok kebelakang juga tampak bahwa yang dialami juga itu-itu azah. Adakah yang laen...? Enggak ada tuch.... Berhenti mengeluhkan hidup robotik, mari mengeluh yang laen. Teknologi broadband membawa cakrawala baru dalam dunia hiburan. Walaupun demikian, karena di Indonesia sewa broadband masih cukup tinggi, maka belum bisa diharapkan akan baiknya mutu siaran streaming yang menggunakan jalur broadband. Namun cukuplah untuk dinikmati saat di ruang kerja tidak ada layanan televisi Berikut, Otto tuliskan alamat TV Streaming Indonesia yang sudah Otto coba:
| Televisi | URL | Windows | Linux | Metro TV
| rtsp://202.58.181.190/broadcast/metro
| - Media Player Classic (disarankan) - Real One Player | - MPlayer (Ubuntu) | | Trans TV | rtsp://202.58.181.190/broadcast/trans | - Media Player Classic (disarankan) - Real One Player
| - MPlayer (Ubuntu) | SCTV
| rtsp://202.58.181.190/broadcast/sctv | - Media Player Classic (disarankan) - Real One Player
| - MPlayer (Ubuntu)
| | RCTI | rtsp://202.58.181.190/broadcast/rcti | - Media Player Classic (disarankan) - Real One Player
| - MPlayer (Ubuntu)
| | Global TV | rtsp://202.58.181.190/broadcast/global | - Media Player Classic (disarankan) - Real One Player
| - MPlayer (Ubuntu)
|
Mengeluh-mengeluh....
Manusiawi kan..., atau tidak..... Enggak tahulah..... Wassalam....
 | Byuh.... | Apr 29, '08 2:50 AM for everyone |
Assalamu'alaikum... Bismillah...
Koneksi dari SCA-1 ke SCA-2 selalu buruk, sedangkan modem (sekarang) diletakkan di SCA-2. Sementara Speedy masih tetep tidak ada perbaikan...
SCA-1 ke SCA-2 cowded..., plus Speedy lambat...., jadi malas internetan di toko....
Makasih....
Wassalam....
Link: http://kambing.ui.edu/Sebagai pengingat azah dimana Otto bisa donlot kebutuhan GNU/Linux Otto secara lokalan, di Indonesia, katanya menggunakan IIX, katanya cepet.
FTPnya ini, Otto sertakan.... ftp://kambing.ui.edu/ <-- dari UI
Sekalian numpang liwat yang dari UGM http://repo.ugm.ac.id/
Yang hendak donlot.., terbuka kesempatan tuch.... 
Assalamu'alaikum.....
Bismillah...
!@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@)
Bapak menteri komunikasi dan informasi pernah bilang bila Internet itu adalah sumber informasi, jadi kita kembalikan fungsi yang sebenarnya (detikinet)
Yup Otto setuju dengan apa yang bapak menteri bilang. Internet adalah sebuah sumber informasi yang tak ada habisnya. Cuman pada kenyataannya, sumber informasi tersebut dengan peraturan yang ada mulai dibatasi, dan Otto merasakan banget hal itu.
Ada kekhawatiran dalam diri Otto, bahwa informasi yang Otto sampaikan akan sesuai dengan Bab VII pasal 27 ayat 1 dan bab XI pasal 45 ayat 1, karena Otto bukan wartawan..., jadi tidak terlindung oleh UU pers.
Karena internet adalah sumber informasi..., siapa saja bisa melakukan akses, ada begitu banyak jalan belakang untuk menerobos "lampu merah".
Apakah bagi seseorang non wartawan yang kebetulan WNI, yang kebetulan (juga) tahu jalan tikus menghindari lampu merah kemudian memberitahu teman-teman di internet yang laen akan diambil tindakan, sementara yang membuat jalan tikus tersebut bisa melenggang karena bukan WNI...?
Kata "kesusilaan" bagi Otto adalah hal yang tidak jelas, sangat tidak jelas.
Mohonlah, kepada para petinggi..., kami rakyat kecil yang selalu kekurangan ini sekali waktu diberilah sedikit tetes kemurahan hati kalian, supaya kami bisa maju dan berkembang, seperti rakyat negara lain yang telah meretas kemajuan.
Internet di Indonesia belumlah senyaman Singapura atau Jepang, jadi membuat lagi sebuah aturan yang mengekang lagi dan membuat lebih tidak nyaman bagi Otto sungguh sebuah siksaan, seperti kami harus antri mitan dan gas.
Wassalam
NB:Otto menggunakan proxy untuk bisa melakukan posting di Multiply, yang kebetulan di blok oleh Speedy
Assalamu'alaikum... !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) Ada berita nich… Sekali lagi…, Speedy diturunkan, hingga 50 persen, lagi… Tujuan, jelas menjaring pelanggan sebanyak-banyaknya…. Cuman…, lha ini…., cuman…., apakah bandwidth yang “cuman” seuprit itu hendak di bagikan berapa lagih….. Kami di sini yang udah langganan selama hampir 2 tahun, belon pernah merasakan kecepatan 384 kbps. Terkadang, penilaian keberhasilan sebuah strategi penjualan adalah dari banyaknya pembeli. Sedangkan saat ini, yang dijual Telkom adalah jasa, dimana keberhasilan penjualan bukan sekedar jumlah pembeli atau pengguna, namun juga kepuasan. Sayangnya…., karena ISP yang menggunakan Broadband yang menggunakan jaringan kawat tembaga ke rumah-rumah adalah Telkom dan Indosat, belon ada operator lain, maka sebagai pengguna jasa sering makan ati. Kecepatan yang “cuman” 384 kbps yang tidak pernah tercapai itu masih jauh dibawah negeri kecil, Singapura. Opo orak mencak-mencak…. Murah sich…, cuman kalo bikin marah…, ya nanti dulu…. Wassalam
| |