Toto's posts with tag: source code

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag source code
Blog EntryWhoalach....May 27, '08 3:53 AM
for everyone
Assalamu'alaikum...
Bismillah....

!@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@)
!@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@)
!@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@)
!@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@)

Ada link nich....
1. Nuh: Open Source dan Proprietary Diharap Akur
2.
Onno Pertanyakan Nyali Open Source Pemerintah
3. Hemat Cost, Pemerintah Terapkan Internet Infrastruktur Sharing

Otto nich...., kok pengennya komentar seee.....
Dibayar wae ora..., kok komentar ae.....
Lumayan lek dibayar koyok komentator ndhek tivi kelir....
Sugih..., ora kesel....., asal mengo....., padahal lek di seleh dadi posisi sing dikomentari yo ra iso....
Suwe-suwe Otto ditapok wong sak kampung....

Pemerintah bagi kami rakyat adalah acuan bagaimana kami menggunakan sesuatu. Bila pemerintah menggunakan bajakan, kami juga merasa sah-sah saja menggunakan bajakan. Bila pemerintah merasa santai membuang devisa untuk sesuatu yang sebenarnya bisa didapat dengan gratis tanpa mengeluarkan devisa, kami juga tidak akan peduli apa yang kami beli tersebut bila menghabiskan devisa.

"
Selama ini, keberadaan software proprietary (berlisensi) dan software open source kerap dijadikan bahan tandingan. Pendukung dari masing-masing kubu sama-sama menggaungkan keunggulan."

Ini adalah salah satu bentuk model pemasaran. Walau bagaimanapun, suatu produk harus dipasarkan, dan masing-masing unsur dalam pemasaran memiliki caranya sendiri untuk memasarkan. Masing-masing memang memiliki keunggulan, Otto percaya itu.

Bila terjadi pertandingan dan perbandingan, face-to-face impact, harus secara bijaksana siapa yang melakukan. Otto sendiri tidak bisa netral, karena cenderung ke arah Open Source, meski masih hidup sebagai amfibi.

"Di kesempatan yang sama, disepakati penandatangan bilegal tentang penggunaan software legal oleh 18 departemen. Intinya adalah pemerintah tidak memaksakan penggunaan software harus proprietary atau open source, namun yang penting legal."

Benar adanya. Cuman jangan lupa..., pembelian proprietary menggunakan devisa, yang sangat berarti bagi kelangsungan berjalannya negara ini. Dulu..., anggaran berapapun bisa diperoleh, namun kini..., ingatlah bahwa masih sangat banyak yang membutuhkan bantuan negara, jadi janganlah lagi menggerus terus-terusan devisa negara untuk sesuatu yang bisa diperoleh secara murah, bahkan gratis.

Heran..., untuk yang satu ini kok jarang banget yang pengen ya...., padahal udah gratis lho....
Jangan-jangan.......

"Ada 140 juta pekerja yang menggunakan komputer, kalau terikat dengan proprietary harus mengeluarkan minimal USD 500 per orang. Kalau dihitung berapa besarnya devisa kita yang lari ke AS? Lebih baik bikin software sendiri kan?"

Angka yang fantastis......, berlebih untuk membangun kembali perekonomian masyarakat Porong.

Kelebihan yang diberikan oleh open source adalah, bahwa semua orang bisa ikut di dalamnya, enggak peduli siapa mereka. Jadi, bisa jadi akan ada OS atau aplikasi yang bernuansa Indonesia. Aplikasi free bikinan anak bangsa, yang sesuai dengan kondisi Indonesia.

Secara sempit..., bisa kita lihat apa yang kita peroleh di alamat ini: www.whylinuxisbetter.net

Jadi bagaimana pemerintah...?
Sudah sadarkah Anda....?
Atau tetap tidak peduli dengan devisa yang terbuang itu, seperti uang yang Anda bakar setiap hari untuk merokok...???

Wassalam

Blog EntryBetul-betul dimanja......Apr 29, '08 2:00 AM
for everyone
Assalamu'alaikum...
Bismillah....

!@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@)
!@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@)
!@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@)
!@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@)

Saat memasuki sebuah rumah makan, atau hotel atau penyedia jasa yang lain, sedikit banyak kita sebagai calon pengguna jasa berharap sedikit lebih tinggi dari yang mungkin bisa mereka sajikan.

Sebuah rumah makan, sajian yang utama adalah makanan. Kita bisa memilih berbagai macam-macam menu yang tersaji, sesuai dengan pilihan kita, tanpa ada tekanan dari pihak rumah makan untuk harus memilih satu menu, karena menurut pihak rumah makan, yang sok tahu selera kita, adalah yang terbaik disajikan untuk para pelanggan terbaik.

Yang terbaik adalah yang sesuai dengan selera pelanggan,  meski sangat beraneka selera mereka. Yang terbaik adalah biarkan pelanggan memilih menu mereka, tanpa paksaan, tanpa tekanan.

Bukan hanya bebas memilih menu sesuai keinginan pelanggan, bahkan pelanggan bisa menciptakan sendiri menu yang sesuai dengan selera mereka. Yang tahu selera pelanggan adalah pelanggan itu sendiri. Selain mencipta menu sendiri, para pelanggan juga bisa melakukan modifikasi dari menu yang telah ada. Sungguh, para pelanggan benar-benar bisa memodifikasi menu yang telah tersaji, yangtelah dipersiapkan oleh chief terbaik rumah makan tersebut. Demi kepuasan pelanggan, seorang chief rela untuk berbagi ilmu memasaknya kepada pelanggan untuk menciptakan atau memodifikasi menu yang telah ada.

Sungguh..., pelanggan akan merasa sangat puas dan merasa betul-betul dimanja oleh rumah makan model demikian. Dan hal seperti ini bukan sebuah khayalan semata. Untuk produk jasa, hal ini adalah hal yang bisa dilakukan, dan sepertinya harus dilakukan. Bukankan sangat banyak yang menawarkan konsep pemasaran jasa yang demikian.

Dan yang akan membuat pelanggan melompat kegirangan adalah, apa yang mereka dapatkan adalah free, alias gratis, alias tidak usah mbayar....
Luar biasa khan.....

Asyikkan....

Situasi yang begitu bisa kita dapatkan pada GNU/Linux. Apapun yang kita butuhkan.., kita bisa mendapatkannya, bila tidak..., kita bisa membuatnya...

Asyikkan.....

Menyenangkan.., sungguh menyenangkan.....
Memiliki sebuah mini disk 200 mega berisi sebuah operating system yang bahkan tidak berisi penuh dan bisa berjalan sepenuhnya untuk sebuah PC, dengan tampilan GUI (Graphical User Interface) yang menawan.

Asyikkan..........

Hal yang tidak akan kita peroleh pada sebuah system yang tertutup.
Dalam 1 keping kecil itu, Otto udah bisa internetan, bisa melakukan editing text, bisa melakukan copy-paste dari HD (hardisk) ke removable media (flash-disk). Tidak melakukan instalasi sama sekali. Hanya botting dari disk tersebut...

Sungguh mengasyikkan....., aseli mengasyikkan.....

Tidak akan pernah berhenti untuk terus mencicipi berbagai menu nich....
Atau berusaha membuat menu modifikasi dari menu yang ada....

Siiiplach........

Wassalam.....

Blog EntryBakar...Bakar.....Bakar...!!!!!!Apr 20, '08 5:50 AM
for everyone
Assalamu'alaikum....
Bismillah...

!@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@)
!@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@)
!@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@)
!@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@)

Ini bukan teriakan sekelompok orang yang berseberangan dengan kelompok lain...
Ini juga bukan sekelompok orang yang teriak-teriak di depan konsulat sebuah negara....
Minyak tanah mahal..., hendak bakar-bakar pake apa...??? Elpiji...?? Mbawanya azah berat..., boro-boro mau bakar-bakar....

Selama 2 hari kemarin..., karena ada sedikit waktu longgar..., bakar-bakar disc, distro-distro enteng untuk Celeron 733-nya Otto. Lumayan, dapet Fluxbuntu, OpenGEU, LinuxMint, ZenWalk.
Dapetnya dari bonus majalah info linux edisi ekonomis 04/2008. Lumayan, 25 rebu dapet banyak distro.

Andalan untuk bakar-bakar.., jelas, mitan dan korek...., eh..., k3b ding...., bawaan Feisty.

Sayangnya yang gOS gak bisa langsung diinstall, padahal live DVD.., jadi gak bisa menikmati gOS dech. Sayang...

Hendak donlot..., yang bener azah..., speedy tetep dudul, gak bisa mencapai 384 kbps sama sekali..., mesti mentogh di 180 kbps...., bisa 12 jam lebih tuch donlotnya....

Cuman agak terobati dengan kehadiran si OpenGEU, masih turunan Ubuntu khan, jadi gak khawatir dengan berbagai distro yang telah Otto install sebelumnya.

Karena waktu yang terbatas, Otto masih install 1 distro itu, lumayan lah peningkatan kecepatannya, mesq masih agak kagok mengoperasikannya. Kejutan tidak berhenti di situ. Ternyata openoffice tidak disertakan....

Whalah.....

Wassalam....


LinkKAMBING, RepoApr 20, '08 1:55 AM
for everyone
Link: http://kambing.ui.edu/

Sebagai pengingat azah dimana Otto bisa donlot kebutuhan GNU/Linux Otto secara lokalan, di Indonesia, katanya menggunakan IIX, katanya cepet.

FTPnya ini, Otto sertakan....
ftp://kambing.ui.edu/ <-- dari UI

Sekalian numpang liwat yang dari UGM
http://repo.ugm.ac.id/



Yang hendak donlot.., terbuka kesempatan tuch....


LinkSource CodeMar 27, '08 4:19 AM
for everyone
Link: http://arrohwany.multiply.com/links/item/445/Download_SourceCode_lengk...

Supaya tidak terlupa azah dimana bisa mengunduh source code....

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design - Copyright © 2005 Sam Royama All rights reserved.