Toto's posts with tag: karakter
Assalamu'alaikum.... Bismillah....
Sebuah blog, menurut Otto, layaknya sebuah log, mencatat apa yang dicatat oleh si pemilik blog. pengalaman, cerita, cerminan hati, curahan perasaan, buah pikiran menghasilkan sebuah karya tulis yang memiliki cirinya cendiri. Siapa saja bebas menulis apa, selama tidak SARA, menyinggung perasaan suatu golongan. Kedewasaan serta sikap berhati hati dalam menulis di tuntut dalam dunia yang seakan tidak ada aturan ini. Selalu saja ada keluhan, menulis itu sulit, padahal, menulis sama mudahnya dengan kita berbicara. Berbicara menggunakan mulut, sedangkan menulis menggunakan jemari. Isinya khan sama, curahan hati dan olah pikir dari otak.
Hanya tinggal membiasakan. Kebiasaan menulis akan membisakan kita menulis. Kebiasaan menggunakan Ubuntu, saat terpaksa menggunakan windows, kagok lagi.... Ha..ha....... Terbiasa menggunakan Ubuntu yang udah nyiapin hampir semua kebutuhan dasar sebuah desktop, saat kembali menggunakan windows hanya sekedar untuk meng-up-date AVG-nya, lupa hampir sebagian cara kerja windows.
Kemarin, dari toko hanya membawa bluetooth dongle untuk koneksi dengan G502. Enggak kepikiran bila windows tuch butuh driver untuk menjalankan bluetoothnya, wong di ubuntu cuman colok, langsung jalan. Jadi sesampainya di rumah, dengan nyantai nyalain windows, pas hendak menyolokin bluetooth, baru kepikiran bila enggak membawa driver. Haidyuuuuhhhhh......., tunda lagi dech up-datenya....
Jadi hari ini bawa kabel data azah, khan PC-Suite tinggal diinstal....
Ngetik tulisan ini sambil up-date AVG-nya....
Bila sudah terbiasa, mencoba yang lain kok rasanya jadi aneh ya...
Wassalam....
Assalamu'alaikum... Bismillah....
Ini jugah dari milis, cuman karena Otto males meng-Indonesiakan, jadi copas azah aselinya. Udah banyak sebenarnya tulisan yang nadanya serupa, cuman kok ya gak kapok-kapok gitu lho, tetep azah membandel.
Silakan, yang bisa bahasa Indonesia, tolong Indonesiakan ya.....
Makasih....
Subject: Problems with my new computer
Dear Mr Bill Gates, We have bought a computer for our home and we have found some problems, which I want to bring to your notice
1. There is a button 'start' but there is no 'stop' button. We request you to check this.
2. We find there is 'Run' in the menu. We request you to change that to 'sit', so that we can click that by sitting.
3. One doubt is whether any 're-scooter' is available in system? I find only 're-cycle', but I own a scooter at home.
4. There is 'Find' button but it is not working properly. My wife lost the door key and we tried a lot trace the key with this ' find' button, but was unable to trace. Please rectify this problem.
5. My child learnt 'Microsoft word' now he wants to learn 'Microsoft sentence', so when you will provide that?
6. I bought computer, CPU, mouse and keyboard, but there is only one icon which shows 'My Computer'; when you will provide the remaining items?
7. It is surprising that windows says 'My Pictures' but there is not even a single photo of mine. So when will you keep my photo in that.
8. There is 'Microsoft Office' what about 'Microsoft Home'? since I use the PC at home only.
9. You provided 'My Recent Documents'. When you will provide 'My Past Documents'?
10. You provide 'My Network Places'. For God Sake! Please do not provide 'My Secret Places'. I do not want to let my wife know where I go after my office hours.
Regards, Banta Singh
Last one to Mr Bill Gates : Sir, how is it that your name is Gates but you are selling WINDOWS?
Wassalam....
Assalamu'alaikum... Bismillah..... Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran: Pasal 36 Ayat 1 UU Nomor 32 Tahun 2002 berbunyi "isi siaran wajib mengandung informasi, pendidikan, hiburan, dan manfaat untuk pembentukan intelektualitas, watak, moral, kemajuan, kekuatan bangsa, menjaga persatuan dan kesatuan, serta mengamalkan nilai-nilai agama dan budaya Indonesia" Jelas sekali bukan, bahwa sinetron tidak ada yang memiliki kriteria tersebut. namun pada kenyataanya tidak ada satupun sinetron yang ditindak oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Hingga saat ini KPI hanya menyoroti hal-hal yang menonjolkan adegan berbau vulgar, seks, pelecehan, dan kekerasan. Ironis, karena bila mengacu pada hal tersebut, maka semestinya tidak ada tayangan pilem-pilem hollywood di tipi-tipi. Otto memahami sepenuhnya bahwa aturan, dalam hal ini UU Penyiaran, yang ada dibuat dalam kondisi ideal, dengan pemikiran yang mendalam tanpa melihat hal-hal yang berlaku di lapangan nantinya. Aturan tersebut tidak didukung dengan kriteria yang jelas tentang hal-hal yang nantinya menimbulkan pelanggaran. Otto udah jarang menyaksikan televisi, sesekali azah. Otto jarang menyaksikan televisi karena terlalu berhamburannya sinetron yang bagi Otto betul-betul sajian yang berorientasi pada uang, bukan pada mutu. Semakin tinggi rating, maka bisa dipastikan sinetron tersebut dianggap bermutu. Padahal untuk penilaian mutu udah ada standarnya, yaitu UU penyiaran tersebut, bukan rating, yang respondennya azah enggak jelas, serta prosedur pengambilan sampelnya juga tidak jelas sama sekali. Dulu..., dulu sekali...., Otto udah seneng dengan kehadiran TPI, saat masih numpang di TVRI. Sekarang, TPI bukan lagi Televisi Pendidikan Indonesia, karena udah menjadi setasiun televisi yang mengedepankan uang. Karyawan SCA yang telah dikaruniai anak sering mengeluhkan tayangan sinetron yang jauh dari kesan mendidik ke arah yang baik. Otto merasa apa yang dikhawatirkan para orang tua itu sangat beralasan. Karena sebagai orang tua yang harus mendidik dan menghidupi keluarga seringkali harus berbenturan dengan televisi yang lebih sering di tonton oleh anak-anak mereka, bersama pengasuh mereka. Orang tua khan kerja. Yang tidak bekerja.., mungkin isteri, pun harus bersirobok dengan tayangan televisi seusai menyelesaikan pekerjaan yang bejibun di rumah. Otto bukan tidak menghargai jerih payah mereka yang menghasilkan sinetron tersebut, hanya saja berharap, para kreator bisa membuat sinetron yang lebih mendidik. Acuan Otto adalah Si Unyil jaman dulu, Si Huma. Acara itu sangat cocok untuk perkembangan anak. Bila kemudian dikembalikan kepada para kreator sinetron, mungkin akan diabaikan saja, karena darimana mereka mendapatkan uang bila tidak menuruti rating. Mengerikan. Tingkat pendidikan warganegara Indonesia masih sangat rendah, masih sangat mudah dibodohi, masih sangat mudah dimanfaatkan untuk kepentingan segelintir golongan. Bila kemudian sinetron tetep itu-itu azah, maka Otto yakin negara dan bangsa ini tidak akan pernah bisa maju berkembang dan besar dalam arti sesungguhnya. Dengan tingkat pendidikan yang sangat rendah begini, tontonan apapun di tipi akan mereka terima tanpa diolah dulu. Dan enaknya, tidak akan ada yang peduli dengan itu semua. Sudah ada lembaga pengatur penyiaran, namun apa yang ada masih jauh panggang daripada api. Harapan sepertinya tinggal harapan, selama uang yang menjadi target. Karyawan SCA udah 2 yang berlangganan televisi digital, untuk mengurangi efek negatif dari tayangan sinetron tersebut. Kapankah para kreator menyadari bahwa perubahan mutu sinetron ada di tangan mereka. Otto kini sudah tidak lagi berpikir bahwa uang akan bisa meningkatkan mutu, karena sudah banyak industri yang menggratiskan layanannya dan masih bisa menghasilkan produk yang bermutu. Lihatlah lingkungann open source. Baiklah, televisi kita udah memberikan banyak layanan gratis, namun yang Otto tekankan adalah mutu. Adalah tugas seluruh elemen bangsa dan negara ini untuk mengarahkan calon penghuni bangsa dan negara ini ke arah yang baik, bukan malah turut serta menghancurkan mereka dengan menciptakan tayangan yang merusak, mengotori otak dan mental mereka yang tengah berkembang. Wassalam... NB: Ide berasal dari kompas
Assalamu'alaikum.... Bismillah... Salam hangat dari Toto Suharyanto untuk semua pengunjung setia Goeboegnya Otto. Hem..., pagi terbangun 1/2 lima (biasanya juga jam segitu), sholat subuh, lalu leyeh-leyeh sebentar untuk jam 5 pulang ke rumah. Hari ini, karyawan SCA-Group plesir ke pantai dekatnya Balekambang, Otto lupa namanya, jadi sebelum terlupa, Otto mampir ke Alfamart untuk beli sedikit bekal diperjalanan nanti.
Sesampainya di rumah..., mbukak Speedy, ngecek Email, ngecek eMPi, lalu disambung dengan menyalakan YM!
Di YM! ada satu undangan dan satu offline message.
Otto akan menulis yang offline message ini. Pengirimnya cuman satu orang dan selama ini, emang selalu satu orang itu. Entah apa tujuannya serta latar belakang dia melakukan hal ini. Baiklah, layanan YM! ini memang gratis, terserah kita hendak nulis apapun di situ. Demikian juga, terserah kita, bila merasa terganggung dengan offline yang isinya cuman itu-itu azah, kita bisa menghapus orang tersebut dari "keanggotaan" YM! kita. Itu sangat sederhana dan gampang.
Tidak ada permasalahan di situ. Otto kok jadi mikir..., nich orang pengen banget SKSD (Sok Kenal Sok Dekat). Mbok ya-o, enggak usah ngirim ke semua napa sich..., atau enggak usah ngirim pesan yang tidak ada gunanya. Bukankah status on-line atau off-line kita tampak di "daftar hadir"YM! Anda off, Anda On, Anda jungkir balik khan tampak. Beberapa teman Otto ngirim pesan saat Otto off, dan isinya emang terkadang menggelikan, kalo yang ini sich Otto welcome azah, karena selalu ada yang baru. Dan yang lebih penting, tidak "send all".
Jadi.....
Wassalam.....
NB: Mohon untuk tidak mengambil kesimpulan sebelum segala sesuatunya jelas.
Assalamu'alaikum..... Bismillah..... Berhari-hari semenjak Otto bergabung dengan Multiply, telah banyak teman di kontaknya Otto, entah itu yang sekedar ada, atau memang aktif, dan itu tidak ada masalah bagi Otto. Yang jadi sedikit mengganggu adalah kenyataan bahwa Otto berada di lingkungan para ahli, dikelilingi oleh mereka-mereka yang terampil, bisa dan mampu. Di satu sisi, Otto bisa dengan cepat mendapat pertolongan saat ada gangguan di Goeboeg's. Di sisi laen, ini merupakan tekanan bagi Otto untuk terus-menerus menampilkan yang terbaik dari yang terbaik, sementara yang tersuguhkan masihlah yang baik dari yang terburuk, jauh panggang daripada api. Berkecil hati, menciutkan nyali.... Enggak jugah..... Pasti ada celah yang belon tergarap oleh mereka. Pasti...., dan inilah yang membuat Otto mampu bertahan. Ada harapan, ada celah, dan pasti ada sesuatu yang bisa Otto bagi. Basi..., mohon ma'af..., kemampuan Otto terbatas untuk selalu memberikan yang fresh from the oven. Terkadang hasrat begitu menggebu, terkadang loyo tanpa batas waktu. Goeboeg ini adalah tempat Otto untuk menumpahkan segala isi pikiran yang sering penat. Meringankannya dengan menulisnya. Bila tidak bermutu..., ya mohon dimaklumi, bukan seorang yang mengenyam pendidikan tinggi yang telah dididik untuk menulis secara benar, sitematis dan bermutu. Sajian basi..., terus terang karena kemampuan Otto untuk berkelana terbatas. Jadi bila tlisan Otto tidak original..., ya mohon maklum (lagi....)  Ach..., laparnya.... Wassalam....
Assalamu'alaikum... Bismillah.... Hai..hai....., pembaca setia, selamat berjumpa lagi dengan tulisan Otto. Meski ada beberapa teman yang mendapat musibah, semoga musibah dapatlah mendatangkan makna dalam hidup dan kehidupan para pembaca semua. Bagi yang baru saja lulusan, selamat aza dech, enggak perlu merayakannya dengan berlebihan. Cukup alinea pembukaanya, sekarang ke inti tulisan. Dua bulan yang lalu, Otto menanyakan kepada 2 Juragannya Otto, situs SCA hendak diarahkan ke mana, serta apa misi dan visi yang hendak disampaikan kepada para surfer. Saat itu alasan Otto bertanya adalah dikarenakan situs tersebut hanya sebagai pos pengeluaran azah bagi perusahaan. Dengan guyon, juragan menjawab enggak apa, khan murah, cuman 160 rebu pertiga bulan. Ha..ha....  Emang murah sich..., tapi bagi Otto, tetep azah enggak nyaman. Otto yang ditugasi membuat, merawat dan memperoleh bayaran dari situ namun belum bisa mempertanggungjawabkan sebgaimana semestinya.  Otto tidak bisa bekerja bila tidak ada batasan atau rel yang menjadi acuan dalam bekerja. Selama 6 bulan keberadaan situs tersebut, Otto terus-terusan mencoba-coba resep manakah yang sesuai, hingga akhirnya bosan, karena arah yang tidak jelas, yang berujung pada situs hanya sebagai status " Ini lho SCA punya situs.." namun kosong, tidak ada isinya. Parah khan.... Bila sudah demikian, Otto jadi asal-asalan azah ngurus situs, meski dengan beban yang berat, khan Otto dibayar.  Sisi non-kreatif dalam perawatan situs adalah hal yang sangat mengganggu, Otto akui itu. Karena itu, Otto membutuhkan pihak laen yang bisa memberikan ide untuk bisa Otto terapkan, dan dalam hal ini juragan. Dengan semakin sibuknya mereka berdua, maka semakin sulit bagi Otto mengembangkan situs tersebut.  Hingga suatu hari, tertuang pada posting tanggal 13 Juni. Pada malam harinya, Otto kembali bertemu dengan Juragan (Pak Paedi saja, karena Ibu Paedi ada acara), dimana beliau mengutarakan apa yang beliau inginkan terhadap situs SCA. Apa-apa saja yang mesti ada di situs, apa-apa saja yang harus Otto kerjakan. Dari sana, Otto bisa merancang apa yang mesthi Otto kerjakan.  Langkah awal, meski Otto masih merasa ada yang kurang, entah di mana, adalah tampilan pada posting ini.  Akhirnya, jawaban yang mengambang 2 bulan lalu, sekarang menjadi jawaban pasti, dan menjadi acuan bagi Otto untuk "memoles" situs SCA. Rancangan-rancangan segera dibuat, dipresentasikan dan dipublikasikan. Harapan..., semoga saat satu tahunnya situs SCA, Otto berhasil " memberi nuansa baru". Semoga.. Demikian tulisan Otto untuk sementara ini. Terimakasih udah bersedia "ngangok" Goeboeg Otto Wassalam.
Assalamu'alaikum... Bismillah..... Ehm...., selama ini, beberapa kali Otto ditraktir makan ama teman-teman. Biasa azah..., akan menjadi luar biasa kalo Otto yang nraktir.... He..he....... Ngelantur...... Hampir 2 bulan ini Otto tenggelam mempelajari PHP yang kemudian 2 bulan ke depan disambung dengan MySQL. Bagi seseorang yang tidak memiliki latar belakang ilmu komputer sama sekali, ini adalah suatu hal yang berat. Sungguh.... Rerata Otto hanya memiliki waktu efektif untuk belajar di rumah 2 jam (saja) dikarenakan sering-sering udah capai atau tergoda untuk membuka Goeboeg, ech..., multiply dink. Hal ini juga menandakan rendahnya kedisilipnan Otto dalam belajar. Target Otto untuk menyelesaikan pembelajaran PHP dan MySQL adalah 4 bulan. Tujuan Otto belajar 2 hal itu adalah melakukan persiapan diri menyongsong digitalisasi serta online-nya system administrasi SCA, entah kapan itu, karena dari beberapa pembicaraan dengan juragan, SCA hendak dibuat lebih ringkas, mengurangi hal manual. Lha kok kemarin..., Ibu Juragan nanya "Om Botol..., kok mobistore dan SCA-2 tidak disertakan di site SCA..??" Nach loch..!!!!  Opo orak mumet....... SCA-1 saja, tempat dimana Otto berdomisili masih belon seluruhnya kelar Otto tampilkan di site, sekarang ada pertanyaan gitu. Mikir lagi nich...., mana yang hendak diprioritaskan. Jawaban Otto pada juragan gampang azah, yang mobistore dalam tahap perancangan karena beberapa ramuannya udah siap. Sedangkan SCA-2 yang notabene service-an belon ada perancangan, bahkan ide sekalipun enggak ada. Insya Allah setahun SCA-Cellular.com mobistore akan Otto tampilkan secara penuh. Itu janji Otto. Ternyata harus Otto sampaikan gimana repotnya Otto ngurusi beberapa hal dalam satu waktu secara bersamaan. Juragan udah menanyakan, yang itu artinya adalah penugasan bagi Otto. Dari hati terdalam, timbul keraguan, haruskah Otto melonggarkan PHP dan MySQL untuk lebih konsentrasi ke mobistore, ataukah tetep belajar dengan hasil yang entah kapan digunakan, dan setengah hati ngurus promo mobistore. Satu lagi tantangan. Otto enggak ada (lagi-lagi) dasar membuat situs. ENGGAK ADA...  Bondhone mung nekad lan tekad. Sinau karo mlaku..., yen iso karo mlayu..... Ach..., emang harus dibicarakan dengan para juragan, mana yang ingin mereka dahulukan. Beginilah nasib batur a.k.a babu.... Wassalam....
Assalamu'alaikum.... Bismillah.... Udah kadung gila..., sekalian azah nulis ide gila...., gak apa khan. Sekali waktu nulis yang nggilani, daripada terus-terusan nulis yang enggak mutu. Tadi ada teman yang menunjuk tulisan dari Okezone, enggak terlalu memperhatikan tanggal berapa posting tersebut, ini judulnya: BBM Naik, Malaysia Potong Gaji Menteri. Kalo di Indonesia, karena sudah parah, dan jumlah menteri hanya belasan, gimana kalo: Gaji anggota DPR dan DPRD sama dengan UMR. Tunjangan hanya diberikan saat dibutuhkan, dan ada bukti penggunaan atau hendak digunakan untuk apa
Wassalam.....
Assalamu'alaikum..... Bismillah..... Please..., katakan kepadaku kalo Linux itu enggak asyiiik.... Please.... Please..., katakan bila banyak pilihan malah bikin bingung..... Please.... Weleh..weleh....... Dalam keterpurukan ekonomi, entah karena apa, apa karena MOG dengan Giant-nya baru azah di buka yak..., Otto masih menyempatkan diri bermain dengan Ubuntu Blekok.... Permainan hari ini adalah instalasi Google Earth, Opera dan Installjammer. Google Earth..., Otto kalah..., karena selalu Logout-login. Masih terlalu tangguh bagi Otto... Opera..., libas azah..., dengan senyam-senyum dan bersenandung lirih lagu-lagu Iwan Fals. InstallJammer..., sepertinya seri dech...., berhasil nginstall, cuman kemudian mentok ini aplikasi gimana mengoperasikannya.... Google Earth, Otto mendapatkan binary file, apa ya binnary file itu..., pokoknya extensinya bin, yang artinya instalasi tidak dilakukan dengan cara add/remove program atau menggunakan sypnatic. Namun menggunakan perintah lisan, chmod +x namapalikasi.bin. Lalu instal dengan perintah ./namaaplikasi.bin. Otto sarankan, menempatkan file .bin nya di folder dimana hendak digunakan. Otto membuat folder baru. Disini nich kalo Otto: /home/toto/Programs. Demi kerapihan... Opera..., aplikasi web browser, tahu donk.... Bersanding tidak terlalu mesra dengan sang Musang, aplikasi ini relatif mudah instalasi di Blekok, karena menyertakan paket instalasi debian (.deb), jadi bisa instalasi melalui sypnatic. Wes hewes hewes..., bablas instalasine..... Bisa berjalan seperti yang diharapkan... InstallJammer...., kalo yang satu ini sich..., katanya untuk bisa melakukan instalasi lintas platform. Enggak jelas juga maksudnya, karena Otto cuba install Google earth liwat dia..., InstallJammer emoh nginstall. Lalu..lalu.... Installjammer, installernya juga berextensi bin, jadi caranya sama dengan yang Otto lakuin terhadap GoogleEarth. Untuk yang Google apa karena monitor atau VGA-nya ya kurang mendukung. Besok atau kapan lach nyuba di rumah, karena resolusi layar yang dirumah udah bisa Otto tingkatkan ke 1024 x 768, dan mungkin masih bisa dinaikkan lagi. Mending, dibanding dengan 800 x 600 saat awal instalasi.... Wassalam..... NB: Heron sebangsa burung leher panjang seperti Blekok, meski enggak bener-bener sama, sedikit banyak Otto paksakan....
Assalamu'alaikum..... Bismillah...
Pandora Box has been delivered....
Wassalam..
 Assalamu'alaikum.... Bismillah.... Setelah tadi pagi bobok jam 2 dini hari karena menemukan beberapa hal menarik yang menggoda. Hari ini, satu karyawan libur, pembeli kadang banyak, kadang dikit, membuat tidak stabilnya penampilan Otto. He..he..... Pengaruh ngantuk ini demikian menguasai hingga mengganggu kinerja Otto. Pengennya nyemil mlulu.... Setelah pagi dibuka berjibaku dengan dinginnya air bak mandi, siangan dikit dengan rasa kantuk. Menderita banget ya.... Libur masih selasa, tapi tubuh ini udah pengen istirahat dari ruang yang perputaran udaranya jelek banget. Ugh..., mengeluh thok ae... Wassalam.....
Assalamu'alaikum.... Bismillah....  Final Euro 2008 sebentar lagi dimulai loh..., pasar taruhan udah panas, dan yang menjadi perbincangan di hari pertama ini adalah Portugal. Bagi yang melek bola lebih memperhitungkan Portugal akan mengalahkan Turki, meski belon sampai menggulung apalagi menggunduli. Namun, dalam taruhan tidak segampang itu..., karena ada aturan yang njlimet-mumet-membingungkan. Bagi Otto..., EGP...... (jadi teringat ada tulisan tentang bola yang belon selesai)  Sore hari tadi saat jam istirahat, juragan lanang mendapatkan maenan baru, dan seperti biasa, Otto nimbrung dengan penuh rasa ingin tahu, kalo enggak bisa dibilang mengganggu kesenangan orang laen. Juragan memasang CCTV untuk SCA-2 yang bisa diakses melalui jaringan, melalui kode akses 192.168.1.100, dan hanya bisa menggunakan Internet Explorer. MENJENGKELKAN...... Dan yang lebih menjengkelkan adalah bahwa saat mengetahui bila alamat tersebut diakses oleh 2 atau lebih komputer, maka hanya 1 saja yang bisa mengakses. Supaya komputer yang lain bisa mengakses, maka alamat 192.168.1.100 harus dijadikan Gateway, yang artinya enggak akan bisa internetan dimana gateway yang digunakan adalah 192.168.1.254. Penyelesaiannya adalah harus ada satu komputer switch. Satu hal yang enggak akan terlaksana, karena komputer di SCA-2 full-book semua.  Karena pengen...., maka Otto dengan senangnya menginstall Wine (lagi) supaya bisa membuka Internet Explorer. Wine udah terbuka, IE-nya (bawaan dari Wine) enggak bisa terbuka karena (sepertinya) dukungan prosesor dan memory dari komputer Otto yang tidak memadai. Oh..., iya.... Ngingetin azah, bagi teman-teman yang hendak menambah aplikasi, mohon untuk memindah server dari Indonesia ke USA atau server utama, karena beberapa library Ubuntu dari server Indonesia belum tersedia. Kerepotan berikutnya adalah, aplikasi pengintai untuk Toko Mobistore yang hendak dipasang hanya bisa berjalan di platform Windows.  Halach...., hare gene enggak memberi pilihan bijaksana..... Itu artinya akan ada pengeluaran baru untuk membeli sebuah operating system yang kosong melompong. Jelas sangat banyak aplikasi yang harus ditambahkan untuk menopang serta menjaga kesinambungan jalannya operating system tersebut. Menyedihkan.... Antivirus (mungkin Avast), OpenOffice.Org (orang kantoran butuh tuch), FireFox (tidak bisa internetan tanpanya), selebihnya belon kepikiran, pokoknya yang halal. Sesaaat...!!!! Menyusahkan sekali sich.....Godaan paling besar bagi Otto bila sudah ada Wine adalah, menerjang semua aturan yang ada dengan melakukan instalasi aplikasi atau permainan bajakan yang banyak di wilayah windust tersebut...  Wassalam....
Assalamu'alaikum.... Bismillah.....  Sehari kemarin Otto udah cerita kalo barusan n ginstall Xubuntu, alternatif dari Ubuntu yang menggunakan desktop XFCE. Ulasan di posting sebelum ini, Otto tulis bila Xubuntu ditujukan untuk komputer yang katrok, lawas, lambat, lemot, dan itu tidak salah, karena Xubuntu r ingan dalam pengoperasian. Cuba, Shinichi Kudo protes kalo kata cuba tuch mirip dengan orang Malingsia, coba kita amati perkakas di dalamnya. Selain penampilan yang ringan, ehm..., boleh dikatakan enggak mewah sama sekali, seperti Gnome kan. Ada begitu banyak fasilitas yang dipangkas pada distro ini, yang cukup mengganggu bagi Otto. File manager yang tidak lagi mengenali komputer lain di jaringan. Hardisk juga enggak di kenali di folder media secara langsung, mungkin butuh di mounting dulu. Awan kelabu bagi new comer.... Tidak ada add-remove program, meski ada synaptic. Untuk seorang awam, synaptic bukanlah perkakas yang bersahabat..., cenderung menakutkan, dengan berbagai istilah yang bikin kepala cemut-cemut. Lebih mudah bila add-remove program disertakan. Ini lebih nyaman bagi yang baru mengenal Ubuntu Aplikasi office.., meski tidak mengusung Open Office, masih layak untuk digunakan, mengingat XFCE khan hadir untuk keringanan. Ini juga menandakan bila Open Source tuch ada demikian banyak alternatif, enggak melulu itu..itu azah. Pengaturan dislpay, seperti distro-distro yang laen..., jangan berharap menemukan hal yang memudahkan pengaturan resolusi layar. Otto menggunakan NVIDIA RAM 128, dengan 128 bit, tetep maksimal resolusi 800x640. Menyebalkan, bukankah begitu.... Bagi yang awam...., ini sangat menggoda untuk tidak lagi menggunakan Linux... Cilaka..... Walau XUbuntu telah hadir sedari Ubuntu 5.10 kode Breezy Badger, namun perkembangannya tidak seperti yang diharapkan, karena pada dasarnya setelah Otto rasa, masih lebih baik menggunakan Ubuntu,mengingat fasilitas yang lebih lengkap. Apalagi setelah instalasi Ubuntu 8.04, kecepatan di berbagai lini aplikasi enggak jauh beda. Jadi untuk apa susah-susah menggunakan Xubuntu, bila harus melakukan instalasi banyak hal untuk bisa bekerja dengan nyaman, bila di Ubuntu telah tersedia. Kesimpulan: Xubuntu hampir mengecewakan XFCE karena masih jauh panggang daripada api. Meskipun sebagai desktop alternatif, paling tidak fasilitas umum yang ada pada KDE dan atau Gnome disertakan, tidak sertamerta dihapus yang malah mengganggu. Wassalam
Assalamu'alaikum.... Bismillah.....
Ada-ada azah kelakuan bila pengen menarik perhatian Otto. Sering komputer di toko tuch berulah. Saat Otto sakit..., ada azah yang enggak beres, jadi Otto harus menahan sakit untuk membetulkan dirinya.
Pagi ini berencana meng-up-grade Celeron Otto dari FF ke HH. Motherboard bersedia membaca hardisk, namun tidak bersedia booting, tidak ada GRUB sama sekali..., cuman kelip-kelip kecil di pojok kiri atas monitor. Menggunakan CD-Live HH, hardisk mau kebaca, termasuk file-file system. Mencuba instalasi...
Ini bagian yang enggak Otto mengerti. HH seakan tidak membaca HD, ada pesan kesalahan pada ATA1, menggunakan distro turunan ubuntu apapun. EDHIYAN....
Opo orak mumet....
Putus asa..., Otto nyomot HD yang berisi windust, berharap HD terbaca..., dan alhamdulillah, HD Otto terbaca..., jelas cuman data..., yang EXT3 khan kebacanya enggak dikenali... Satu klik dari Otto, menghancurkan seluruh data di HD :Delete Logical Drive...
Bagoooeeeezzzzz.....
Cuman..., setelah itu...., instalasi HH berjalan dengan normal....
Ada apakah gerangan....???
Ach..., gak masalah..., pokok Ubuntu udah terinstall dan berjalan dengan baik..., untuk data..., tinggal dibalikin azah dari back-up. Beres khan...
Wassalam....
Assalamu'alaikum... Bismillah.... Pagi-pagi beli bubur kacang ijo yang liwat depan rumahku. Lumayan..., anget-anget menambah sedikit nafsu sarapan, yang masih nanti. Enaaakkk..... Selamat pagi pembaca setia...., weeee....., gimana kabar dikau-dikau sekalian tadi malam..... Semoga pagi ini bisa berangkat tidur dengan tenang ya, bagi yang OP shift malam atau yang kebagian jaga server malam. Dan bagi mereka yang bersiap beraktifitas..., Otto ucapkan selamat beraktifitas, jangan lupa berdo'a dan mengarahkan pikir bahwa kita itu berangkat bermain untuk dibayar, bukan berangkat bekerja. Ehm..., inspirasi dari sini nich..., silakan tengok.... Pagi ini ada beberapa hal yang bikin Otto seneng. Pertamax, Otto berhasil melakukan instalasi Xubuntu 8.04, Ubuntu desktop yang mengusung XFCE untuk pertama kali. Biasanya khan Gnome (di usung oleh Ubuntu) atau KDE (di usung oleh Kubuntu). Karena ditujukan untuk penggunaan komputer katrok, maka sangat banyak fasilitas dari Ubuntu yang tidak disertakan, tapi bisa kita tambahkan sendiri, bila pengen. Seperti beli makan di warung Tegal gitu loh..., bila pengen..., ambil azah, cuman dipungut biaya akses internet azah. Selebihnya... GRATIZZZ.. Keduax, Setelah sholat subuh, instalasi Ubuntu Hardy Heron, untuk menggantikan Feisty Fawn yang hampir 1 tahun menemani Otto, lancar, tiada aral sama sekali. Dungaren komputer Otto bersahabat.... Yang bikin seneng di Hardy Heron, sebut saja HH, adalah disertakannya Mozilla Firefox 3 Beta 5, secara Otto masih menggunakan Firefox 2.0.X untuk yang di toko. FF3 ini memberikan begitu banyak kemudahan dalam pengaturan add-ons, meski, beberapa add-ons tua belon bisa diaplikasikan di sini, contoh yang mengganggu adalah unplug, add-ons untuk membaca play list MP3 di multiply dan banyak situs.... BTW, secara over-all, selama 3 jam pemakaian, Otto merasakan kesenangan, seperti awal berhasil melakukan instalasi FF selama hampir 2 jam di komputer ini. Sekarang..., betul-betul diberi kemudahan, memangkas sekian banyak pintu birokrasi. Cuman..., sekali lagi cuman..., Wine nya belon bisa terinstall secara benar, karena data .deb wine untuk HH di server Ubuntu belon ada, lagi di update kali ya....
Assalamu'alaikum... Bismillah... Alhamdulillah..., hari ini kerjaan lancar meski omzet belum menunjukkan perbaikan, namun kami percaya dengan strategi yangtepat dan kerja keras tanpa kenal lelah, omzet akan bisa kembali normal. Hari ini Otto melakukan pembakaran terhadap 2 distro dan 3 judul pilem yang telah Otto konvert menjadi format RMVB untuk koleksi pribadi. Dua distro yang Otto maksud adalah: 1. Mandriva 2008-1 1.1. Mandriva KDE 2008-1 1.2. Mandriva XFCE 2008-1 2. Ubuntu 8.04 2.1. Kubuntu 8.04 (desktop KDE) 2.2. Kubuntu KDE 8.04 (?) 2.3. Ubuntu 8.04 (desktop Gnome) 2.4. Ubuntu Server 8.04 2.5. Xubuntu 8.04 (desktop XFCE) Pilem yang Otto burning 1. Bourne Identity 2. Bourne Supremacy 3. Bourne Ultimatum Menggunakan Brasero bawaan Linux Mint. Cepet juga, rata-rata 4 menit untuk membakar sebesar 600 mega Byte. Dengan hal ini..., sepertinya Linux Mint akan Otto pertahankan untuk sementara waktu, melihat apakah Xubuntu mampu melibas kecepatan pembakaran dari Linux Mint. Belom tahu juga, Xubuntu menggunakan fasilitas burning apa. Bila sama-sama menggunakan Brasero..., kemudian file manager bisa terhubung ke LAN, maka akan milih Xubuntu..., tapi lihat nanti dulu. Tentang Bourne, karena Otto senang pilem ini, maka pilem ini adalah pilem pertama yang Otto taruh di hardisk, yang makin habis, karena itu berinisiatif Otto pindahkan ke media cakram, hingga kapasitas HD bisa terjaga. 80 GB ternyata sedikit bila terus-terusan mengkoleksi pilem. Masih ada beberapa pilem yang menunggu dipindah ke media cakram, seperti The Mummy dan The Mummy Return, Indiana Jones tiga-tiganya, National Treasure dua-duanya, dan masih banyak lagi..... Besok..., Otto pengen tahu, ada apakah di Multiply ini, karena janji akan ada penampilan spektakuler. Berharap azah bisa bikin ketawa. Malam Ini..., Otto memulai melakukan pemilahan terhadap cakram Linux yang hendak Otto hibahkan kepada teman, karena tempat disknya udah enggak mencukupi, jadi tinimbang enggak Otto pakai, khan lebih baik diserahkan kepada yang lebih pengen. Dhuafa Linux....Lumayan sich..., untuk tambah-tambah ilmu...., tambah pengalaman..... Seneng bila ada belia yang bersedia untuk sedikit keluar dari pakem proprietary... Wassalam....
Assalamu'alaikum... Bismillah...  Hai..hallo..., jumpa lagi dengan Toto Suharyanto yang lagi libur dari kerjaan di toko. Seharian ini cuman keluyuran tanpa membawa tustel jadi enggak ada foto yang dibagi. Innalillahi wainnailaihi roji'un  Kabar duka datang dari keluarga Om Korbanlondoireng, setelah sebelumnya beliau juga mengalami musibah. Sungguh Allah menunjukkan kebesarannya di hadapan kita. Sungguh kita bukanlah apa-apa, jadi apa yang hendak kita sombongkan, bila satu-satunya yang sangat berharga ternyata hanyalah titipan: Hidup. Otto termenung sesaat, merenung kembali apa yang telah Otto hasilkan, supaya saat tiba waktunya ada yang dibawa sebagai bekal. Hasilnya: enggak ada apa-apa, bahkan bukan nol, kosong, tidak ada apa-apa. Sungguh Allah mencintai Om Londo. Ini adalah misteri Illahi, tiada seorang pun yang sanggup untuk memecahkannya. Tidak akan ada maju atau mundur barang sedetik, bila tiba waktunya.   Selanjutnya..... Siang tadi, Otto jalan-jalan ke toko buku Toga mas, dengan besar harapan Hardy Heron telah tersedia di sana sebagai bonus dari majalah Info Linux. Taraaaa.......!!! Dia ada di sana, teronggok di tengah kumpulan buku yang belon diatur. Ambil satu, bawa ke kasir, gesek, bawa pulang. Ternyata...., ada bonus Mandriva Spring 2008.1.  He..he...., senangnya hati ini, sekali tepuk mendapatkan 2 distro yang menarik, bagi Otto.  Kendala yang ada adalah:  Dua-duanya DVD, artinya, Otto belon bisa menginstallnya di rumah karena komputer rumah masih menggunakan CD-ROM. Rencananya, DVD tersebut akan Otto pecah menjadi serpihan CD yang bisa diinstall di komputernya Otto.  Selanjutnya..., ada berita kurang menyenangkan lagi. Penjual batagor goreng di hutan kota Malabar selama 3 hari ini enggak jualan. Pindah kemanakah gerangan dirinya...? Teman-teman yang tahu persis keberadaan penjual itu..., mohon PM Otto ya..., pengen nich....  Teruzzz, membayar Speedy melalui ATM  , lalu telpon temin, ngajak makan siang barengan, dia engak bisa karena shift siang  . Yawda..., pulang azah, makan siang di rumah, pake telor rebus. Nasi dan telor rebus thok..... Alhamdulillah masih bisa makan....  Tidur siang, bangun setengah lima, ke toko, memeriksa kondisi, apakah pegawai kerja atau cuman internetan enggak mutu. Ada penugasan baru dari Juragan Perempuan. Toko sepi...., mungkin karena orang-orang masih nganyari MOG (Malang olympic Garden) yang ada Giant Super Mall di dalamnya. Duch.....  Sampai rumah, ngebaca sebentar info linux, ngepost tulisan ini..., lalu bobok. Besok masih kerja... Wassalam.....
Assalamualaikum.... Bismillah......
Kelakuan Ubuntu Otto jadi aneh nich.... Keliru tempat nginstall Linux Mint-nya..... Mestinya di HD 40 Giga..., jadi satu dengan ubuntu ini terinstall di HD yang 80 Giga, di tempat kosong....
Erhhh.......
Gak masalah lah..., wong yang tahu cuman Otto, yang laen enggak tahu dan enggak berasa serta enggak mengganggu.... Sekalian azah..., sembari nunggu Hardy dari majalah info linux, karena Feisty enggak mau up-grade ke Hardy secara online
Wassalam
Assalamu'alaikum... Bismillah.... !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) Telkom, operatornya Speedy telah membuka kran broadband hingga 1024 kbps untuk donlot dan 128 kbps untuk upload. Hurup "b" nya kecil lho ya. Secara perasaan, kecepatan yang dirasakan kok tidak ada perubahan ya..., tetep lambat. Yaiyalah..., menggunakan perasaan. Speedy khan enggak punya perasaan. Jadi pengukurannya enggak menggunakan perasaan dong. Menggunakan alat ukur tentunya. Pengukuran kecepatan bisa menggunakan penyedia test kecepatan, seperti speedtest.net ini. Kita bisa melakukan pemilihan server mana yang biasa kita gunakan sebagai acuan. Hari ini, Senin, 26 Mei 2008, Otto mencuba melakukan perhitungan lagi..., karena merasa demikian lambatnya membuka eMPi ini dan beberapa situs luar negeri. Ini Otto sajikan beberapa hasil pengukuran: Kondisi pengukuran ini adalah saat ada aktivitas internet, entah itu download atau upload, baik dari server dalam negeri maupun server luar negeri, hingga lebar pita telah berkurang. Jadi tampak bahwa bila kita donlot ke server luar kecepatan reratanya kisaran 200 kbps. Dan itu sama azah sebelum kran speedy dibuka ke angka 1024 kbps. Bila ingin mendapatkan kecepatan seperti yang diberikan Telkom..., ya gunakanlah server dalam negeri. Adakah server data-hosting yang gratis dengan lebar pita dan ruang penyimpanan seperti Rapidshare yang gratis...? Adakah penyedia blogging yang seperti eMPi ini..., dengan fasilitas senyaman eMPi...? Bila ada..., maka devisa negara untuk membayar sewa lebar-pita bisa dihemat. Wassalam
Assalamu'alaikum... Bismillah.... !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) Penggunaan antivirus sudahlah lumrah untuk sejumlah pengguna OS besutan Microsoft ini, karena ada begitu banyak jalan terbuka lebar yang diberikan oleh Microsoft untuk para pihak yang "mencintai" Microsoft. Bukan basa-basi..., semua antivirus produk manapun pasti dijalankan dan di cobakan pada OS Windows, demikian juga dengan virusnya. Meski begitu......, sering-sering pengguna jendela masih kebobolan. Salah Microsoft kah, atau antivirusnya yang bodoh...? Tidak ada yang menunjuk pada diri sendiri... he...he........ Sebagian besar PC jendela terinfeksi karena ulah penggunanya sendiri. Ada sangat begitu banyak syarat yang diberikan oleh Microsoft agar PC tidak dengan mudahnya terinfeksi. Demikian juga dengan produsen antivirus. Semuanya cerewet, seakan semuanya tahu apa yang terbaik bagi pengguna. Namun..., pendidikan pengguna akan pentingnya perilaku sex aman sangat jarang terdengar. PC dengan mudahnya berhubungan badan dengan segala jenis device yang entah dia steril atau malah sebagai pembawa virus. Bila kita sering berada di area umum untuk melakukan copy-paste data..., pastikan bahwa komputer tersebut mengandung virus. Dengan begitu..., kita tidak gegabah memaksa komputer pribadi kita bercinta dengan device yang telah bercinta dengan komputer dari tempat umum itu. "Jika sudah menambal celah dan menggunakan antivirus yang menghabiskan uang, ternyata aku masih terinfeksi dan harus membersihkan komputer, recover data, instal ulang, dan sebagainya, ini hanya buang-buang duit" Dari detikinet tuch. Karena itu, kebanyakan menggunakan yang "gratisan", yang tentu saja....., ini lebih mengerikan. Tingkah laku pengen cepet, murah, mengambil jalan pintas adalah hal yang telah tertanam sedari sekolah. Gak usah menunjuk (lagi) siapa yang salah. Saat ini, operating system sudah bukan keluaran Microsoft saja. Ada begitu banyak yang menydiakan operating system untuk komputer dengan dukungan yang sama dengan yang diberikan oleh Microsoft. Yang utama..., kita bisa mendapatkannya dengan sangat murah, malah bisa-bisa gratis..., dan betul-betul gratis, bukan bajakan, sebagaimana produk jendela tersebut. Hebatnya..., operating bebas itu dibuat sedemikian hingga bebas gangguan virus. Tidak ada lagi peringatan virus tengah mengobok-obok system operasi komputer kita. Hidup itu penuh pilihan..., apalagi terkait dengan teknologi..... Kita bebas menentukan yang terbaik bagi kita. Murah, mudah, bebas, halal. Wassalam Inspirasi dari Detikinet
| |