Toto's posts with tag: info linux
Assalamu'alaikum.... Bismillah....  Pagi yang cerah..., dan senyum di bibir merah..., waduh..., penggalan lagunya Chrisye (Alm) mengenai pagi yang cerah terngiang di otak nich, meski Otto belon merasakan pengalaman malam pertama yang sesungguhnya. Sesungguhnya yang menemani Otto mengetik tulisan ini adalah lagu rock tahun '80-an dari musisi manca negara, macam Meat Loaf, Deff Lepard, Queen, Skid Row, Van Hallen and many more. Yang sarapan..., selamat menikmati..., yang lagi baca koran..., monggo sambil nyruput kopinya. Lagu yang bersemangat, meski kadang isinya tuch ngenes. Mendengarkan lagu yang diputar melalui pemutar Winamp adalah pilihan tersendiri di kala mengerjakan tugas menggunakan komputer. Otto yakin bila para pembaca Goeboeg ini akrab dengan komputer, kotak pintar di hadapan Anda-Anda sekalian ini. Namun kotak ini tidaklah ada artinya tanpa nyawa yang bernama Operating System.  Dulu..., dulu sekali, saat jaman Otto masih SMP, perkenalan dengan komputer pertama kali masih menggunakan DOS (Disk Operating System) menggunakan disk tipis yang lebar itu, yang berbunyi mendesah-desah saat beroperasi. Beberapa tahun kemudian disk besar tersebut mengecil, masuk ke dalam disk kecil kapasitas 1,4 Mega Byte. Iyah bener..., 1,4 MB saat itu udah sangat besar, dan operating system yang digunakan udah Windows ver.3.1.1. Tampilannya udah lebih nyaman di mata, dengan beberapa perintah yang tinggal klik. Yakin dech..., jaman itu enggak kenal sama sekali dengan kata bajakan. Pokok pakai. Teman-teman yang sebaya dengan Otto mungkin mengalaminya jugah. Kisaran tahun 1995, Otto mendengar sebuah operating lain, yang menyerupai dengan DOS, menggunakan perintah text untuk menjalankan komputer, namanya Linux. Jelas bukan apa-apa dengan kerepotan yang ditimbulkan bila dibandingkan dengan operating system Windows '95 saat itu. Tahun-tahun berikutnya adalah tahun-tahun menyenangkan, berkenalan dengan gadis binal nan liar tak terkontrol bernama " Virus" Virus jaman itu tidak semengerikan jaman sekarang. Kini..., setelah lelah dengan segala razia dan tetek-bengeknya, Otto memilih hal yang masih dianggap aneh. Lagi-lagi, bagi kebanyakan dari kita, hal yang baru dan tidak lumrah adalah aneh, Otto menggunakan Linux, masih tidak lebih dan tidak kurang dari Otto menggunakan Windows, masih menjadi operating system saja. Tidak seperti jaman kita-kita yang kenal operating system itu-itu azah, sekarang udah ada pilihan untuk operating system sebuah komputer. Dan bagi lingkungan pendidik (sekolah, keluarga dll) yang udah melek komputer, adalah kewajiban bagi mereka untuk memperkenalkan secara dini operating system-operating system tersebut. Dan yang lebih utama adalah yang halal, bukan yang haram. Yang orisinal, bukan yang bajakan. Dulu..., mungkin sekarang masih, teman-teman yang sekolah yang terkait dengan komputer tentu kenal dengan yang namanya assembler. Assembler juga merupakan bahsa yang bisa dipahami oleh prosesor. Dengan menggunakan assembler, kita bisa tahu isi dan struktur dari sebuah komputer. Operating system yang bagus, semestinya juga menyertakan hal ini, tanpa rumit-rumit. Dan itu bisa ditemui di Linux. Nach..., mulai dech masuk pada pokok pembicaraan. Banyak diantara kita yang sayang membelanjakan segepok rupiah untuk membeli suatu operating system, lebih baik beli yang murah, meski itu bajakan, karena berpikir hanya digunakan untuk keperluan rumahan. Bagi Otto pribadi..., itu adalah cara berpikir yang keliru saat ini. Bila cara berpikir itu tahun '90-an, mungkin masih Otto anggap sah-sah saja, karena belon ada operating system alternatif yang mudah penggunaanya selain windows yang berbayar.  Mengapa Linux...? Sebuah tanya, dengan sekian banyak jawab, tinggal pilih. Otto jawab ya, beberapa azah.. Lupakan tentang virus... Yup..., saat ini, lupakan tentang virus dan kerabatnya. Tentu di Linux, sebagai operating system ancaman adanya virus tidak tertutup, alih-alih terdengar "Baiklah, tidak terlalu sering khan.." namun akan terdengar lebih sebagai "Bila kamu benar-benar mendapati virus di Linux, sampaikan kepada kami". System operasi Linux memiliki cara instalasi yang lebih aman tinimbang windows, hingga yakin dech, virus tidak akan misa melakukan instalasi dirinya sendiri, layaknya kejadian di windows. Stabil, amat stabil...Sekalli kita install Linux di komputer kita, bila masih kita gunakan selama 5 tahun lagi, maka kecepatan proses tidak akan jauh berbeda saat awal kita gunakan setelah isntalasi, meski sudah sekian aplikasi kita installkan ke dalamnya. Linux penjaga komputer Anda.... Pengalaman Otto sendiri nich. Semenjak marak penggunaan removable media, ancaman terhadap kemanan windows meningkat teramat sangat tajam. Trojan, worm, adware, spyware, sebutkan saja apa yang terlintas akan dengan mudah menginfeksi windows. Karena itu, Otto harus melakukan pencegahan akan hal itu dengan melakukan kerjaan yang sangat menyita waktu, yang semestinya bisa digunakan untuk hal yang laen. Install, firewall, install antivirus, install anti ad-aware, install firefox, dan cerewet kepada para karyawan mengenai bahaya yang bisa ditimbulkan bila teledor. Dengan Linux, sekali install operating system..., udah..., tinggal mengerjakan yang lain. Gratis, halal dan thoyib....Ha..ha......, ini dia yang seeep....... Untuk windows home edition, di Malang, dibandrol kisaran 800 rebu rupiah. Yang didapatkan hanyalah sebuah operating system.... Mau..?? Bebas...Linux dan aplikasi "Open Source" adalah "bebas". Artinya, lisensi mereka adalah "lisensi bebas" dan kebanyakan dari mereka malah GPL (General Public License). Status dari lisensi model ginian adalah kita bebas mendistribusikan, bebas "mengintip" isi aplikasi, bebas merubah isi dari aplikai tersebut lalu mengedarkannya, selama masih dalam koridor GPL. Apa sich keuntungan kita dengan kebebasan ini. Saat ini mungkin belum terasa, namun coba tahun-tahun-tahun ke depan, dikala harga aplikasi berbayar semakin tidak terjangkau, razia bajakan semakin menggila (mungkin bisa mencapai pengguna rumahan), maka kebebasan inilah yang akan menguntungkan kita. Lengkap...Serba ada, dan itu hanya dalam satu keping disc kapasitas 750 Mega Byte. Melakukan instalasi windows adalah langkah awal dari sekian langkah yang buang-buang waktu dan tenaga yang berharga. Install anti-virus, install anti ad-aware, install aplikasi perkantoran (pengolah kata, spread sheet, aplikasi presentasi), pengolah gambar, instant messenger. Otto membutuhkan waktu sekitar 1 jam 45 menit untuk melengkapi itu semua. Dengan Linux, install selama 30 menit, lalu langsung bisa mengerjakan administrasi toko. Up-date hanya dengan satu "klik"Windows menyediakan up-date yang bagus untuk dirinya. boleh dikatakan, masih yang terbagus. Lalu..., bagaimana dengan aplikasi yang terinstall di dalamnya. Ini dia yang bikin repot. Sekian banyak aplikasi terinstall, maka sekian banyak pula "klik" up-date yang harus dilakukan. Semoga tikus kita sehat.... Dengan Linux, apa yang terisntall di dalamnya, dapat dengan mudah kita lakukan up-date, dengan satu menu up-date yang terintegrasi. Mudah.... Mengapa beli, bila ada yang gratis...Yang gratis..., yang gratis..... Itu bila kita menggunakan Linux. Dalam satu keping disk, kita akanmendapatkan kebutuhan mendasar dari komputer kita. Bila membayar, paling cuman untuk membeli disk kosong untuk menggandakan Linux dari teman kita. Ech..., udah jam 7 pagi...., saatnya mandi, karena hendak keluyuran pagi.... Sebenarnya masih banyak yang hendak Otto copas, hanya karena keterbasan waktu, jadi silakan para pembaca langsung menuju alamat yang Otto tulis di bawah itu. Wassalam.... NB: Ide tulisan ini berasal dari pembicaraan Otto dengan A'an. A'an ingin memperkenalkan komputer kepada anaknya. Otto menyarankan menggunakan Linux untuk hal tersebut, dan tentu saja disambut dengan tawa sinis-meremehkan (hal yang udah biasa Otto terima). Otto jelaskan kepadanya, bahwa anak tuch amanah yang harus di jaga, jangan di isi dengan hal-hal yang terkait dengan bajakan. A'an menjawab dengan tangkas, khan masih kecil, enggak tahu itu bajakan atau bukan. Urusanya nanti kalo dia udah mengerti. Dari sini Otto hanya tersenyum. Karakter karyawan adalah harus melihat bukti, bukan sekedar kata. Tanggung jawab Otto sebagai atasan untuk mencontohkan yang baik kepada karyawan, dan salah satunya adalah Linux, meski sering-sering sulit, karena kebiasaan dengan kemudahan yang diberikan windows. Mereka tidak tahu betapa sulitnya sebenarnya merawat windows itu. Sekali install Linux, baik orang tua maupun anaknya bisa belajar dan bermain bersama, tanpa bayang bajakan atau ori. Mengenalkan komputer melalui Linux sedari dini, akan membuat anak kritis dan tidak mudah menyerah bila menghadapi masalah. Link terkait dengan tulisan ini: 1. Why linux is better2. Why Linux will always better3. Top 10 reasons why LinuxImage taken from 1. For Tux2. Image mengapa Linux3. DOS4. Jamuan pagi hari.
Assalamu'alaikum... Bismillah.... Antivirus..... Hem.......... Bagi pengguna operating system keluaran Microsoft, tentu sangat mengenal antivirus. Vista sekalipun. Jaman dahulu kala, bagi Otto, antivirus diinstal setelah berhasil melakukan instalasi operating system, dalam hal ini windows, sebelum melakukan pekerjaan yang laen, instal driver VGA misalnya. Antivirus laksana pakaian yang melindungi sebuah operating system dari sesuatu yang bisa merusak kinerja system tersebut. Ada begitu banyak antivirus, namun pertanyaanya: Mana yang sesuai...? Dulu sekali, saat pertama berkenalan dengan OS Windows, antivirus yang dikenal cuman Norton Antivirus, belon kenal dengan yang laen-laen. Dan jaman itu enggak perduli dengan bajakan atau enggak bisa di update, pokok pasang dulu. Virus jaman itu enggak seheboh sekarang. Beberapa dari kami malah bisa membuatnya, meski kecil-kecilan dan untuk pamer semata, belum sampai merusak. Sekarang, ada AVG, NAV, Avast, Shopos, PCMAV dan laen-laen. Gak masalah pilih yang mana, karena pada dasarnya cara kerja virus serta antivirus itu sama. Pilih satu, dan selalu lakukan up-date, itu akan lebih baik, daripada pilih dua namun enggak pernah up-date. Namun, Otto ingatkan, di jaman sekarang, tolong gunakan saja yang Home Edition atau yang Free Edition bila tidak mau (mampu) menggunakan yang berbayar. Bukan sok alim atau gimana, karena sekecil apapun, menggunakan yang bajakan adalah mencuri. Sungguh enggak nyaman menggunakan curian. Meski kita mencurinya dari perusahaan yang gedhe magrong-magrong, dimana dana riset satu perusahaan bisa 1/5 dari APBN Indonesia. Hanya untuk riset. Bagi pengguna AVG, tentu selama 1 bulan ini selalu ada penawaran untuk Up-Grade ke AVG versi 8. AVG versi ini menyertakan versi free-nya, dengan pembatasan fasilitas sebagaimana yang tercantum pada situsnya. File installer untuk AVG ini sebesar 48 MB. Anda bisa mengunduhnya di sini. Yang menarik perhatian Otto adalah, adanya aplikasi antivirus untuk Linux. Pertama mendapatkannya dari Avast. Sebenarnya enggak aneh bila kemudian di Linux ada antivirus, bukankah Linux dengan distro-distronya juga merupakan operating system. Jadi wajarlah bila kemudian ada beberapa perusahaan yang membuat antivirus untuk kalangan Linux. Bukan berarti Linux sudah rentan virus seperti Windows atau Vista, karena bila Anda sudah berada di dalam Linux, maka Anda akan merasakan bagaimana instalasi suatu aplikasi, dimana Andalah pemegang kendali intalasi tersebut, tidak ada klik and run, seperti pada windows. Hanya aplikasi yang Anda tahu betul yang akan Anda instalasikan kepada operating System Linux Anda. Bagi Otto, antivirus di Linux adalah sebagai pembantu untuk membersihkan virus yang bersarang di removable media yang terlalu riskan untuk dibersihkan melalui antivirus pada windows, apalagi menggunakan antivirus yang free. Terus terang, belom pernah melakukan instalasi antivirus pada Ubuntu-nya Otto. Dan bila benar, maka ini adalah pengalaman terbaru melakukan instalasi antivirus di Ubuntu. Dari semua cerita di atas, yang penting adalah perilaku kita dalam berkomputer. Antivirus up-date bagaimanapun, terkadang masih bisa meloloskan virus, yang kebetulan virus lokal, dan baru bisa benar-benar bersih beberapa hari kemudian, setelah up-date yang kesekian. Di SCA, removable media dari berbagai model pelanggan tentu membuat resiko tertular virus sangat tinggi, apalagi saat benar-benar ada pelanggan yang minta tolong untuk dibersihkan virus dari removable media mereka. Enaknya adalah terdapat dual operating system, jadi kebocoran bisa sangat kecil. Wassalam....
Assalamu'alaikum..... Bismillah..... Please..., katakan kepadaku kalo Linux itu enggak asyiiik.... Please.... Please..., katakan bila banyak pilihan malah bikin bingung..... Please.... Weleh..weleh....... Dalam keterpurukan ekonomi, entah karena apa, apa karena MOG dengan Giant-nya baru azah di buka yak..., Otto masih menyempatkan diri bermain dengan Ubuntu Blekok.... Permainan hari ini adalah instalasi Google Earth, Opera dan Installjammer. Google Earth..., Otto kalah..., karena selalu Logout-login. Masih terlalu tangguh bagi Otto... Opera..., libas azah..., dengan senyam-senyum dan bersenandung lirih lagu-lagu Iwan Fals. InstallJammer..., sepertinya seri dech...., berhasil nginstall, cuman kemudian mentok ini aplikasi gimana mengoperasikannya.... Google Earth, Otto mendapatkan binary file, apa ya binnary file itu..., pokoknya extensinya bin, yang artinya instalasi tidak dilakukan dengan cara add/remove program atau menggunakan sypnatic. Namun menggunakan perintah lisan, chmod +x namapalikasi.bin. Lalu instal dengan perintah ./namaaplikasi.bin. Otto sarankan, menempatkan file .bin nya di folder dimana hendak digunakan. Otto membuat folder baru. Disini nich kalo Otto: /home/toto/Programs. Demi kerapihan... Opera..., aplikasi web browser, tahu donk.... Bersanding tidak terlalu mesra dengan sang Musang, aplikasi ini relatif mudah instalasi di Blekok, karena menyertakan paket instalasi debian (.deb), jadi bisa instalasi melalui sypnatic. Wes hewes hewes..., bablas instalasine..... Bisa berjalan seperti yang diharapkan... InstallJammer...., kalo yang satu ini sich..., katanya untuk bisa melakukan instalasi lintas platform. Enggak jelas juga maksudnya, karena Otto cuba install Google earth liwat dia..., InstallJammer emoh nginstall. Lalu..lalu.... Installjammer, installernya juga berextensi bin, jadi caranya sama dengan yang Otto lakuin terhadap GoogleEarth. Untuk yang Google apa karena monitor atau VGA-nya ya kurang mendukung. Besok atau kapan lach nyuba di rumah, karena resolusi layar yang dirumah udah bisa Otto tingkatkan ke 1024 x 768, dan mungkin masih bisa dinaikkan lagi. Mending, dibanding dengan 800 x 600 saat awal instalasi.... Wassalam..... NB: Heron sebangsa burung leher panjang seperti Blekok, meski enggak bener-bener sama, sedikit banyak Otto paksakan....
Assalamu'alaikum.... Bismillah.....  Sehari kemarin Otto udah cerita kalo barusan n ginstall Xubuntu, alternatif dari Ubuntu yang menggunakan desktop XFCE. Ulasan di posting sebelum ini, Otto tulis bila Xubuntu ditujukan untuk komputer yang katrok, lawas, lambat, lemot, dan itu tidak salah, karena Xubuntu r ingan dalam pengoperasian. Cuba, Shinichi Kudo protes kalo kata cuba tuch mirip dengan orang Malingsia, coba kita amati perkakas di dalamnya. Selain penampilan yang ringan, ehm..., boleh dikatakan enggak mewah sama sekali, seperti Gnome kan. Ada begitu banyak fasilitas yang dipangkas pada distro ini, yang cukup mengganggu bagi Otto. File manager yang tidak lagi mengenali komputer lain di jaringan. Hardisk juga enggak di kenali di folder media secara langsung, mungkin butuh di mounting dulu. Awan kelabu bagi new comer.... Tidak ada add-remove program, meski ada synaptic. Untuk seorang awam, synaptic bukanlah perkakas yang bersahabat..., cenderung menakutkan, dengan berbagai istilah yang bikin kepala cemut-cemut. Lebih mudah bila add-remove program disertakan. Ini lebih nyaman bagi yang baru mengenal Ubuntu Aplikasi office.., meski tidak mengusung Open Office, masih layak untuk digunakan, mengingat XFCE khan hadir untuk keringanan. Ini juga menandakan bila Open Source tuch ada demikian banyak alternatif, enggak melulu itu..itu azah. Pengaturan dislpay, seperti distro-distro yang laen..., jangan berharap menemukan hal yang memudahkan pengaturan resolusi layar. Otto menggunakan NVIDIA RAM 128, dengan 128 bit, tetep maksimal resolusi 800x640. Menyebalkan, bukankah begitu.... Bagi yang awam...., ini sangat menggoda untuk tidak lagi menggunakan Linux... Cilaka..... Walau XUbuntu telah hadir sedari Ubuntu 5.10 kode Breezy Badger, namun perkembangannya tidak seperti yang diharapkan, karena pada dasarnya setelah Otto rasa, masih lebih baik menggunakan Ubuntu,mengingat fasilitas yang lebih lengkap. Apalagi setelah instalasi Ubuntu 8.04, kecepatan di berbagai lini aplikasi enggak jauh beda. Jadi untuk apa susah-susah menggunakan Xubuntu, bila harus melakukan instalasi banyak hal untuk bisa bekerja dengan nyaman, bila di Ubuntu telah tersedia. Kesimpulan: Xubuntu hampir mengecewakan XFCE karena masih jauh panggang daripada api. Meskipun sebagai desktop alternatif, paling tidak fasilitas umum yang ada pada KDE dan atau Gnome disertakan, tidak sertamerta dihapus yang malah mengganggu. Wassalam
Assalamu'alaikum... Bismillah.... Pagi-pagi beli bubur kacang ijo yang liwat depan rumahku. Lumayan..., anget-anget menambah sedikit nafsu sarapan, yang masih nanti. Enaaakkk..... Selamat pagi pembaca setia...., weeee....., gimana kabar dikau-dikau sekalian tadi malam..... Semoga pagi ini bisa berangkat tidur dengan tenang ya, bagi yang OP shift malam atau yang kebagian jaga server malam. Dan bagi mereka yang bersiap beraktifitas..., Otto ucapkan selamat beraktifitas, jangan lupa berdo'a dan mengarahkan pikir bahwa kita itu berangkat bermain untuk dibayar, bukan berangkat bekerja. Ehm..., inspirasi dari sini nich..., silakan tengok.... Pagi ini ada beberapa hal yang bikin Otto seneng. Pertamax, Otto berhasil melakukan instalasi Xubuntu 8.04, Ubuntu desktop yang mengusung XFCE untuk pertama kali. Biasanya khan Gnome (di usung oleh Ubuntu) atau KDE (di usung oleh Kubuntu). Karena ditujukan untuk penggunaan komputer katrok, maka sangat banyak fasilitas dari Ubuntu yang tidak disertakan, tapi bisa kita tambahkan sendiri, bila pengen. Seperti beli makan di warung Tegal gitu loh..., bila pengen..., ambil azah, cuman dipungut biaya akses internet azah. Selebihnya... GRATIZZZ.. Keduax, Setelah sholat subuh, instalasi Ubuntu Hardy Heron, untuk menggantikan Feisty Fawn yang hampir 1 tahun menemani Otto, lancar, tiada aral sama sekali. Dungaren komputer Otto bersahabat.... Yang bikin seneng di Hardy Heron, sebut saja HH, adalah disertakannya Mozilla Firefox 3 Beta 5, secara Otto masih menggunakan Firefox 2.0.X untuk yang di toko. FF3 ini memberikan begitu banyak kemudahan dalam pengaturan add-ons, meski, beberapa add-ons tua belon bisa diaplikasikan di sini, contoh yang mengganggu adalah unplug, add-ons untuk membaca play list MP3 di multiply dan banyak situs.... BTW, secara over-all, selama 3 jam pemakaian, Otto merasakan kesenangan, seperti awal berhasil melakukan instalasi FF selama hampir 2 jam di komputer ini. Sekarang..., betul-betul diberi kemudahan, memangkas sekian banyak pintu birokrasi. Cuman..., sekali lagi cuman..., Wine nya belon bisa terinstall secara benar, karena data .deb wine untuk HH di server Ubuntu belon ada, lagi di update kali ya....
Assalamu'alaikum... Bismillah... Alhamdulillah..., hari ini kerjaan lancar meski omzet belum menunjukkan perbaikan, namun kami percaya dengan strategi yangtepat dan kerja keras tanpa kenal lelah, omzet akan bisa kembali normal. Hari ini Otto melakukan pembakaran terhadap 2 distro dan 3 judul pilem yang telah Otto konvert menjadi format RMVB untuk koleksi pribadi. Dua distro yang Otto maksud adalah: 1. Mandriva 2008-1 1.1. Mandriva KDE 2008-1 1.2. Mandriva XFCE 2008-1 2. Ubuntu 8.04 2.1. Kubuntu 8.04 (desktop KDE) 2.2. Kubuntu KDE 8.04 (?) 2.3. Ubuntu 8.04 (desktop Gnome) 2.4. Ubuntu Server 8.04 2.5. Xubuntu 8.04 (desktop XFCE) Pilem yang Otto burning 1. Bourne Identity 2. Bourne Supremacy 3. Bourne Ultimatum Menggunakan Brasero bawaan Linux Mint. Cepet juga, rata-rata 4 menit untuk membakar sebesar 600 mega Byte. Dengan hal ini..., sepertinya Linux Mint akan Otto pertahankan untuk sementara waktu, melihat apakah Xubuntu mampu melibas kecepatan pembakaran dari Linux Mint. Belom tahu juga, Xubuntu menggunakan fasilitas burning apa. Bila sama-sama menggunakan Brasero..., kemudian file manager bisa terhubung ke LAN, maka akan milih Xubuntu..., tapi lihat nanti dulu. Tentang Bourne, karena Otto senang pilem ini, maka pilem ini adalah pilem pertama yang Otto taruh di hardisk, yang makin habis, karena itu berinisiatif Otto pindahkan ke media cakram, hingga kapasitas HD bisa terjaga. 80 GB ternyata sedikit bila terus-terusan mengkoleksi pilem. Masih ada beberapa pilem yang menunggu dipindah ke media cakram, seperti The Mummy dan The Mummy Return, Indiana Jones tiga-tiganya, National Treasure dua-duanya, dan masih banyak lagi..... Besok..., Otto pengen tahu, ada apakah di Multiply ini, karena janji akan ada penampilan spektakuler. Berharap azah bisa bikin ketawa. Malam Ini..., Otto memulai melakukan pemilahan terhadap cakram Linux yang hendak Otto hibahkan kepada teman, karena tempat disknya udah enggak mencukupi, jadi tinimbang enggak Otto pakai, khan lebih baik diserahkan kepada yang lebih pengen. Dhuafa Linux....Lumayan sich..., untuk tambah-tambah ilmu...., tambah pengalaman..... Seneng bila ada belia yang bersedia untuk sedikit keluar dari pakem proprietary... Wassalam....
Assalamu'alaikum... Bismillah.... !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) Ada link nich.... 1. Nuh: Open Source dan Proprietary Diharap Akur 2. Onno Pertanyakan Nyali Open Source Pemerintah 3. Hemat Cost, Pemerintah Terapkan Internet Infrastruktur Sharing
Otto nich...., kok pengennya komentar seee..... Dibayar wae ora..., kok komentar ae..... Lumayan lek dibayar koyok komentator ndhek tivi kelir.... Sugih..., ora kesel....., asal mengo....., padahal lek di seleh dadi posisi sing dikomentari yo ra iso.... Suwe-suwe Otto ditapok wong sak kampung....
Pemerintah bagi kami rakyat adalah acuan bagaimana kami menggunakan sesuatu. Bila pemerintah menggunakan bajakan, kami juga merasa sah-sah saja menggunakan bajakan. Bila pemerintah merasa santai membuang devisa untuk sesuatu yang sebenarnya bisa didapat dengan gratis tanpa mengeluarkan devisa, kami juga tidak akan peduli apa yang kami beli tersebut bila menghabiskan devisa.
"Selama ini, keberadaan software proprietary (berlisensi) dan software open source kerap dijadikan bahan tandingan. Pendukung dari masing-masing kubu sama-sama menggaungkan keunggulan." Ini adalah salah satu bentuk model pemasaran. Walau bagaimanapun, suatu produk harus dipasarkan, dan masing-masing unsur dalam pemasaran memiliki caranya sendiri untuk memasarkan. Masing-masing memang memiliki keunggulan, Otto percaya itu. Bila terjadi pertandingan dan perbandingan, face-to-face impact, harus secara bijaksana siapa yang melakukan. Otto sendiri tidak bisa netral, karena cenderung ke arah Open Source, meski masih hidup sebagai amfibi. " Di kesempatan yang sama, disepakati penandatangan bilegal tentang penggunaan software legal oleh 18 departemen. Intinya adalah pemerintah tidak memaksakan penggunaan software harus proprietary atau open source, namun yang penting legal." Benar adanya. Cuman jangan lupa..., pembelian proprietary menggunakan devisa, yang sangat berarti bagi kelangsungan berjalannya negara ini. Dulu..., anggaran berapapun bisa diperoleh, namun kini..., ingatlah bahwa masih sangat banyak yang membutuhkan bantuan negara, jadi janganlah lagi menggerus terus-terusan devisa negara untuk sesuatu yang bisa diperoleh secara murah, bahkan gratis. Heran..., untuk yang satu ini kok jarang banget yang pengen ya...., padahal udah gratis lho.... Jangan-jangan....... " Ada 140 juta pekerja yang menggunakan komputer, kalau terikat dengan proprietary harus mengeluarkan minimal USD 500 per orang. Kalau dihitung berapa besarnya devisa kita yang lari ke AS? Lebih baik bikin software sendiri kan?" Angka yang fantastis......, berlebih untuk membangun kembali perekonomian masyarakat Porong. Kelebihan yang diberikan oleh open source adalah, bahwa semua orang bisa ikut di dalamnya, enggak peduli siapa mereka. Jadi, bisa jadi akan ada OS atau aplikasi yang bernuansa Indonesia. Aplikasi free bikinan anak bangsa, yang sesuai dengan kondisi Indonesia. Secara sempit..., bisa kita lihat apa yang kita peroleh di alamat ini: www.whylinuxisbetter.netJadi bagaimana pemerintah...? Sudah sadarkah Anda....? Atau tetap tidak peduli dengan devisa yang terbuang itu, seperti uang yang Anda bakar setiap hari untuk merokok...??? Wassalam
Assalamu'alaikum... Bismillah....
!@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@)
Otto ngetik ini sambil mesam-mesem sendiri.
This is my first experience, surfing while installing operating system. Yess..... It's never done before..., even I was install Ubuntu. This day, Otto install Linux Mint, still Ubuntu minded. A light distro with XFCE desktop....
Surfing dengan FF, membuka beberapa site, komentar di beberapa eMPi teman-teman. Sebenarnya tidak berharap bahwa apa yang Otto lakukan ini berjalan dengan normal, ternyata...., e...., ternyata...., bisa dan normal.
Gak menyangka, meski berjalan dari CD, koneksi internet mulus, instalasi tengah berjalan dengan lancar pula. Cukup itu azah dulu, belon berani lebih berat lagi, karena kemampuan komputer Otto khan terbatas.
Beberapa kali Otto menulis tentang gimana nyamannya menggunakan Linux, betapa amannya menggunakan Linux, dan sekarang, betapa senangnya menggunakan Linux.
Bisakah operating systemmu melakukan hal ini...?
Wassalam
Assalamu'alaikum.... Bismillah... Otto ucapkan segala puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberi kesempatan kepada Otto untuk menimba ilmu di luar sekolah. Sungguh Otto sangat bersyukur atas karuniaNya, yang hingga saat ini masih bisa Otto nikmati. Koneksi Internet yang free of charge, sumber ilmu pengetahuan yang tidak mahal, malah banyak yang tidak perlu membayar dan masih banyak lagi. Tidak adil rasanya bila karunia tersebut tidak dibagi dengan orang laen. Kata pak ustad, kita itu bisa menjadi keran rejeki bagi orang laen. Berlatar belakang inilah, Otto berusaha membagi apa yang bisa Otto bagi, tidak banyak, dan mungkin tidak dibutuhkan. Selama 8 tahun bergabung dengan CV. Shaldan Cahaya Ardha a.k.a SCA, banyak hal yang telah Otto peroleh, dan masih banyak hal yang menjadi target Otto selanjutnya. Sebagian telah Otto bagi dengan teman-teman off-line, dan sebagian pula telah Otto bagi dengan teman-teman on-line. Masih banyak rasanya yang ada di otak Otto yang belon Otto keluarkan, hanya karena kesempatan yang belon Otto peroleh. Ilmu adalah sesuatu yang telah diberikan oleh Allah, dan aneh rasanya bila tidak dibagi secara free dan terbuka, supaya ada yang bisa meningkatkan apa yang telah disampaikan. Otto ada satu akun lagi multiply, yang pada awalnya Otto buat untuk berbagi mengenai FOSS (Free Open Source Software), namun pada kenyataanya terbengkalai, karena lebih sering berada di Goeboeg. literatur tentang FOSS telah menumpuk..., namun sedikit yang berhasil Otto tulis, meski belun ter-upload ke Multiply. Akun Otto tersebut adalah knowl.multiply.com. Berhubung keinginan untuk berbagi apa sajah udah tidak terbendung, maka akun tersebut jadinya agak Otto perlebar, menjadi tempat berbagi permainan dan sedikit aplikasi untuk ponsel. Otto usahakan yang free, meski tentu ada beberapa yang merupakan hasil bajakan, dalam artian, aplikasi atau permainan hape tersebut mestinya di beli namun Otto tinggal mengunduh azah. Maafkan untuk yang satu ini. Dikarenakan server dimana SCA menyewa hosting terbatas kapasitasnya, maka Otto memanfaatkan penyedia layanan data-hosting untuk menyimpan file yang hendak Otto bagi. Sambil berharap rencana ini segera terwujud, karena percuma saja memiliki bila tidak bersedia berbagi. Oh iya...., ini mungkin agak konyol, karena nanti posting yang ada pada knowl tidak Otto bukak untuk semua, kecuali yakin bila apa yang Otto bagi adalah benar-benar free. Bila tidak..., pastinya dibatasi kontak saja. Mohon maaf lagi.... Demikian tulisan sambil lalu Otto. Makasih..... Wassalam..... NB: Why so serius......???
Assalamu'alaikum... Bismillah....
!@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@)
Saat memasuki sebuah rumah makan, atau hotel atau penyedia jasa yang lain, sedikit banyak kita sebagai calon pengguna jasa berharap sedikit lebih tinggi dari yang mungkin bisa mereka sajikan.
Sebuah rumah makan, sajian yang utama adalah makanan. Kita bisa memilih berbagai macam-macam menu yang tersaji, sesuai dengan pilihan kita, tanpa ada tekanan dari pihak rumah makan untuk harus memilih satu menu, karena menurut pihak rumah makan, yang sok tahu selera kita, adalah yang terbaik disajikan untuk para pelanggan terbaik.
Yang terbaik adalah yang sesuai dengan selera pelanggan, meski sangat beraneka selera mereka. Yang terbaik adalah biarkan pelanggan memilih menu mereka, tanpa paksaan, tanpa tekanan.
Bukan hanya bebas memilih menu sesuai keinginan pelanggan, bahkan pelanggan bisa menciptakan sendiri menu yang sesuai dengan selera mereka. Yang tahu selera pelanggan adalah pelanggan itu sendiri. Selain mencipta menu sendiri, para pelanggan juga bisa melakukan modifikasi dari menu yang telah ada. Sungguh, para pelanggan benar-benar bisa memodifikasi menu yang telah tersaji, yangtelah dipersiapkan oleh chief terbaik rumah makan tersebut. Demi kepuasan pelanggan, seorang chief rela untuk berbagi ilmu memasaknya kepada pelanggan untuk menciptakan atau memodifikasi menu yang telah ada.
Sungguh..., pelanggan akan merasa sangat puas dan merasa betul-betul dimanja oleh rumah makan model demikian. Dan hal seperti ini bukan sebuah khayalan semata. Untuk produk jasa, hal ini adalah hal yang bisa dilakukan, dan sepertinya harus dilakukan. Bukankan sangat banyak yang menawarkan konsep pemasaran jasa yang demikian.
Dan yang akan membuat pelanggan melompat kegirangan adalah, apa yang mereka dapatkan adalah free, alias gratis, alias tidak usah mbayar.... Luar biasa khan.....
Asyikkan....
Situasi yang begitu bisa kita dapatkan pada GNU/Linux. Apapun yang kita butuhkan.., kita bisa mendapatkannya, bila tidak..., kita bisa membuatnya...
Asyikkan.....
Menyenangkan.., sungguh menyenangkan..... Memiliki sebuah mini disk 200 mega berisi sebuah operating system yang bahkan tidak berisi penuh dan bisa berjalan sepenuhnya untuk sebuah PC, dengan tampilan GUI (Graphical User Interface) yang menawan.
Asyikkan..........
Hal yang tidak akan kita peroleh pada sebuah system yang tertutup. Dalam 1 keping kecil itu, Otto udah bisa internetan, bisa melakukan editing text, bisa melakukan copy-paste dari HD (hardisk) ke removable media (flash-disk). Tidak melakukan instalasi sama sekali. Hanya botting dari disk tersebut...
Sungguh mengasyikkan....., aseli mengasyikkan.....
Tidak akan pernah berhenti untuk terus mencicipi berbagai menu nich.... Atau berusaha membuat menu modifikasi dari menu yang ada....
Siiiplach........
Wassalam.....
Link: http://kambing.ui.edu/Sebagai pengingat azah dimana Otto bisa donlot kebutuhan GNU/Linux Otto secara lokalan, di Indonesia, katanya menggunakan IIX, katanya cepet.
FTPnya ini, Otto sertakan.... ftp://kambing.ui.edu/ <-- dari UI
Sekalian numpang liwat yang dari UGM http://repo.ugm.ac.id/
Yang hendak donlot.., terbuka kesempatan tuch.... 
Assalamu'alaikum... Bismillah.... Setelah bermain dengan GNU/Linux paling tidak setahun ini, beberapa kali Otto harus keluar-masuk "terminal" untuk bisa mengakses shell untuk memberikan perintah menggunakan command line. Teman-teman di toko sering komentar "halach..., kok ribet banget...", atau.... "Lha..., kok jadi seperti DOS..." atau hanya bertanya saja "Ngapain menggunakan DOS..." Yup..., untuk beberapa hal, menggunakan shell dapat lebih mempercepat pekerjaan, karena sumber daya komputer yang Otto gunakan juga sebenarnya berada pada batas kebutuhan minimum penggunaan Ubuntu yang nyaman. Karena itu..., Otto sering memilih untuk "dikomentari" tinimbang bengong di depan monitor menunggu apa yang diharapkan muncul. Menggunakan baris-perintah adalah hal biasa, saat pertama mengenal DOS, pada kisaran tahun 1991-1994. Biasa banget, bukankah begitu.... Sekarang, kehadiran Ubuntu dengan tampilan layar yang menawan, yang membantu banyak dari kita migrasi dari Windows ke GNU/Linux karena tampilan yang tak berbeda dengan Windows. Namun tetep..., menggunakan shell adalah sebuah kenikmatan sendiri. Lha..., untuk membantu Otto menggunakan baris-perintah itu..., pagi-pagi setelah subuh googling. Dan Otto nemu alamat ini: http://www.linuxguide.it/commands_list.php?Choose_Language:English. Site tersebut sangat membantu sekali. Karena sangat lengkap dan terus di update. Apabila ada command yang belum terlist-kan di situ, kita pun bisa merequest commandnya dengan mengisikan form box di bagian paling bawah site. Silakan mencuba... Makasih... Wassalam....
Assalamu'alaikum.... Bismillah... !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) Apakah Wine itu....Wine merupakan sebuah proyek yang bertujuan untuk membuat agar sistem operasi GNU/Linux yang menjalankan mode layar X-Windows yang berjalan pada suatu komputer pribadi dapat menjalankan program yang khusus dibuat untuk Microsoft Windows. Alternatifnya, mereka yang ingin menjalankan suatu aplikasi Windows ke GNU/Linux dapat melakukan kompilasi melalui pustaka Wine dalam bentuk Winelib. Nama "Wine" merupakan akronim dari Wine Is Not An Emulator (Wine bukanlah emulator) dan kadang disebut juga sebagai Windows Emulator. Walaupun nama ini juga muncul dalam bentuk "WINE" dan "wine", pengembang proyek ini telah menyepakati untuk melakukan standardisasi nama dan menyebutnya sebagai "Wine". Wine adalah perangkat lunak bebas yang dirilis di bawah lisensi GNU Lesser General Public License (LGPL)/Lisensi Bebas. Apakah artinya....Artinya adalah, bahwa beberapa aplikasi yang berjalan di windows dapat pula berjalan di lingkungan GNU/Linux. Seberapa pentingkah Wine ini...Untuk beberapa hal..., Wine tidaklah terlalu penting , dikarenakan GNU/Linux kini telah mengalami kemajuan pesat dalam pengembangan piranti lunaknya dengan dukungan dari begitu banyak pengembangnya. GNU/Linux telah mampu dan dapat bersaing dengan berbagai aplikasi desktop berdasar OS Windows yang telah terlebih dahulu hadir. Kita bisa memperoleh begitu banyak aplikasi untuk GNU/Linux dengan mengunjungi sumbrenya langsung di http://sourceforge.net/. Apapun kebutuhan kita ada disana, free, bebas, dan yang utama halal. Wine menjadi penting bagi mereka yang baru saja melakukan migrasi ke lingkungan GNU/Linux dan masih dalam taraf penyesuaian, serta masih belum bisa sepenuhnya meninggalkan aplikasi yang berjalan pada MS Windows. Wine dapat membantu mereka untuk tetap berada di lingkungan GNU/Linux untuk bisa menjalankan aplikasi Windows tanpa perlu melakukan booting ulang untuk menjalankan OS Windows. Beberapa teman yang telah menggunakan GNU/Linux, dulunya menggunakan Wine ini untuk memainkan beberapa game 3D yang berbasis Windows, yang dulu sulit didapat. Sekarang Otto menggunakan Wine untuk menjalankan Emulator permainan Java, guna mendapatkan sedikit kesenangan memainkan permainan ponsel di komputer. Dimana mendapatkannya....Untuk mendapatkan Wine ini..., meluncur saja ke alamat ini: http://www.winehq.org/Bagaimana melakukan instalasinya...Bagian paling menantang dari GNU/Linux yang dialami teman-teman yang baru saja migrasi adalah cara instalasi aplikasi. Karena sudah terbiasa dengan cara Windows (Windows way), maka cara instalasi di GNU/Linux akan memberi perspektif lain, yaitu "SULIT", "SUSAH", "RIBET", "REPOT", padahal sesungguhnya tidak sama sekali. Insya Allah pada tulisan berikutnya Otto akan menuliskan gimana instalasi suatu aplikasi di GNU/Linux. Instalasi Wine dilakukan sesuai dengan petunjuk pada http://www.winehq.org/site/download, sesuai dengan distro yang digunakan. Setelah melakukan instalasi, maka Wine siap kita nikmati. File .exe bisa kita eksekusi sebagaimana layaknya kita melakukan eksekusi pada Windows. Wassalam.... Copas From Here......
Assalamu'alaikum..... Bismillah... !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) Hik....., ihik......... Sedarri mmbukakkk tokok..., hik....., hingga ngpozzt inih...., hikzzz...., nenngggak wine....Highz.... Tahukan nete-enthe..., khamu-kramu sekaliyan..., apa itu hikzz...., wine..... Wine atau kenalnya anggur..... hikzzz...... Bukankah..., anggur tuch hikzzzz, emang nagihiz....., ihighz.... Pengen hikzzz...., menikmati wine jugah..., sepreti Otto sekarang....., highz..... Ambil botolnya langsung dari gudang dech... Dizamyn ketagihanzzz...... Wassalam
Assalamu'alaikum.....
!@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@)
MacBook Air menjadi produk pertama yang berhasil dibobol hacker. Sebuah laptop Fujitsu yang menggunakan Windows Vista menjadi korban berikutnya. Namun, laptop Vaio dengan sistem operasi Linux tetap tak bisa ditembus pada sayembara hacking dalam konferensi CanSecWest di Vancouver, Kanada yang berlangsung 26-28 Maret 2008.
Sayembara tersebut telah dimulai sejak hari pertama konferensi, Rabu (26/3). Sponsor menyediakan hadiah senilai 20.000 dollar AS bagi siapa saja yang bisa menaklukkan salah satunya di hari pertama. Tapi tak satupun peserta konferensi sanggup.
Saat hadiah turun setengahnya di hari kedua dengan aturan yang lebih longgar, Charlie Miller dari Independent Security Evaluator berhasil mengambil alih Mac yang menggunakna sstem operas OSX 10.5.2. Ia menembus keamanan laptop tersebut melalui kelemahan browser web Safari setelah dua menit bekerja. Hadiah 10.000 dollar AS berhak digondolnya berikut laptopnya.
Di hari terakhir, giliran Macaulay, yang menjadi pemenang kedua dalam kontes serupa tahun lalu, berhasil menaklukkan laptop Fujitsu dengan Windows Vista SP1. Namun, kali ini ia tak melakukannya sendiri dan dibantu pakar VMware Alexander Sotirov dan rekannya Derek Colloway.
Bagaimana cara keduanya menembus sistem keamanan tersebut tidak dijelaskan secara spesifik sebab sesuai aturan lomba rahasia tersebut baru boleh diungkap setelah keluar patch atau tambalan dari masing-masing perusahaan. Macaulay hanya mengatakan bahwa kelemahan Vista yang dipakainya berkat adanya ketidakcocokan platform Java pada sistem operasi tersebut.
"Hal ini berefek juga pada Linux dan Vista," ujar Macaulay. Namun, sampai hari terakhir ternyata tak seorang pun yang berhasil menembus Linux Ubuntu 7.10 pada Vaio VGN-TZ37CN meskipun telah mencoba dengan berbagai cara.
Beberapa dari 400 peserta dilaporkan menemukan beberapa kelemahan pada sistem operasi berbasis open source tersebut. Namun, semuanya tak bisa membuat kode eksploitasi yang diperlukan untuk menaklukkan sesuai aturan kontes.
"Saya sangat terkejut tak ada yang bisa melakukannya," ujar Terri Forsloff, manajer respon keamanan Tipping Point yang menyeponsori kontes ini.
Wassalam...
Copas dari Kompas
 | Wubi... | Mar 29, '08 8:29 AM for everyone |
Assalamu'alaikum..... !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) Ada yang menarik saat Otto menulis mengenai apa yang Otto tunggu. Yup..., ada begitu banyak hal menarik. Salah satunya adalah: WUBI...Apakah Wubi itu...? Wubi adalah sebuah aplikasi berbasis Ubuntu yang dapat di jalankan pada system operasi Windows seperti aplikasi windows biasanya.... There is a new installation option for Windows users. Wubi allows users to install and uninstall Ubuntu like any other Windows application. It does not require a dedicated partition, nor does it affect the existing bootloader, yet users can experience a dual-boot setup almost identical to a full installation. Wubi works with a physical CD or in stand-alone mode, by downloading an appropriate ISO to install from. It can be found on the root of the CD as Wubi.exe. A full installation within a dedicated partition is still recommended, but Wubi is a great way to try Ubuntu for a few days and weeks before committing dedicated disk resources.Aplikasi ini jelas tidak membutuhkan partisi, sebagaimana bila kita menginstall multi-OS, tidak juga membutuhkan Bootloader untuk memanggil OS mana yang hendak kita gunakan, bahkan tidak perlu keahlian untuk seseorang yang bisa melakukan dual-boot. Wubi bisa dijalankan dari CD atau berdiri sendiri, dengan mengunduh data ISO dan menginstallnya. Wubi adalah cara yang menyenangkan untuk berkenalan dengan Ubuntu, bagi para pengguna Windows. Bagi Otto....., ini adalah cara pemasaran yang jauh lebih maju, tinimbang memaksa para calon pengguna untuk menggunakan, dan bagi para pengguna untuk tetap tergantung pada operating system tersebut. Dengan perkenalan seperti ini..., maka Otto berharap para pengguna komputer rumahan mulai berpikir bahwa telah ada sebuah Operating System yang halal (bukan bajakan) yang begitu mudah digunakan... Wassalam....
Assalamu'alaikum..... !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) Ini dia alasan Otto tidak sabar menunggu kehadirannya...., Kehadiran si Hardy Heron...., si cakep..... Sepertinya bulan April dia akan hadir......, udah gak sabar nich...... Walaupun masih berstatus beta, nampaknya Ubuntu 8.04 yang berkode nama Hardy Heron ini sudah mampu menawarkan banyak fitur yang mampu membuat pengguna Windows tergiur. Operating System berbasis Open Source ini menawarkan kemudahan bagi pengguna non-Linux.Fitur yang dijagokan buat menarik pengguna Windows ini salah satunya adalah yang disebut Wubi. Dengan Wubi ini, pengguna Windows dapat menginstal Ubuntu ke dalam Windows seolah seperti menginstal software biasa. Tidak perlu membuat partisi terpisah atau merubah boot loader. Dan kalau pengguna tidak berminat menggunakan Ubuntu, OS ini dapat diuninstal dengan mudah pula.Ubuntu juga memasukkan fitur Vinagre yang membuat Ubuntu dapat terkoneksi dengan Windows XP atau Windows Vista lewat Remote Desktop Connection dan System Monitor yang lebih mudah untuk dibaca.Dari sisi keamanan, PolicyKit dan Authorizations memudahkan administrator untuk mengatur fitur yang bisa diakses dan tidak bisa diakses oleh pengguna yang berlevel user biasa.Fitur lain yang dijagokan adalah Firefox 3.0 Beta 4 yang dipasang sebagai default internet browser, Brasero yang diklaim lebih mudah digunakan daripada Nero dalam membakar CD atau DVD, dan Transmission BitTorrent yang mampu mendownload lebih cepat dari GNOME BitTorrent yang sebelumnya dipakai oleh Ubuntu.Hegh...., gimana Otto gak ngiler tuch...., udah cakep..., pinter lagi...... Setelah menolak si Gutsy Gibons...., dan balik ke pelukan Feisty Fawn..., semoga si Hardy ini bisa membujuk Otto untuk meminangnya..... Apalagi setelah sempat mampir ke rumahnya..... WOOOO....., Otto hanya bisa melongo, betul-betul pantas untuk dinanti, ditunggu dan diharap.... Pengeeeenn....Wassalam...
| |