Toto's posts with tag: freeware
Assalamu'alaikum... Bismillah.... Antivirus..... Hem.......... Bagi pengguna operating system keluaran Microsoft, tentu sangat mengenal antivirus. Vista sekalipun. Jaman dahulu kala, bagi Otto, antivirus diinstal setelah berhasil melakukan instalasi operating system, dalam hal ini windows, sebelum melakukan pekerjaan yang laen, instal driver VGA misalnya. Antivirus laksana pakaian yang melindungi sebuah operating system dari sesuatu yang bisa merusak kinerja system tersebut. Ada begitu banyak antivirus, namun pertanyaanya: Mana yang sesuai...? Dulu sekali, saat pertama berkenalan dengan OS Windows, antivirus yang dikenal cuman Norton Antivirus, belon kenal dengan yang laen-laen. Dan jaman itu enggak perduli dengan bajakan atau enggak bisa di update, pokok pasang dulu. Virus jaman itu enggak seheboh sekarang. Beberapa dari kami malah bisa membuatnya, meski kecil-kecilan dan untuk pamer semata, belum sampai merusak. Sekarang, ada AVG, NAV, Avast, Shopos, PCMAV dan laen-laen. Gak masalah pilih yang mana, karena pada dasarnya cara kerja virus serta antivirus itu sama. Pilih satu, dan selalu lakukan up-date, itu akan lebih baik, daripada pilih dua namun enggak pernah up-date. Namun, Otto ingatkan, di jaman sekarang, tolong gunakan saja yang Home Edition atau yang Free Edition bila tidak mau (mampu) menggunakan yang berbayar. Bukan sok alim atau gimana, karena sekecil apapun, menggunakan yang bajakan adalah mencuri. Sungguh enggak nyaman menggunakan curian. Meski kita mencurinya dari perusahaan yang gedhe magrong-magrong, dimana dana riset satu perusahaan bisa 1/5 dari APBN Indonesia. Hanya untuk riset. Bagi pengguna AVG, tentu selama 1 bulan ini selalu ada penawaran untuk Up-Grade ke AVG versi 8. AVG versi ini menyertakan versi free-nya, dengan pembatasan fasilitas sebagaimana yang tercantum pada situsnya. File installer untuk AVG ini sebesar 48 MB. Anda bisa mengunduhnya di sini. Yang menarik perhatian Otto adalah, adanya aplikasi antivirus untuk Linux. Pertama mendapatkannya dari Avast. Sebenarnya enggak aneh bila kemudian di Linux ada antivirus, bukankah Linux dengan distro-distronya juga merupakan operating system. Jadi wajarlah bila kemudian ada beberapa perusahaan yang membuat antivirus untuk kalangan Linux. Bukan berarti Linux sudah rentan virus seperti Windows atau Vista, karena bila Anda sudah berada di dalam Linux, maka Anda akan merasakan bagaimana instalasi suatu aplikasi, dimana Andalah pemegang kendali intalasi tersebut, tidak ada klik and run, seperti pada windows. Hanya aplikasi yang Anda tahu betul yang akan Anda instalasikan kepada operating System Linux Anda. Bagi Otto, antivirus di Linux adalah sebagai pembantu untuk membersihkan virus yang bersarang di removable media yang terlalu riskan untuk dibersihkan melalui antivirus pada windows, apalagi menggunakan antivirus yang free. Terus terang, belom pernah melakukan instalasi antivirus pada Ubuntu-nya Otto. Dan bila benar, maka ini adalah pengalaman terbaru melakukan instalasi antivirus di Ubuntu. Dari semua cerita di atas, yang penting adalah perilaku kita dalam berkomputer. Antivirus up-date bagaimanapun, terkadang masih bisa meloloskan virus, yang kebetulan virus lokal, dan baru bisa benar-benar bersih beberapa hari kemudian, setelah up-date yang kesekian. Di SCA, removable media dari berbagai model pelanggan tentu membuat resiko tertular virus sangat tinggi, apalagi saat benar-benar ada pelanggan yang minta tolong untuk dibersihkan virus dari removable media mereka. Enaknya adalah terdapat dual operating system, jadi kebocoran bisa sangat kecil. Wassalam....
Assalamu'alaikum... Bismillah... Alhamdulillah..., hari ini kerjaan lancar meski omzet belum menunjukkan perbaikan, namun kami percaya dengan strategi yangtepat dan kerja keras tanpa kenal lelah, omzet akan bisa kembali normal. Hari ini Otto melakukan pembakaran terhadap 2 distro dan 3 judul pilem yang telah Otto konvert menjadi format RMVB untuk koleksi pribadi. Dua distro yang Otto maksud adalah: 1. Mandriva 2008-1 1.1. Mandriva KDE 2008-1 1.2. Mandriva XFCE 2008-1 2. Ubuntu 8.04 2.1. Kubuntu 8.04 (desktop KDE) 2.2. Kubuntu KDE 8.04 (?) 2.3. Ubuntu 8.04 (desktop Gnome) 2.4. Ubuntu Server 8.04 2.5. Xubuntu 8.04 (desktop XFCE) Pilem yang Otto burning 1. Bourne Identity 2. Bourne Supremacy 3. Bourne Ultimatum Menggunakan Brasero bawaan Linux Mint. Cepet juga, rata-rata 4 menit untuk membakar sebesar 600 mega Byte. Dengan hal ini..., sepertinya Linux Mint akan Otto pertahankan untuk sementara waktu, melihat apakah Xubuntu mampu melibas kecepatan pembakaran dari Linux Mint. Belom tahu juga, Xubuntu menggunakan fasilitas burning apa. Bila sama-sama menggunakan Brasero..., kemudian file manager bisa terhubung ke LAN, maka akan milih Xubuntu..., tapi lihat nanti dulu. Tentang Bourne, karena Otto senang pilem ini, maka pilem ini adalah pilem pertama yang Otto taruh di hardisk, yang makin habis, karena itu berinisiatif Otto pindahkan ke media cakram, hingga kapasitas HD bisa terjaga. 80 GB ternyata sedikit bila terus-terusan mengkoleksi pilem. Masih ada beberapa pilem yang menunggu dipindah ke media cakram, seperti The Mummy dan The Mummy Return, Indiana Jones tiga-tiganya, National Treasure dua-duanya, dan masih banyak lagi..... Besok..., Otto pengen tahu, ada apakah di Multiply ini, karena janji akan ada penampilan spektakuler. Berharap azah bisa bikin ketawa. Malam Ini..., Otto memulai melakukan pemilahan terhadap cakram Linux yang hendak Otto hibahkan kepada teman, karena tempat disknya udah enggak mencukupi, jadi tinimbang enggak Otto pakai, khan lebih baik diserahkan kepada yang lebih pengen. Dhuafa Linux....Lumayan sich..., untuk tambah-tambah ilmu...., tambah pengalaman..... Seneng bila ada belia yang bersedia untuk sedikit keluar dari pakem proprietary... Wassalam....
Assalamu'alaikum... Bismillah.... !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) Ada link nich.... 1. Nuh: Open Source dan Proprietary Diharap Akur 2. Onno Pertanyakan Nyali Open Source Pemerintah 3. Hemat Cost, Pemerintah Terapkan Internet Infrastruktur Sharing
Otto nich...., kok pengennya komentar seee..... Dibayar wae ora..., kok komentar ae..... Lumayan lek dibayar koyok komentator ndhek tivi kelir.... Sugih..., ora kesel....., asal mengo....., padahal lek di seleh dadi posisi sing dikomentari yo ra iso.... Suwe-suwe Otto ditapok wong sak kampung....
Pemerintah bagi kami rakyat adalah acuan bagaimana kami menggunakan sesuatu. Bila pemerintah menggunakan bajakan, kami juga merasa sah-sah saja menggunakan bajakan. Bila pemerintah merasa santai membuang devisa untuk sesuatu yang sebenarnya bisa didapat dengan gratis tanpa mengeluarkan devisa, kami juga tidak akan peduli apa yang kami beli tersebut bila menghabiskan devisa.
"Selama ini, keberadaan software proprietary (berlisensi) dan software open source kerap dijadikan bahan tandingan. Pendukung dari masing-masing kubu sama-sama menggaungkan keunggulan." Ini adalah salah satu bentuk model pemasaran. Walau bagaimanapun, suatu produk harus dipasarkan, dan masing-masing unsur dalam pemasaran memiliki caranya sendiri untuk memasarkan. Masing-masing memang memiliki keunggulan, Otto percaya itu. Bila terjadi pertandingan dan perbandingan, face-to-face impact, harus secara bijaksana siapa yang melakukan. Otto sendiri tidak bisa netral, karena cenderung ke arah Open Source, meski masih hidup sebagai amfibi. " Di kesempatan yang sama, disepakati penandatangan bilegal tentang penggunaan software legal oleh 18 departemen. Intinya adalah pemerintah tidak memaksakan penggunaan software harus proprietary atau open source, namun yang penting legal." Benar adanya. Cuman jangan lupa..., pembelian proprietary menggunakan devisa, yang sangat berarti bagi kelangsungan berjalannya negara ini. Dulu..., anggaran berapapun bisa diperoleh, namun kini..., ingatlah bahwa masih sangat banyak yang membutuhkan bantuan negara, jadi janganlah lagi menggerus terus-terusan devisa negara untuk sesuatu yang bisa diperoleh secara murah, bahkan gratis. Heran..., untuk yang satu ini kok jarang banget yang pengen ya...., padahal udah gratis lho.... Jangan-jangan....... " Ada 140 juta pekerja yang menggunakan komputer, kalau terikat dengan proprietary harus mengeluarkan minimal USD 500 per orang. Kalau dihitung berapa besarnya devisa kita yang lari ke AS? Lebih baik bikin software sendiri kan?" Angka yang fantastis......, berlebih untuk membangun kembali perekonomian masyarakat Porong. Kelebihan yang diberikan oleh open source adalah, bahwa semua orang bisa ikut di dalamnya, enggak peduli siapa mereka. Jadi, bisa jadi akan ada OS atau aplikasi yang bernuansa Indonesia. Aplikasi free bikinan anak bangsa, yang sesuai dengan kondisi Indonesia. Secara sempit..., bisa kita lihat apa yang kita peroleh di alamat ini: www.whylinuxisbetter.netJadi bagaimana pemerintah...? Sudah sadarkah Anda....? Atau tetap tidak peduli dengan devisa yang terbuang itu, seperti uang yang Anda bakar setiap hari untuk merokok...??? Wassalam
Assalamu'alaikum... Bismillah.... !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) Karena yang ada tuch komputer, sementara terkaang pengen maenin permainan Java untuk ponsel yang jumlahnya bejibun banget di discotique nya SCA, maka dech..., cari-cari cara untuk maenin. Aslinya enggak tahu, apa nama apelikasina...., jadi susyah banget dulu carinya, mesq dengan jompa-jampi dari mbah Gugel sekalipun. Sekali dapet...., fontnya bukan latin.... Ha..ha...... Jadi meraba-raba dech...., ini kamsud dari tulisannya apa ya.... Bagi teman-teman yang pengen juga mencoba aplikasi yang bernama SJBoy ini, ini ada tautannya. DOWNLOAD SJBOY SPECIAL DOWNLOAD PLUGIN SJBOY SPECIAL note : setelah instal, kemudian PLUGIN yg sudah di download ditimpa di C:\Program Files\SjBoy Special Edition - ChingLish\1.00\plugin . Kemudian silahkan pilih plugin/skin yg cocok ntuk anda. Ada pertanyaan..., silakan bertanya. Makasih ya...... Wassalam...
Assalamu'alaikum.... Bismillah... Otto ucapkan segala puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberi kesempatan kepada Otto untuk menimba ilmu di luar sekolah. Sungguh Otto sangat bersyukur atas karuniaNya, yang hingga saat ini masih bisa Otto nikmati. Koneksi Internet yang free of charge, sumber ilmu pengetahuan yang tidak mahal, malah banyak yang tidak perlu membayar dan masih banyak lagi. Tidak adil rasanya bila karunia tersebut tidak dibagi dengan orang laen. Kata pak ustad, kita itu bisa menjadi keran rejeki bagi orang laen. Berlatar belakang inilah, Otto berusaha membagi apa yang bisa Otto bagi, tidak banyak, dan mungkin tidak dibutuhkan. Selama 8 tahun bergabung dengan CV. Shaldan Cahaya Ardha a.k.a SCA, banyak hal yang telah Otto peroleh, dan masih banyak hal yang menjadi target Otto selanjutnya. Sebagian telah Otto bagi dengan teman-teman off-line, dan sebagian pula telah Otto bagi dengan teman-teman on-line. Masih banyak rasanya yang ada di otak Otto yang belon Otto keluarkan, hanya karena kesempatan yang belon Otto peroleh. Ilmu adalah sesuatu yang telah diberikan oleh Allah, dan aneh rasanya bila tidak dibagi secara free dan terbuka, supaya ada yang bisa meningkatkan apa yang telah disampaikan. Otto ada satu akun lagi multiply, yang pada awalnya Otto buat untuk berbagi mengenai FOSS (Free Open Source Software), namun pada kenyataanya terbengkalai, karena lebih sering berada di Goeboeg. literatur tentang FOSS telah menumpuk..., namun sedikit yang berhasil Otto tulis, meski belun ter-upload ke Multiply. Akun Otto tersebut adalah knowl.multiply.com. Berhubung keinginan untuk berbagi apa sajah udah tidak terbendung, maka akun tersebut jadinya agak Otto perlebar, menjadi tempat berbagi permainan dan sedikit aplikasi untuk ponsel. Otto usahakan yang free, meski tentu ada beberapa yang merupakan hasil bajakan, dalam artian, aplikasi atau permainan hape tersebut mestinya di beli namun Otto tinggal mengunduh azah. Maafkan untuk yang satu ini. Dikarenakan server dimana SCA menyewa hosting terbatas kapasitasnya, maka Otto memanfaatkan penyedia layanan data-hosting untuk menyimpan file yang hendak Otto bagi. Sambil berharap rencana ini segera terwujud, karena percuma saja memiliki bila tidak bersedia berbagi. Oh iya...., ini mungkin agak konyol, karena nanti posting yang ada pada knowl tidak Otto bukak untuk semua, kecuali yakin bila apa yang Otto bagi adalah benar-benar free. Bila tidak..., pastinya dibatasi kontak saja. Mohon maaf lagi.... Demikian tulisan sambil lalu Otto. Makasih..... Wassalam..... NB: Why so serius......???
Assalamu'alaikum.... Bismillah... !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) Dalam kondisi perekonomian yang semakin jelas arahnya..., ke arah semakin buruk, dimana dengan ditandai secara global kekurangan komoditi pangan di seluruh belahan dunia, kemudian dengan merambat naiknya harga minyak mentah dunia, yangsemakin menghimpit kehidupan rakyat kecil. Makan, minum adalah kebutuhan dasar yang taka bisa tergantikan, namun sayangnya, hal itu di negeri yang gemah-ripah loh-jinawi ini semakin jauh untuk dijangkau. Orang-orang lebih senang menderita, merantau ke kota, menikmati udara kotor, mengais rejeki, bukannya tetep berada di desa, bercocok tanam, menikmati udara yang segar, merengkuh rejeki. Kebutuhan akan bahan makan dan kebutuhan bahan bakar untuk memasak harganya semakin tinggi. Sementara teknologi semakin murah. Emangnya kita hendak makan tuch teknologi. Katanya teknologi semakin membuat komoditi menjadi murah..., nyatanya..., dulu makan 1500 udah kenyang.., sekarang 7500 masih harus cari jajan laen supaya bisa kenyang. Ini untuk urusan supaya kenyang azah...., nutrisi..., nanti dulu..., gak kepikir..... Haiyah apaan sich...., tulisan itu Otto sambung lain hari azah..., terbawa emosi jadinya... Cuman pengen ngasih tahu azah..., bahwa bila ada yang gratis..., ngapain beli yang mahal, atau malah memakai yang bajakan..., jangan ach.... Para penggedhe negara merusak negara ini..., biarin azah..., kita yang orang kecil, berusaha untuk membuat negara ini gak lebih parah..., kalo bisa lebih baik gitu.. Sederhana azah..., mulai mengkonsumsi sesuatu yang halal..., itu sudah cukup membantu membuat negara ini lebih baik. Untuk komputer..., gunakan operating system yang halal, aplikasi yang halal. Bukan lagi menggunakan yang curian. Ingat..., sekali kita mencuri atau menggunakan sesuatu dari hasil curian, apapun itu..., akan masuk dan merasuk kedalam jiwa-raga, mempengaruhi kehidupan kita. Apalagi bagi Anda yang sudah dikaruniai putra-putri. Mohon jangan racuni mereka dengan menggunakan sesuatu dari hasil mencuri. Ini Otto ada sedikit bingkisan, yang mungkin bisa membantu mengurangi penggunaan aplikasi curian, untuk operating system Windows. Otto merasa ini sangatlah kecil, jadi mungkin, Otto usahakan untuk terus menyebar bingkisan seperti ini, dengan bantuan teman-teman tentunya. Silakan, ini bingkisannya. Selamat menikmati Wassalam
Assalamu'alaikum.... Bismillah... !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) Ini bukan teriakan sekelompok orang yang berseberangan dengan kelompok lain... Ini juga bukan sekelompok orang yang teriak-teriak di depan konsulat sebuah negara.... Minyak tanah mahal..., hendak bakar-bakar pake apa...??? Elpiji...?? Mbawanya azah berat..., boro-boro mau bakar-bakar.... Selama 2 hari kemarin..., karena ada sedikit waktu longgar..., bakar-bakar disc, distro-distro enteng untuk Celeron 733-nya Otto. Lumayan, dapet Fluxbuntu, OpenGEU, LinuxMint, ZenWalk. Dapetnya dari bonus majalah info linux edisi ekonomis 04/2008. Lumayan, 25 rebu dapet banyak distro. Andalan untuk bakar-bakar.., jelas, mitan dan korek...., eh..., k3b ding...., bawaan Feisty.
Sayangnya yang gOS gak bisa langsung diinstall, padahal live DVD.., jadi gak bisa menikmati gOS dech. Sayang... Hendak donlot..., yang bener azah..., speedy tetep dudul, gak bisa mencapai 384 kbps sama sekali..., mesti mentogh di 180 kbps...., bisa 12 jam lebih tuch donlotnya.... Cuman agak terobati dengan kehadiran si OpenGEU, masih turunan Ubuntu khan, jadi gak khawatir dengan berbagai distro yang telah Otto install sebelumnya. Karena waktu yang terbatas, Otto masih install 1 distro itu, lumayan lah peningkatan kecepatannya, mesq masih agak kagok mengoperasikannya. Kejutan tidak berhenti di situ. Ternyata openoffice tidak disertakan.... Whalah..... Wassalam....
Assalamu'alaikum... Bismillah.... Setelah bermain dengan GNU/Linux paling tidak setahun ini, beberapa kali Otto harus keluar-masuk "terminal" untuk bisa mengakses shell untuk memberikan perintah menggunakan command line. Teman-teman di toko sering komentar "halach..., kok ribet banget...", atau.... "Lha..., kok jadi seperti DOS..." atau hanya bertanya saja "Ngapain menggunakan DOS..." Yup..., untuk beberapa hal, menggunakan shell dapat lebih mempercepat pekerjaan, karena sumber daya komputer yang Otto gunakan juga sebenarnya berada pada batas kebutuhan minimum penggunaan Ubuntu yang nyaman. Karena itu..., Otto sering memilih untuk "dikomentari" tinimbang bengong di depan monitor menunggu apa yang diharapkan muncul. Menggunakan baris-perintah adalah hal biasa, saat pertama mengenal DOS, pada kisaran tahun 1991-1994. Biasa banget, bukankah begitu.... Sekarang, kehadiran Ubuntu dengan tampilan layar yang menawan, yang membantu banyak dari kita migrasi dari Windows ke GNU/Linux karena tampilan yang tak berbeda dengan Windows. Namun tetep..., menggunakan shell adalah sebuah kenikmatan sendiri. Lha..., untuk membantu Otto menggunakan baris-perintah itu..., pagi-pagi setelah subuh googling. Dan Otto nemu alamat ini: http://www.linuxguide.it/commands_list.php?Choose_Language:English. Site tersebut sangat membantu sekali. Karena sangat lengkap dan terus di update. Apabila ada command yang belum terlist-kan di situ, kita pun bisa merequest commandnya dengan mengisikan form box di bagian paling bawah site. Silakan mencuba... Makasih... Wassalam....
Assalamu'alaikum.... Bismillah... !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) Apakah Wine itu....Wine merupakan sebuah proyek yang bertujuan untuk membuat agar sistem operasi GNU/Linux yang menjalankan mode layar X-Windows yang berjalan pada suatu komputer pribadi dapat menjalankan program yang khusus dibuat untuk Microsoft Windows. Alternatifnya, mereka yang ingin menjalankan suatu aplikasi Windows ke GNU/Linux dapat melakukan kompilasi melalui pustaka Wine dalam bentuk Winelib. Nama "Wine" merupakan akronim dari Wine Is Not An Emulator (Wine bukanlah emulator) dan kadang disebut juga sebagai Windows Emulator. Walaupun nama ini juga muncul dalam bentuk "WINE" dan "wine", pengembang proyek ini telah menyepakati untuk melakukan standardisasi nama dan menyebutnya sebagai "Wine". Wine adalah perangkat lunak bebas yang dirilis di bawah lisensi GNU Lesser General Public License (LGPL)/Lisensi Bebas. Apakah artinya....Artinya adalah, bahwa beberapa aplikasi yang berjalan di windows dapat pula berjalan di lingkungan GNU/Linux. Seberapa pentingkah Wine ini...Untuk beberapa hal..., Wine tidaklah terlalu penting , dikarenakan GNU/Linux kini telah mengalami kemajuan pesat dalam pengembangan piranti lunaknya dengan dukungan dari begitu banyak pengembangnya. GNU/Linux telah mampu dan dapat bersaing dengan berbagai aplikasi desktop berdasar OS Windows yang telah terlebih dahulu hadir. Kita bisa memperoleh begitu banyak aplikasi untuk GNU/Linux dengan mengunjungi sumbrenya langsung di http://sourceforge.net/. Apapun kebutuhan kita ada disana, free, bebas, dan yang utama halal. Wine menjadi penting bagi mereka yang baru saja melakukan migrasi ke lingkungan GNU/Linux dan masih dalam taraf penyesuaian, serta masih belum bisa sepenuhnya meninggalkan aplikasi yang berjalan pada MS Windows. Wine dapat membantu mereka untuk tetap berada di lingkungan GNU/Linux untuk bisa menjalankan aplikasi Windows tanpa perlu melakukan booting ulang untuk menjalankan OS Windows. Beberapa teman yang telah menggunakan GNU/Linux, dulunya menggunakan Wine ini untuk memainkan beberapa game 3D yang berbasis Windows, yang dulu sulit didapat. Sekarang Otto menggunakan Wine untuk menjalankan Emulator permainan Java, guna mendapatkan sedikit kesenangan memainkan permainan ponsel di komputer. Dimana mendapatkannya....Untuk mendapatkan Wine ini..., meluncur saja ke alamat ini: http://www.winehq.org/Bagaimana melakukan instalasinya...Bagian paling menantang dari GNU/Linux yang dialami teman-teman yang baru saja migrasi adalah cara instalasi aplikasi. Karena sudah terbiasa dengan cara Windows (Windows way), maka cara instalasi di GNU/Linux akan memberi perspektif lain, yaitu "SULIT", "SUSAH", "RIBET", "REPOT", padahal sesungguhnya tidak sama sekali. Insya Allah pada tulisan berikutnya Otto akan menuliskan gimana instalasi suatu aplikasi di GNU/Linux. Instalasi Wine dilakukan sesuai dengan petunjuk pada http://www.winehq.org/site/download, sesuai dengan distro yang digunakan. Setelah melakukan instalasi, maka Wine siap kita nikmati. File .exe bisa kita eksekusi sebagaimana layaknya kita melakukan eksekusi pada Windows. Wassalam.... Copas From Here......
| |