Toto's posts with tag: belajar
Assalamu'alaikum... Bismillah... Kelopak mata ini masih terasa berat, namun demi kepuasan hati, Otto menunda tidur pagi. Ini hari ke 3 Otto tidak tidur di rumah, jadi setelah subuh-an, pulang, bobok. Karena di rumah yang Otto jaga itu, selalu saja Otto kesulitan tidur, entah itu ada suara-suara gangguan dari "den bagus" tikus yang mencicit atau nabrak sesuatu di dapur atau mengerat sesuatu di gudang. Belon lagi suara dentang jam bandul yang tiap 15 menit berbunyi. Haidyuuuuuh..., susahnya memejamkan mata. Karena hal itu, Otto jadi enggak bisa online dari rumah, kemarin malam melakukan pengaturan lagi pada G502 Otto. Ternyata Otto masih menggunakan pengaturan untuk kartu Simpati di mana Username dan password untuk pengaturan koneksi internet masih tertera. Username: wapPasword:wap123Tadi malam, setelah ngobrol bentar dengan Pak Paedi, beliau ngasih saran pengaturan di ponsel, dengan merujuk ke Halo beliau. Beliau khan juga menggunakan G502, meski belon terlalu puas dengan kecepatan yang disajikan. Pagi ini Otto cuba koneksi dengan pangaturan dari ide beliau. Padahal....., pengaturan G502 yang baru tidak jauh beda dengan pengaturan yang Otto lakukan terhadap Ubuntu, yaitu mengosongi username dan pasword Username :Pasword :namun hasil yang Otto peroleh malah aneh, ini hasilnya..... Baudrate pada pengaturan wvdial.conf cuman Otto kasih di angka 912800, yang standarnya 406800. Kecepatan maksimal yang diberikan oleh Telkomsel untuk paket yang Otto pilih adalah 256 kbps, kok disini lebih dari 256 kbps? Sebenarnya gimana sich pengukuran kecepatan koneksi ini...??? Padahal bila menggunakan speedtest yang ini enggak pernah lebih dari 256 kbps Telkomsel pasti bingung bila ada pelanggan yang seperti Otto. Dikasih kecepatan rendah, nulis rendah, dikasih kecepatan tinggi, nulis kok melebihi kecepatan yang semestinya. Repoott.... Ha..ha...... Oh iya..., nanti siang, insya Allah setelah jum'atan, Otto harus mendatangi GraPARI nich..., ada kekhawatiran bila pemakaian internet yang selama ini Otto gunakan tidak berada dalam kondisi Flash, namunWAP, yang akan ditagihkan. Bila kondisi flash khan masuk dalam paketan, jadi free. Dikarenakan Halo Chek (*888# dan *889#) enggak berjalan, jadi wajar donk bila terselip rasa khawatir. Khan milih paket hemat ini supaya tagihan enggak membengkak...., tul khan.... Wassalam.....
Assalamu'alaikum... Bismillah... Duduk tercenung di depan monitor, merenung tulisan teman-teman pembaca di tulisan Otto sebelum ini. Mudah karena terbiasa adalah inti dan kesimpulan dari komentar yang ada. Otto sepakat sepenuhnya dengan hal tersebut. Hal tersulit dari melakukan sesuatu adalah memulainya, meski teramat sangat kecil sekalipun. Bila awal dulu Otto udah kenal dengan Mac, sebelum kenal dengan Windows, bisa jadi akan menilai Windows itu mah katrok, enggak elegan sama sekali, ngirit dan pelit banget. Bila Linux sudah matang seperti windows saat ini saat awal kenal komputer, bisa jadi Otto akan melihat DOS itu adalah sesuatu yang aneh, yang tidak bisa dibanggakan sama sekali. Kebiasaan... Otto akui, memang masih sangat lebih mudah menggunakan Windows, dengan segala kerumitan yang ditimbulkannya. Aplikasi pendukung yang free sudah semakin banyak untuk Windows, dan Otto berterimakasih untuk para pembuatnya. Saat ini, bagi sebagian pengguna PC, operating system di luar Windows adalah alternatif saja, karena berbagai alasan. Bagian terberat adalah memulai sesuatu. Sulit bagi Otto untuk menulis secara netral, karena walau bagaimanapun, hingga awal 2007, Otto adalah pengguna bajakan. Itu artinya selama 15 tahun menggunakan piranti lunak bajakan untuk bekerja dengan komputer. Hingga menelan pil pahit, terjaring operasi dari kepolisian. Kapok...??? Mungkin tidak, karena masih banyak dari yang bajakan itu yang Otto butuhkan dan belum menemukan yang setara dari yang tidak berbayar. Sekali lagi karena kebiasaan. Pengolah gambar, syukurnya sudah banyak yang free. Sound editor juga sudah banyak yang free. Aplikasi konverter juga ada yang free. Untuk keperluan toko, Otto sangat bersyukur, demikian banyak yang free, jadi tidak sulit untuk menginstallnya di komputer. Yang agak sulit dulunya adalah membiasakan karyawan toko dengan aplikasi tersebut. Meski jauh-jauh hari Otto sudah menggunakan aplikasi tersebut untuk belajar saja, tetap saja kesulitan untuk menurunkan ilmu kepada para karyawan, hingga hanya dasarnya saja yang Otto berikan, untuk improvisasi Otto serahkan sepenuhnya kepada mereka. Dan ternyata itu malah lebih berhasil, daripada Otto jelaskan panjang lebar. Satu hal yang mengganggu adalah, pendaftaran windows yang hanya berlaku sebanyak 5 kali, dan setelah itu membutuhkan validasi lagi. Hal yang merepotkan, dan itu menimpa komputer Celeron tempat Otto bekerja. belajar dengan instalasi, lalu un-install, dan seterusnya dan seterusnya membuat sampah yang sangat banyak di registry-nya Windows, dan itu memperlambat kerja. Hasilnya adalah format dan install lagi, dan mulai dari awal lagi. Hanya dalam setahun, disk windows tersebut sudah tidak valid lagi. Beli lagi adalah buang uang tiada guna. Karena itu Otto mulai melirik Ubuntu, dan mulai belajar menggunakannya Benar adanya. Yang terberat dan tersulit adalah melakukan migrasi. Otto akui..., secara licik, di luar urusan editing situs, Otto menggunakan Ubuntu, sedangkan untuk editing situs, dengan terpaksa Otto berpindah ke windows. Semoga nantinya ada aplikasi editor yang setara dengan dreamweaver di Ubuntu. Bekerja dengan was-was tidak baik untuk kesehatan jiwa. Otto kini memang "sedikit" terbiasa dengan Ubuntu, meski perilaku windows masih saja ada. Semoga ke depan..., Otto bisa sepenuhnya menggunakan Ubuntu, sebagaimana Otto menggunakan Windows dulunya Wassalam
 | Done | Jul 16, '08 12:24 PM for everyone |
Assalamu'alaikum... Bismillah... Alhamdulillah..... Selesai lagi satu tugas Otto, membuat pesanan Pak Faizal (juragan lanang), forum untuk SCA-Cellular. Tugas telah dilaksanakan. Menggunakan CMS phpBB versi 3, Otto tempatkan di sub-domain: http://forum.sca-cellular.com. Selanjutnya, terserah juragan, hendak dibuat seperti apa, yang pasti, Otto sudah sampaikan bahwa untuk merawat forum ini Otto tidak mampu (tapi administrator masih Otto pegang), dikarenakan pekerjaan di sca-cellular (wap, news portal, online shop, data base, download area) masih keteteran. Wassalam...
Assalamu'alaikum.... Bismillah....  Bukunya datang......  Wassalam.... NB: Makasih Om Edwin..., ech ada tanda tangannya......, ada emailnya jugah.... Poet..., tunggu ya....
Assalamu'alaikum... Bismillah..... Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran: Pasal 36 Ayat 1 UU Nomor 32 Tahun 2002 berbunyi "isi siaran wajib mengandung informasi, pendidikan, hiburan, dan manfaat untuk pembentukan intelektualitas, watak, moral, kemajuan, kekuatan bangsa, menjaga persatuan dan kesatuan, serta mengamalkan nilai-nilai agama dan budaya Indonesia" Jelas sekali bukan, bahwa sinetron tidak ada yang memiliki kriteria tersebut. namun pada kenyataanya tidak ada satupun sinetron yang ditindak oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Hingga saat ini KPI hanya menyoroti hal-hal yang menonjolkan adegan berbau vulgar, seks, pelecehan, dan kekerasan. Ironis, karena bila mengacu pada hal tersebut, maka semestinya tidak ada tayangan pilem-pilem hollywood di tipi-tipi. Otto memahami sepenuhnya bahwa aturan, dalam hal ini UU Penyiaran, yang ada dibuat dalam kondisi ideal, dengan pemikiran yang mendalam tanpa melihat hal-hal yang berlaku di lapangan nantinya. Aturan tersebut tidak didukung dengan kriteria yang jelas tentang hal-hal yang nantinya menimbulkan pelanggaran. Otto udah jarang menyaksikan televisi, sesekali azah. Otto jarang menyaksikan televisi karena terlalu berhamburannya sinetron yang bagi Otto betul-betul sajian yang berorientasi pada uang, bukan pada mutu. Semakin tinggi rating, maka bisa dipastikan sinetron tersebut dianggap bermutu. Padahal untuk penilaian mutu udah ada standarnya, yaitu UU penyiaran tersebut, bukan rating, yang respondennya azah enggak jelas, serta prosedur pengambilan sampelnya juga tidak jelas sama sekali. Dulu..., dulu sekali...., Otto udah seneng dengan kehadiran TPI, saat masih numpang di TVRI. Sekarang, TPI bukan lagi Televisi Pendidikan Indonesia, karena udah menjadi setasiun televisi yang mengedepankan uang. Karyawan SCA yang telah dikaruniai anak sering mengeluhkan tayangan sinetron yang jauh dari kesan mendidik ke arah yang baik. Otto merasa apa yang dikhawatirkan para orang tua itu sangat beralasan. Karena sebagai orang tua yang harus mendidik dan menghidupi keluarga seringkali harus berbenturan dengan televisi yang lebih sering di tonton oleh anak-anak mereka, bersama pengasuh mereka. Orang tua khan kerja. Yang tidak bekerja.., mungkin isteri, pun harus bersirobok dengan tayangan televisi seusai menyelesaikan pekerjaan yang bejibun di rumah. Otto bukan tidak menghargai jerih payah mereka yang menghasilkan sinetron tersebut, hanya saja berharap, para kreator bisa membuat sinetron yang lebih mendidik. Acuan Otto adalah Si Unyil jaman dulu, Si Huma. Acara itu sangat cocok untuk perkembangan anak. Bila kemudian dikembalikan kepada para kreator sinetron, mungkin akan diabaikan saja, karena darimana mereka mendapatkan uang bila tidak menuruti rating. Mengerikan. Tingkat pendidikan warganegara Indonesia masih sangat rendah, masih sangat mudah dibodohi, masih sangat mudah dimanfaatkan untuk kepentingan segelintir golongan. Bila kemudian sinetron tetep itu-itu azah, maka Otto yakin negara dan bangsa ini tidak akan pernah bisa maju berkembang dan besar dalam arti sesungguhnya. Dengan tingkat pendidikan yang sangat rendah begini, tontonan apapun di tipi akan mereka terima tanpa diolah dulu. Dan enaknya, tidak akan ada yang peduli dengan itu semua. Sudah ada lembaga pengatur penyiaran, namun apa yang ada masih jauh panggang daripada api. Harapan sepertinya tinggal harapan, selama uang yang menjadi target. Karyawan SCA udah 2 yang berlangganan televisi digital, untuk mengurangi efek negatif dari tayangan sinetron tersebut. Kapankah para kreator menyadari bahwa perubahan mutu sinetron ada di tangan mereka. Otto kini sudah tidak lagi berpikir bahwa uang akan bisa meningkatkan mutu, karena sudah banyak industri yang menggratiskan layanannya dan masih bisa menghasilkan produk yang bermutu. Lihatlah lingkungann open source. Baiklah, televisi kita udah memberikan banyak layanan gratis, namun yang Otto tekankan adalah mutu. Adalah tugas seluruh elemen bangsa dan negara ini untuk mengarahkan calon penghuni bangsa dan negara ini ke arah yang baik, bukan malah turut serta menghancurkan mereka dengan menciptakan tayangan yang merusak, mengotori otak dan mental mereka yang tengah berkembang. Wassalam... NB: Ide berasal dari kompas
Assalamu'alaikum.... Bismillah..... Tak terasa..., hampir satu tahun Otto menggunakan Joomla! untuk site SCA-Cellular. Selama ini nyaman azah menggunakan, meski tetap harus waspada, karena kenyamanan berbanding terbalik dengan keamanan. Tahu khan artinya....  Joomla! adalah salah satu CMS yang bersifat Open Source, artinya, banyak orang bisa menggunakan dan urun rembug tentang segala hal terkait dengan Joomla!. Otto enggak akan bercerita mengenai sejarang Joomla!, karena ada gurunya sendiri.  Otto selain menggunakan masterweb sebagai tulang punggung hosting web untuk SCA, juga menggunakan 000webhost untuk sarana belajar, jadi bila terjadi kesalahan atau kebocoran pada hosting tidak akan mengganggu kinerja site SCA, seperti yang pernah terjadi dahulu kala. 000webhost pada situsnya menjamin bahwa layanan yang bersifat free akan terus ada. Selain itu, bila dibandingkan dengan yang berbayar di Indonesia, free data sebesar 250 MB lebih dari cukup rasanya. Serta yang sangat mendukung adalah 100 GB data transfer. Nilai yang sangat besar untuk sebuah layanan hosting gratisan. Satu lagi kemudahan yang diberikan oleh hosting ini: Fantastico Auto Installer dan Site Template. Bagi pemula, ini sangatlah membantu. Berikut, Otto akan tunjukkan betapa mudahnya melakukan instalasi Joomla! di hosting ini. Sungguh...., sangat mudah..., hanya klik-klik-klik...., selesai... Nach..., ini dia, inti dari tulisan Otto. Siapkan kopi dan cemilan, untuk teman mencuba-cuba... Langkah pertama yang kecil namun sangat menentukan adalah: Mendaftar ke hosting...  Nanti akan kita dapati pilihan, yang kita pilih "sub-domain" saja, jadi kita akan mendapat alamat situs-kita.web**.net. It's so easy..., mudah gitu loch...... Langkah kedua, enggak terlalu penting, namun sangat dibutuhkan adalah, menjelajah hosting kita ini, mengenal fasilitas apa saja yang diberikan, untuk kemudian hari kita manfaatkan.  Tujuan awal adalah membuat sebuah situs, menggunakan CMS-Joomla!, maka langkah ke-tiga adalah melakukan instalasi. Setelah login, maka klik " Go to Cpanel" pada bagian " Action" 
Laluuuu...., scroll dan temukan menu " Software/Service" dan klik " Fantastico Auto Installer". 
Tuch khan..., klik-klik azah..... Nach..., scroll lagi, lalu temukan " Joomla!", lalu klik " New Installation"  Hem...., tunggu beberapa saat, sambil main solitaire biar enggak bosen....   Oke..., udah cukup menunggunya...., lalu kita buka situs kita..., VOILLA....., selesai sudah...  Wassalam.... NB:Templatenya Otto Up-load satu-persatu ya....., karena kecepatannya cuman rerata 5 KBps. Jadi mohon maaf bila posting yang ini akan terus berada di inbox teman-teman, hingga upload selese.... Template pertamax 0-1Template keduax aTemplate ketigah bTemplate ke-empat cTemplate ke-lima d-1 dan d-2Template ke-enam e-1 dan e-2
Assalamu'alaikum... Bismillah.... Antivirus..... Hem.......... Bagi pengguna operating system keluaran Microsoft, tentu sangat mengenal antivirus. Vista sekalipun. Jaman dahulu kala, bagi Otto, antivirus diinstal setelah berhasil melakukan instalasi operating system, dalam hal ini windows, sebelum melakukan pekerjaan yang laen, instal driver VGA misalnya. Antivirus laksana pakaian yang melindungi sebuah operating system dari sesuatu yang bisa merusak kinerja system tersebut. Ada begitu banyak antivirus, namun pertanyaanya: Mana yang sesuai...? Dulu sekali, saat pertama berkenalan dengan OS Windows, antivirus yang dikenal cuman Norton Antivirus, belon kenal dengan yang laen-laen. Dan jaman itu enggak perduli dengan bajakan atau enggak bisa di update, pokok pasang dulu. Virus jaman itu enggak seheboh sekarang. Beberapa dari kami malah bisa membuatnya, meski kecil-kecilan dan untuk pamer semata, belum sampai merusak. Sekarang, ada AVG, NAV, Avast, Shopos, PCMAV dan laen-laen. Gak masalah pilih yang mana, karena pada dasarnya cara kerja virus serta antivirus itu sama. Pilih satu, dan selalu lakukan up-date, itu akan lebih baik, daripada pilih dua namun enggak pernah up-date. Namun, Otto ingatkan, di jaman sekarang, tolong gunakan saja yang Home Edition atau yang Free Edition bila tidak mau (mampu) menggunakan yang berbayar. Bukan sok alim atau gimana, karena sekecil apapun, menggunakan yang bajakan adalah mencuri. Sungguh enggak nyaman menggunakan curian. Meski kita mencurinya dari perusahaan yang gedhe magrong-magrong, dimana dana riset satu perusahaan bisa 1/5 dari APBN Indonesia. Hanya untuk riset. Bagi pengguna AVG, tentu selama 1 bulan ini selalu ada penawaran untuk Up-Grade ke AVG versi 8. AVG versi ini menyertakan versi free-nya, dengan pembatasan fasilitas sebagaimana yang tercantum pada situsnya. File installer untuk AVG ini sebesar 48 MB. Anda bisa mengunduhnya di sini. Yang menarik perhatian Otto adalah, adanya aplikasi antivirus untuk Linux. Pertama mendapatkannya dari Avast. Sebenarnya enggak aneh bila kemudian di Linux ada antivirus, bukankah Linux dengan distro-distronya juga merupakan operating system. Jadi wajarlah bila kemudian ada beberapa perusahaan yang membuat antivirus untuk kalangan Linux. Bukan berarti Linux sudah rentan virus seperti Windows atau Vista, karena bila Anda sudah berada di dalam Linux, maka Anda akan merasakan bagaimana instalasi suatu aplikasi, dimana Andalah pemegang kendali intalasi tersebut, tidak ada klik and run, seperti pada windows. Hanya aplikasi yang Anda tahu betul yang akan Anda instalasikan kepada operating System Linux Anda. Bagi Otto, antivirus di Linux adalah sebagai pembantu untuk membersihkan virus yang bersarang di removable media yang terlalu riskan untuk dibersihkan melalui antivirus pada windows, apalagi menggunakan antivirus yang free. Terus terang, belom pernah melakukan instalasi antivirus pada Ubuntu-nya Otto. Dan bila benar, maka ini adalah pengalaman terbaru melakukan instalasi antivirus di Ubuntu. Dari semua cerita di atas, yang penting adalah perilaku kita dalam berkomputer. Antivirus up-date bagaimanapun, terkadang masih bisa meloloskan virus, yang kebetulan virus lokal, dan baru bisa benar-benar bersih beberapa hari kemudian, setelah up-date yang kesekian. Di SCA, removable media dari berbagai model pelanggan tentu membuat resiko tertular virus sangat tinggi, apalagi saat benar-benar ada pelanggan yang minta tolong untuk dibersihkan virus dari removable media mereka. Enaknya adalah terdapat dual operating system, jadi kebocoran bisa sangat kecil. Wassalam....
Assalamu'alaikum... Bismillah.... Hai..hai....., pembaca setia, selamat berjumpa lagi dengan tulisan Otto. Meski ada beberapa teman yang mendapat musibah, semoga musibah dapatlah mendatangkan makna dalam hidup dan kehidupan para pembaca semua. Bagi yang baru saja lulusan, selamat aza dech, enggak perlu merayakannya dengan berlebihan. Cukup alinea pembukaanya, sekarang ke inti tulisan. Dua bulan yang lalu, Otto menanyakan kepada 2 Juragannya Otto, situs SCA hendak diarahkan ke mana, serta apa misi dan visi yang hendak disampaikan kepada para surfer. Saat itu alasan Otto bertanya adalah dikarenakan situs tersebut hanya sebagai pos pengeluaran azah bagi perusahaan. Dengan guyon, juragan menjawab enggak apa, khan murah, cuman 160 rebu pertiga bulan. Ha..ha....  Emang murah sich..., tapi bagi Otto, tetep azah enggak nyaman. Otto yang ditugasi membuat, merawat dan memperoleh bayaran dari situ namun belum bisa mempertanggungjawabkan sebgaimana semestinya.  Otto tidak bisa bekerja bila tidak ada batasan atau rel yang menjadi acuan dalam bekerja. Selama 6 bulan keberadaan situs tersebut, Otto terus-terusan mencoba-coba resep manakah yang sesuai, hingga akhirnya bosan, karena arah yang tidak jelas, yang berujung pada situs hanya sebagai status " Ini lho SCA punya situs.." namun kosong, tidak ada isinya. Parah khan.... Bila sudah demikian, Otto jadi asal-asalan azah ngurus situs, meski dengan beban yang berat, khan Otto dibayar.  Sisi non-kreatif dalam perawatan situs adalah hal yang sangat mengganggu, Otto akui itu. Karena itu, Otto membutuhkan pihak laen yang bisa memberikan ide untuk bisa Otto terapkan, dan dalam hal ini juragan. Dengan semakin sibuknya mereka berdua, maka semakin sulit bagi Otto mengembangkan situs tersebut.  Hingga suatu hari, tertuang pada posting tanggal 13 Juni. Pada malam harinya, Otto kembali bertemu dengan Juragan (Pak Paedi saja, karena Ibu Paedi ada acara), dimana beliau mengutarakan apa yang beliau inginkan terhadap situs SCA. Apa-apa saja yang mesti ada di situs, apa-apa saja yang harus Otto kerjakan. Dari sana, Otto bisa merancang apa yang mesthi Otto kerjakan.  Langkah awal, meski Otto masih merasa ada yang kurang, entah di mana, adalah tampilan pada posting ini.  Akhirnya, jawaban yang mengambang 2 bulan lalu, sekarang menjadi jawaban pasti, dan menjadi acuan bagi Otto untuk "memoles" situs SCA. Rancangan-rancangan segera dibuat, dipresentasikan dan dipublikasikan. Harapan..., semoga saat satu tahunnya situs SCA, Otto berhasil " memberi nuansa baru". Semoga.. Demikian tulisan Otto untuk sementara ini. Terimakasih udah bersedia "ngangok" Goeboeg Otto Wassalam.
Assalamu'alaikum... Bismillah..... Ehm...., selama ini, beberapa kali Otto ditraktir makan ama teman-teman. Biasa azah..., akan menjadi luar biasa kalo Otto yang nraktir.... He..he....... Ngelantur...... Hampir 2 bulan ini Otto tenggelam mempelajari PHP yang kemudian 2 bulan ke depan disambung dengan MySQL. Bagi seseorang yang tidak memiliki latar belakang ilmu komputer sama sekali, ini adalah suatu hal yang berat. Sungguh.... Rerata Otto hanya memiliki waktu efektif untuk belajar di rumah 2 jam (saja) dikarenakan sering-sering udah capai atau tergoda untuk membuka Goeboeg, ech..., multiply dink. Hal ini juga menandakan rendahnya kedisilipnan Otto dalam belajar. Target Otto untuk menyelesaikan pembelajaran PHP dan MySQL adalah 4 bulan. Tujuan Otto belajar 2 hal itu adalah melakukan persiapan diri menyongsong digitalisasi serta online-nya system administrasi SCA, entah kapan itu, karena dari beberapa pembicaraan dengan juragan, SCA hendak dibuat lebih ringkas, mengurangi hal manual. Lha kok kemarin..., Ibu Juragan nanya "Om Botol..., kok mobistore dan SCA-2 tidak disertakan di site SCA..??" Nach loch..!!!!  Opo orak mumet....... SCA-1 saja, tempat dimana Otto berdomisili masih belon seluruhnya kelar Otto tampilkan di site, sekarang ada pertanyaan gitu. Mikir lagi nich...., mana yang hendak diprioritaskan. Jawaban Otto pada juragan gampang azah, yang mobistore dalam tahap perancangan karena beberapa ramuannya udah siap. Sedangkan SCA-2 yang notabene service-an belon ada perancangan, bahkan ide sekalipun enggak ada. Insya Allah setahun SCA-Cellular.com mobistore akan Otto tampilkan secara penuh. Itu janji Otto. Ternyata harus Otto sampaikan gimana repotnya Otto ngurusi beberapa hal dalam satu waktu secara bersamaan. Juragan udah menanyakan, yang itu artinya adalah penugasan bagi Otto. Dari hati terdalam, timbul keraguan, haruskah Otto melonggarkan PHP dan MySQL untuk lebih konsentrasi ke mobistore, ataukah tetep belajar dengan hasil yang entah kapan digunakan, dan setengah hati ngurus promo mobistore. Satu lagi tantangan. Otto enggak ada (lagi-lagi) dasar membuat situs. ENGGAK ADA...  Bondhone mung nekad lan tekad. Sinau karo mlaku..., yen iso karo mlayu..... Ach..., emang harus dibicarakan dengan para juragan, mana yang ingin mereka dahulukan. Beginilah nasib batur a.k.a babu.... Wassalam....
Assalamu'alaikum..... Bismillah..... Please..., katakan kepadaku kalo Linux itu enggak asyiiik.... Please.... Please..., katakan bila banyak pilihan malah bikin bingung..... Please.... Weleh..weleh....... Dalam keterpurukan ekonomi, entah karena apa, apa karena MOG dengan Giant-nya baru azah di buka yak..., Otto masih menyempatkan diri bermain dengan Ubuntu Blekok.... Permainan hari ini adalah instalasi Google Earth, Opera dan Installjammer. Google Earth..., Otto kalah..., karena selalu Logout-login. Masih terlalu tangguh bagi Otto... Opera..., libas azah..., dengan senyam-senyum dan bersenandung lirih lagu-lagu Iwan Fals. InstallJammer..., sepertinya seri dech...., berhasil nginstall, cuman kemudian mentok ini aplikasi gimana mengoperasikannya.... Google Earth, Otto mendapatkan binary file, apa ya binnary file itu..., pokoknya extensinya bin, yang artinya instalasi tidak dilakukan dengan cara add/remove program atau menggunakan sypnatic. Namun menggunakan perintah lisan, chmod +x namapalikasi.bin. Lalu instal dengan perintah ./namaaplikasi.bin. Otto sarankan, menempatkan file .bin nya di folder dimana hendak digunakan. Otto membuat folder baru. Disini nich kalo Otto: /home/toto/Programs. Demi kerapihan... Opera..., aplikasi web browser, tahu donk.... Bersanding tidak terlalu mesra dengan sang Musang, aplikasi ini relatif mudah instalasi di Blekok, karena menyertakan paket instalasi debian (.deb), jadi bisa instalasi melalui sypnatic. Wes hewes hewes..., bablas instalasine..... Bisa berjalan seperti yang diharapkan... InstallJammer...., kalo yang satu ini sich..., katanya untuk bisa melakukan instalasi lintas platform. Enggak jelas juga maksudnya, karena Otto cuba install Google earth liwat dia..., InstallJammer emoh nginstall. Lalu..lalu.... Installjammer, installernya juga berextensi bin, jadi caranya sama dengan yang Otto lakuin terhadap GoogleEarth. Untuk yang Google apa karena monitor atau VGA-nya ya kurang mendukung. Besok atau kapan lach nyuba di rumah, karena resolusi layar yang dirumah udah bisa Otto tingkatkan ke 1024 x 768, dan mungkin masih bisa dinaikkan lagi. Mending, dibanding dengan 800 x 600 saat awal instalasi.... Wassalam..... NB: Heron sebangsa burung leher panjang seperti Blekok, meski enggak bener-bener sama, sedikit banyak Otto paksakan....
Assalamu'alaikum.... Bismillah....  Final Euro 2008 sebentar lagi dimulai loh..., pasar taruhan udah panas, dan yang menjadi perbincangan di hari pertama ini adalah Portugal. Bagi yang melek bola lebih memperhitungkan Portugal akan mengalahkan Turki, meski belon sampai menggulung apalagi menggunduli. Namun, dalam taruhan tidak segampang itu..., karena ada aturan yang njlimet-mumet-membingungkan. Bagi Otto..., EGP...... (jadi teringat ada tulisan tentang bola yang belon selesai)  Sore hari tadi saat jam istirahat, juragan lanang mendapatkan maenan baru, dan seperti biasa, Otto nimbrung dengan penuh rasa ingin tahu, kalo enggak bisa dibilang mengganggu kesenangan orang laen. Juragan memasang CCTV untuk SCA-2 yang bisa diakses melalui jaringan, melalui kode akses 192.168.1.100, dan hanya bisa menggunakan Internet Explorer. MENJENGKELKAN...... Dan yang lebih menjengkelkan adalah bahwa saat mengetahui bila alamat tersebut diakses oleh 2 atau lebih komputer, maka hanya 1 saja yang bisa mengakses. Supaya komputer yang lain bisa mengakses, maka alamat 192.168.1.100 harus dijadikan Gateway, yang artinya enggak akan bisa internetan dimana gateway yang digunakan adalah 192.168.1.254. Penyelesaiannya adalah harus ada satu komputer switch. Satu hal yang enggak akan terlaksana, karena komputer di SCA-2 full-book semua.  Karena pengen...., maka Otto dengan senangnya menginstall Wine (lagi) supaya bisa membuka Internet Explorer. Wine udah terbuka, IE-nya (bawaan dari Wine) enggak bisa terbuka karena (sepertinya) dukungan prosesor dan memory dari komputer Otto yang tidak memadai. Oh..., iya.... Ngingetin azah, bagi teman-teman yang hendak menambah aplikasi, mohon untuk memindah server dari Indonesia ke USA atau server utama, karena beberapa library Ubuntu dari server Indonesia belum tersedia. Kerepotan berikutnya adalah, aplikasi pengintai untuk Toko Mobistore yang hendak dipasang hanya bisa berjalan di platform Windows.  Halach...., hare gene enggak memberi pilihan bijaksana..... Itu artinya akan ada pengeluaran baru untuk membeli sebuah operating system yang kosong melompong. Jelas sangat banyak aplikasi yang harus ditambahkan untuk menopang serta menjaga kesinambungan jalannya operating system tersebut. Menyedihkan.... Antivirus (mungkin Avast), OpenOffice.Org (orang kantoran butuh tuch), FireFox (tidak bisa internetan tanpanya), selebihnya belon kepikiran, pokoknya yang halal. Sesaaat...!!!! Menyusahkan sekali sich.....Godaan paling besar bagi Otto bila sudah ada Wine adalah, menerjang semua aturan yang ada dengan melakukan instalasi aplikasi atau permainan bajakan yang banyak di wilayah windust tersebut...  Wassalam....
Assalamu'alaikum.... Bismillah.....  Sehari kemarin Otto udah cerita kalo barusan n ginstall Xubuntu, alternatif dari Ubuntu yang menggunakan desktop XFCE. Ulasan di posting sebelum ini, Otto tulis bila Xubuntu ditujukan untuk komputer yang katrok, lawas, lambat, lemot, dan itu tidak salah, karena Xubuntu r ingan dalam pengoperasian. Cuba, Shinichi Kudo protes kalo kata cuba tuch mirip dengan orang Malingsia, coba kita amati perkakas di dalamnya. Selain penampilan yang ringan, ehm..., boleh dikatakan enggak mewah sama sekali, seperti Gnome kan. Ada begitu banyak fasilitas yang dipangkas pada distro ini, yang cukup mengganggu bagi Otto. File manager yang tidak lagi mengenali komputer lain di jaringan. Hardisk juga enggak di kenali di folder media secara langsung, mungkin butuh di mounting dulu. Awan kelabu bagi new comer.... Tidak ada add-remove program, meski ada synaptic. Untuk seorang awam, synaptic bukanlah perkakas yang bersahabat..., cenderung menakutkan, dengan berbagai istilah yang bikin kepala cemut-cemut. Lebih mudah bila add-remove program disertakan. Ini lebih nyaman bagi yang baru mengenal Ubuntu Aplikasi office.., meski tidak mengusung Open Office, masih layak untuk digunakan, mengingat XFCE khan hadir untuk keringanan. Ini juga menandakan bila Open Source tuch ada demikian banyak alternatif, enggak melulu itu..itu azah. Pengaturan dislpay, seperti distro-distro yang laen..., jangan berharap menemukan hal yang memudahkan pengaturan resolusi layar. Otto menggunakan NVIDIA RAM 128, dengan 128 bit, tetep maksimal resolusi 800x640. Menyebalkan, bukankah begitu.... Bagi yang awam...., ini sangat menggoda untuk tidak lagi menggunakan Linux... Cilaka..... Walau XUbuntu telah hadir sedari Ubuntu 5.10 kode Breezy Badger, namun perkembangannya tidak seperti yang diharapkan, karena pada dasarnya setelah Otto rasa, masih lebih baik menggunakan Ubuntu,mengingat fasilitas yang lebih lengkap. Apalagi setelah instalasi Ubuntu 8.04, kecepatan di berbagai lini aplikasi enggak jauh beda. Jadi untuk apa susah-susah menggunakan Xubuntu, bila harus melakukan instalasi banyak hal untuk bisa bekerja dengan nyaman, bila di Ubuntu telah tersedia. Kesimpulan: Xubuntu hampir mengecewakan XFCE karena masih jauh panggang daripada api. Meskipun sebagai desktop alternatif, paling tidak fasilitas umum yang ada pada KDE dan atau Gnome disertakan, tidak sertamerta dihapus yang malah mengganggu. Wassalam
Assalamu'alaikum.... Bismillah.....
Ada-ada azah kelakuan bila pengen menarik perhatian Otto. Sering komputer di toko tuch berulah. Saat Otto sakit..., ada azah yang enggak beres, jadi Otto harus menahan sakit untuk membetulkan dirinya.
Pagi ini berencana meng-up-grade Celeron Otto dari FF ke HH. Motherboard bersedia membaca hardisk, namun tidak bersedia booting, tidak ada GRUB sama sekali..., cuman kelip-kelip kecil di pojok kiri atas monitor. Menggunakan CD-Live HH, hardisk mau kebaca, termasuk file-file system. Mencuba instalasi...
Ini bagian yang enggak Otto mengerti. HH seakan tidak membaca HD, ada pesan kesalahan pada ATA1, menggunakan distro turunan ubuntu apapun. EDHIYAN....
Opo orak mumet....
Putus asa..., Otto nyomot HD yang berisi windust, berharap HD terbaca..., dan alhamdulillah, HD Otto terbaca..., jelas cuman data..., yang EXT3 khan kebacanya enggak dikenali... Satu klik dari Otto, menghancurkan seluruh data di HD :Delete Logical Drive...
Bagoooeeeezzzzz.....
Cuman..., setelah itu...., instalasi HH berjalan dengan normal....
Ada apakah gerangan....???
Ach..., gak masalah..., pokok Ubuntu udah terinstall dan berjalan dengan baik..., untuk data..., tinggal dibalikin azah dari back-up. Beres khan...
Wassalam....
Assalamu'alaikum... Bismillah.... Pagi-pagi beli bubur kacang ijo yang liwat depan rumahku. Lumayan..., anget-anget menambah sedikit nafsu sarapan, yang masih nanti. Enaaakkk..... Selamat pagi pembaca setia...., weeee....., gimana kabar dikau-dikau sekalian tadi malam..... Semoga pagi ini bisa berangkat tidur dengan tenang ya, bagi yang OP shift malam atau yang kebagian jaga server malam. Dan bagi mereka yang bersiap beraktifitas..., Otto ucapkan selamat beraktifitas, jangan lupa berdo'a dan mengarahkan pikir bahwa kita itu berangkat bermain untuk dibayar, bukan berangkat bekerja. Ehm..., inspirasi dari sini nich..., silakan tengok.... Pagi ini ada beberapa hal yang bikin Otto seneng. Pertamax, Otto berhasil melakukan instalasi Xubuntu 8.04, Ubuntu desktop yang mengusung XFCE untuk pertama kali. Biasanya khan Gnome (di usung oleh Ubuntu) atau KDE (di usung oleh Kubuntu). Karena ditujukan untuk penggunaan komputer katrok, maka sangat banyak fasilitas dari Ubuntu yang tidak disertakan, tapi bisa kita tambahkan sendiri, bila pengen. Seperti beli makan di warung Tegal gitu loh..., bila pengen..., ambil azah, cuman dipungut biaya akses internet azah. Selebihnya... GRATIZZZ.. Keduax, Setelah sholat subuh, instalasi Ubuntu Hardy Heron, untuk menggantikan Feisty Fawn yang hampir 1 tahun menemani Otto, lancar, tiada aral sama sekali. Dungaren komputer Otto bersahabat.... Yang bikin seneng di Hardy Heron, sebut saja HH, adalah disertakannya Mozilla Firefox 3 Beta 5, secara Otto masih menggunakan Firefox 2.0.X untuk yang di toko. FF3 ini memberikan begitu banyak kemudahan dalam pengaturan add-ons, meski, beberapa add-ons tua belon bisa diaplikasikan di sini, contoh yang mengganggu adalah unplug, add-ons untuk membaca play list MP3 di multiply dan banyak situs.... BTW, secara over-all, selama 3 jam pemakaian, Otto merasakan kesenangan, seperti awal berhasil melakukan instalasi FF selama hampir 2 jam di komputer ini. Sekarang..., betul-betul diberi kemudahan, memangkas sekian banyak pintu birokrasi. Cuman..., sekali lagi cuman..., Wine nya belon bisa terinstall secara benar, karena data .deb wine untuk HH di server Ubuntu belon ada, lagi di update kali ya....
Assalamu'alaikum... Bismillah... Alhamdulillah..., hari ini kerjaan lancar meski omzet belum menunjukkan perbaikan, namun kami percaya dengan strategi yangtepat dan kerja keras tanpa kenal lelah, omzet akan bisa kembali normal. Hari ini Otto melakukan pembakaran terhadap 2 distro dan 3 judul pilem yang telah Otto konvert menjadi format RMVB untuk koleksi pribadi. Dua distro yang Otto maksud adalah: 1. Mandriva 2008-1 1.1. Mandriva KDE 2008-1 1.2. Mandriva XFCE 2008-1 2. Ubuntu 8.04 2.1. Kubuntu 8.04 (desktop KDE) 2.2. Kubuntu KDE 8.04 (?) 2.3. Ubuntu 8.04 (desktop Gnome) 2.4. Ubuntu Server 8.04 2.5. Xubuntu 8.04 (desktop XFCE) Pilem yang Otto burning 1. Bourne Identity 2. Bourne Supremacy 3. Bourne Ultimatum Menggunakan Brasero bawaan Linux Mint. Cepet juga, rata-rata 4 menit untuk membakar sebesar 600 mega Byte. Dengan hal ini..., sepertinya Linux Mint akan Otto pertahankan untuk sementara waktu, melihat apakah Xubuntu mampu melibas kecepatan pembakaran dari Linux Mint. Belom tahu juga, Xubuntu menggunakan fasilitas burning apa. Bila sama-sama menggunakan Brasero..., kemudian file manager bisa terhubung ke LAN, maka akan milih Xubuntu..., tapi lihat nanti dulu. Tentang Bourne, karena Otto senang pilem ini, maka pilem ini adalah pilem pertama yang Otto taruh di hardisk, yang makin habis, karena itu berinisiatif Otto pindahkan ke media cakram, hingga kapasitas HD bisa terjaga. 80 GB ternyata sedikit bila terus-terusan mengkoleksi pilem. Masih ada beberapa pilem yang menunggu dipindah ke media cakram, seperti The Mummy dan The Mummy Return, Indiana Jones tiga-tiganya, National Treasure dua-duanya, dan masih banyak lagi..... Besok..., Otto pengen tahu, ada apakah di Multiply ini, karena janji akan ada penampilan spektakuler. Berharap azah bisa bikin ketawa. Malam Ini..., Otto memulai melakukan pemilahan terhadap cakram Linux yang hendak Otto hibahkan kepada teman, karena tempat disknya udah enggak mencukupi, jadi tinimbang enggak Otto pakai, khan lebih baik diserahkan kepada yang lebih pengen. Dhuafa Linux....Lumayan sich..., untuk tambah-tambah ilmu...., tambah pengalaman..... Seneng bila ada belia yang bersedia untuk sedikit keluar dari pakem proprietary... Wassalam....
Assalamu'alaikum... Bismillah.... !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) Ada link nich.... 1. Nuh: Open Source dan Proprietary Diharap Akur 2. Onno Pertanyakan Nyali Open Source Pemerintah 3. Hemat Cost, Pemerintah Terapkan Internet Infrastruktur Sharing
Otto nich...., kok pengennya komentar seee..... Dibayar wae ora..., kok komentar ae..... Lumayan lek dibayar koyok komentator ndhek tivi kelir.... Sugih..., ora kesel....., asal mengo....., padahal lek di seleh dadi posisi sing dikomentari yo ra iso.... Suwe-suwe Otto ditapok wong sak kampung....
Pemerintah bagi kami rakyat adalah acuan bagaimana kami menggunakan sesuatu. Bila pemerintah menggunakan bajakan, kami juga merasa sah-sah saja menggunakan bajakan. Bila pemerintah merasa santai membuang devisa untuk sesuatu yang sebenarnya bisa didapat dengan gratis tanpa mengeluarkan devisa, kami juga tidak akan peduli apa yang kami beli tersebut bila menghabiskan devisa.
"Selama ini, keberadaan software proprietary (berlisensi) dan software open source kerap dijadikan bahan tandingan. Pendukung dari masing-masing kubu sama-sama menggaungkan keunggulan." Ini adalah salah satu bentuk model pemasaran. Walau bagaimanapun, suatu produk harus dipasarkan, dan masing-masing unsur dalam pemasaran memiliki caranya sendiri untuk memasarkan. Masing-masing memang memiliki keunggulan, Otto percaya itu. Bila terjadi pertandingan dan perbandingan, face-to-face impact, harus secara bijaksana siapa yang melakukan. Otto sendiri tidak bisa netral, karena cenderung ke arah Open Source, meski masih hidup sebagai amfibi. " Di kesempatan yang sama, disepakati penandatangan bilegal tentang penggunaan software legal oleh 18 departemen. Intinya adalah pemerintah tidak memaksakan penggunaan software harus proprietary atau open source, namun yang penting legal." Benar adanya. Cuman jangan lupa..., pembelian proprietary menggunakan devisa, yang sangat berarti bagi kelangsungan berjalannya negara ini. Dulu..., anggaran berapapun bisa diperoleh, namun kini..., ingatlah bahwa masih sangat banyak yang membutuhkan bantuan negara, jadi janganlah lagi menggerus terus-terusan devisa negara untuk sesuatu yang bisa diperoleh secara murah, bahkan gratis. Heran..., untuk yang satu ini kok jarang banget yang pengen ya...., padahal udah gratis lho.... Jangan-jangan....... " Ada 140 juta pekerja yang menggunakan komputer, kalau terikat dengan proprietary harus mengeluarkan minimal USD 500 per orang. Kalau dihitung berapa besarnya devisa kita yang lari ke AS? Lebih baik bikin software sendiri kan?" Angka yang fantastis......, berlebih untuk membangun kembali perekonomian masyarakat Porong. Kelebihan yang diberikan oleh open source adalah, bahwa semua orang bisa ikut di dalamnya, enggak peduli siapa mereka. Jadi, bisa jadi akan ada OS atau aplikasi yang bernuansa Indonesia. Aplikasi free bikinan anak bangsa, yang sesuai dengan kondisi Indonesia. Secara sempit..., bisa kita lihat apa yang kita peroleh di alamat ini: www.whylinuxisbetter.netJadi bagaimana pemerintah...? Sudah sadarkah Anda....? Atau tetap tidak peduli dengan devisa yang terbuang itu, seperti uang yang Anda bakar setiap hari untuk merokok...??? Wassalam
Assalamualaikum.... Bismillah......
Kelakuan Ubuntu Otto jadi aneh nich.... Keliru tempat nginstall Linux Mint-nya..... Mestinya di HD 40 Giga..., jadi satu dengan ubuntu ini terinstall di HD yang 80 Giga, di tempat kosong....
Erhhh.......
Gak masalah lah..., wong yang tahu cuman Otto, yang laen enggak tahu dan enggak berasa serta enggak mengganggu.... Sekalian azah..., sembari nunggu Hardy dari majalah info linux, karena Feisty enggak mau up-grade ke Hardy secara online
Wassalam
Assalamu'alaikum... Bismillah....
!@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@)
Otto ngetik ini sambil mesam-mesem sendiri.
This is my first experience, surfing while installing operating system. Yess..... It's never done before..., even I was install Ubuntu. This day, Otto install Linux Mint, still Ubuntu minded. A light distro with XFCE desktop....
Surfing dengan FF, membuka beberapa site, komentar di beberapa eMPi teman-teman. Sebenarnya tidak berharap bahwa apa yang Otto lakukan ini berjalan dengan normal, ternyata...., e...., ternyata...., bisa dan normal.
Gak menyangka, meski berjalan dari CD, koneksi internet mulus, instalasi tengah berjalan dengan lancar pula. Cukup itu azah dulu, belon berani lebih berat lagi, karena kemampuan komputer Otto khan terbatas.
Beberapa kali Otto menulis tentang gimana nyamannya menggunakan Linux, betapa amannya menggunakan Linux, dan sekarang, betapa senangnya menggunakan Linux.
Bisakah operating systemmu melakukan hal ini...?
Wassalam
Assalamu'alaikum... Bismillah.... !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) Penggunaan antivirus sudahlah lumrah untuk sejumlah pengguna OS besutan Microsoft ini, karena ada begitu banyak jalan terbuka lebar yang diberikan oleh Microsoft untuk para pihak yang "mencintai" Microsoft. Bukan basa-basi..., semua antivirus produk manapun pasti dijalankan dan di cobakan pada OS Windows, demikian juga dengan virusnya. Meski begitu......, sering-sering pengguna jendela masih kebobolan. Salah Microsoft kah, atau antivirusnya yang bodoh...? Tidak ada yang menunjuk pada diri sendiri... he...he........ Sebagian besar PC jendela terinfeksi karena ulah penggunanya sendiri. Ada sangat begitu banyak syarat yang diberikan oleh Microsoft agar PC tidak dengan mudahnya terinfeksi. Demikian juga dengan produsen antivirus. Semuanya cerewet, seakan semuanya tahu apa yang terbaik bagi pengguna. Namun..., pendidikan pengguna akan pentingnya perilaku sex aman sangat jarang terdengar. PC dengan mudahnya berhubungan badan dengan segala jenis device yang entah dia steril atau malah sebagai pembawa virus. Bila kita sering berada di area umum untuk melakukan copy-paste data..., pastikan bahwa komputer tersebut mengandung virus. Dengan begitu..., kita tidak gegabah memaksa komputer pribadi kita bercinta dengan device yang telah bercinta dengan komputer dari tempat umum itu. "Jika sudah menambal celah dan menggunakan antivirus yang menghabiskan uang, ternyata aku masih terinfeksi dan harus membersihkan komputer, recover data, instal ulang, dan sebagainya, ini hanya buang-buang duit" Dari detikinet tuch. Karena itu, kebanyakan menggunakan yang "gratisan", yang tentu saja....., ini lebih mengerikan. Tingkah laku pengen cepet, murah, mengambil jalan pintas adalah hal yang telah tertanam sedari sekolah. Gak usah menunjuk (lagi) siapa yang salah. Saat ini, operating system sudah bukan keluaran Microsoft saja. Ada begitu banyak yang menydiakan operating system untuk komputer dengan dukungan yang sama dengan yang diberikan oleh Microsoft. Yang utama..., kita bisa mendapatkannya dengan sangat murah, malah bisa-bisa gratis..., dan betul-betul gratis, bukan bajakan, sebagaimana produk jendela tersebut. Hebatnya..., operating bebas itu dibuat sedemikian hingga bebas gangguan virus. Tidak ada lagi peringatan virus tengah mengobok-obok system operasi komputer kita. Hidup itu penuh pilihan..., apalagi terkait dengan teknologi..... Kita bebas menentukan yang terbaik bagi kita. Murah, mudah, bebas, halal. Wassalam Inspirasi dari Detikinet
Assalamu'alaikum... Bismillah.... !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) !@#$%^&* +_)(*&^ !@#!+_(%&^ _)*($#@) Entah malaikat mana yang menggoda Otto untuk melakukan instalasi lebih dari 1 web browser, padahal juga gak butuh-butuh amat. Editing situs yang jelas-jelas CMS tidak terlalu ribet bila bekerja dengan script, malah boleh dikatakan tidak sulit sama sekali. Lalu ngapain menggunakan 3 web browser, malah sempat 4...? Mungkin karena rasa penasaran, tidak lebih-tidak kurang. Dan itu bermula pada jaman deface yang bulan Januari-Februari kemarin. Meski pilihan utama tetep pada sang Musang Api, gak ada salahnya mencuba yang laen, Opera dan Safari. Yang terakhir ini Otto eliminiasi, karena masih terlalu banyk hal yang gak nyaman dalam penggunaan. IE, yang ampun-ampunan bawaan Windows, Musang Api, yang pertama Otto install di Windows serta bawaan Ubuntu, dan Opera, instalasi berikutnya, baik itu di Windows maupun Ubuntu. Karena Otto udah sangat terbiasa menggunakan Musang Api..., apapun kata orang mengenai kebiasaan mereka menggunakan yang mana, gak masalah. Ini tadi..., membuka Goeboeg menggunakan Opera, hasilnya bikin kaget..., lebar banget....  Padahal di Musang Api enggak apa-apa......  Lalu Otto reduce cuman 80%, tulisannya agak sulit terbaca, tapi cukuplah.... Sebenarnya Opera lebih cepat dalam melakukan panggilan dibandingkan dengan Musang Api..., apalagi IE, hanya, karena pengaturan default itu yang sering-sering bikin Otto bingung, ini sedang memanggil atau gagal memanggil lalu diem. Kasus pada Musang api adalah, bila terjadi gagak panggil karena kesalahan script atau script yang terlarang, maka akan ada pop-up yang memberitahu. Lha Opera ini tidak hare...., khan jadi bingung. Seperti kemarin upload file .jar ke hosting, di Opera dieeeeemmmmmm azah.... Beberapa kali gitu..... Penasaran, upload pake Musang Api..., ternyata file .jar emang tidak diperbolehkan untuk diupload, menurut pop-up-nya... Whoalach..... Ada lagi yang pertama bikin Otto tidak mencabut Opera, ada fasilitas speed dial. Ini yang tidak ada pada web browse yang laen. Kalo di Musang Api..., mungkin terselip di antara sekian add-ons, mungkin..., Otto belon sempat nengok...  Hem..., sepertinya itu azah..., cerita penghantar bobok dari Otto. open your mind, jangan terpaku pada satu hal..., karena dunia ini luas. Meski secara IPOLEKSUBUDHANKAM negara kita masih terjajah, janganlah kita pengguna komputer pada umumnya dan pengguna internet pada khususnya, juga terjajah. Kita merdeka memilih prosesor, kita merdeka memilih motherboard, kita merdeka memilih VGA-card, kita merdeka memilih operating sistem, kita merdeka memilih web browser, kita belon merdeka memilih ISP.... Wassalam.....
| |